alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Proyek Jaringan Gas di Mojokerto Diprotes Warga

KOTA- Desakan kalangan dewan agar bekas galian sambungan jaringan gas (jargas) segera diperbaiki harus mendapat atensi instansi terkait. Pasalnya, kecelakaan lalu lintas yang dipicu sempitnya jalan akibat bekas galian jargas kembali terjadi kemarin. Tepatnya di Jalan Hayam Wuruk Kota Mojokerto.

Adalah Munir, 56, pengendara roda dua terlibat kecelakaan dengan mobil. Hanya beberapa puluh meter dari rumah dinas wali kota. Pria yang hendak berobat ke Puskesmas Wates itu jatuh setelah terserempet mobil. Akibatnya, kaki kanannya terluka dan dilarikan ke RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

’’Lokasinya kan sempit karena ada bekas galian. Sedang, lalu lintasnya ramai sekali,’’ ujar Yuliarso, warga yang sempat menolong Munir.

Ia menduga, kecelakaan yang menimpa warga Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto itu, diakibatkanya menyempitnya dimensi jalan. Ruas jalan selebar 8 meter praktis tinggal 4 meter. Sedangkan, ketika pagi hari, lalu lalang kendaraan begitu tinggi. ’’Perkiraannya korban terserempet mobil. Karena menghindari bekas galian,’’ tukas pria yang juga petugas keamanan kantor UPT Disdik Jatim ini.

Baca Juga :  Ning Ita Berharap Puspawarni Hadir di Kota Mojokerto

Dijelaskannya, keberadaan bekas galian jargas di Jalan Hayam Wuruk tak dilengkapi rambu atau tanda peringatan yang memadai. Akibatnya, risiko kecelakaan meningkat. ’’Harusnya kan dipasang benar dan sesuai aturan,’’ jelas Yuliarso.

Pria yang juga Ketua RT 02 RW 01 Lingkungan Suronatan Kelurahan/Kecamatan Magersari ini, menerangkan, tak hanya bekas galian ruas jalan raya yang belum diperbaiki. Di ruas jalan lingkungan atau perkampungan juga belum. ’’Ada mulai diperbaiki di Suronatan Gang 3. Tapi hanya dilapisi aspal tanpa diuruk agregat dan dipadatkan dulu. Kalau kena hujan pasti hanyut,’’ keluhnya.

Di lingkungan Suronatan Gang 2, 4, dan 5 yang berupa jalan paving praktis bekas galiannya belum diperbaiki. Sedangkan perbaikan bekas galian di Jalan Hayam Wuruk, digali lagi karena agregat utamanya tidak ada. Rambu yang memadai juga belum dipasang. ’’Pengerjaannya terkesan asal-asalan. Kami minta dari DPU (Dinas Pekerjaan Umum) dan dewan untuk ikut mengawasi betul baik subcon yang perbaiki di jalan kampung maupun jalan raya,’’ harapnya.

Baca Juga :  Pesantrenpreneur Dorong Kemandirian dan Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto Rizky Pancasilawan, menyayangkan jika belum ada pemasangan alat peraga keselamatan di area bekas galian jargas. ’’Janjinya pasang alat peraga keselamatan. Kemarin saat hearing, PGN bersedia menanggung (korban) laka akibat jargas,’’ ujar dia.

KOTA- Desakan kalangan dewan agar bekas galian sambungan jaringan gas (jargas) segera diperbaiki harus mendapat atensi instansi terkait. Pasalnya, kecelakaan lalu lintas yang dipicu sempitnya jalan akibat bekas galian jargas kembali terjadi kemarin. Tepatnya di Jalan Hayam Wuruk Kota Mojokerto.

Adalah Munir, 56, pengendara roda dua terlibat kecelakaan dengan mobil. Hanya beberapa puluh meter dari rumah dinas wali kota. Pria yang hendak berobat ke Puskesmas Wates itu jatuh setelah terserempet mobil. Akibatnya, kaki kanannya terluka dan dilarikan ke RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

’’Lokasinya kan sempit karena ada bekas galian. Sedang, lalu lintasnya ramai sekali,’’ ujar Yuliarso, warga yang sempat menolong Munir.

Ia menduga, kecelakaan yang menimpa warga Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto itu, diakibatkanya menyempitnya dimensi jalan. Ruas jalan selebar 8 meter praktis tinggal 4 meter. Sedangkan, ketika pagi hari, lalu lalang kendaraan begitu tinggi. ’’Perkiraannya korban terserempet mobil. Karena menghindari bekas galian,’’ tukas pria yang juga petugas keamanan kantor UPT Disdik Jatim ini.

Baca Juga :  Tiket H-3 Lebaran Ludes

Dijelaskannya, keberadaan bekas galian jargas di Jalan Hayam Wuruk tak dilengkapi rambu atau tanda peringatan yang memadai. Akibatnya, risiko kecelakaan meningkat. ’’Harusnya kan dipasang benar dan sesuai aturan,’’ jelas Yuliarso.

Pria yang juga Ketua RT 02 RW 01 Lingkungan Suronatan Kelurahan/Kecamatan Magersari ini, menerangkan, tak hanya bekas galian ruas jalan raya yang belum diperbaiki. Di ruas jalan lingkungan atau perkampungan juga belum. ’’Ada mulai diperbaiki di Suronatan Gang 3. Tapi hanya dilapisi aspal tanpa diuruk agregat dan dipadatkan dulu. Kalau kena hujan pasti hanyut,’’ keluhnya.

- Advertisement -

Di lingkungan Suronatan Gang 2, 4, dan 5 yang berupa jalan paving praktis bekas galiannya belum diperbaiki. Sedangkan perbaikan bekas galian di Jalan Hayam Wuruk, digali lagi karena agregat utamanya tidak ada. Rambu yang memadai juga belum dipasang. ’’Pengerjaannya terkesan asal-asalan. Kami minta dari DPU (Dinas Pekerjaan Umum) dan dewan untuk ikut mengawasi betul baik subcon yang perbaiki di jalan kampung maupun jalan raya,’’ harapnya.

Baca Juga :  Sektor Pendidikan di Kota Mojokerto, Digelontor Rp 185 Miliar

Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto Rizky Pancasilawan, menyayangkan jika belum ada pemasangan alat peraga keselamatan di area bekas galian jargas. ’’Janjinya pasang alat peraga keselamatan. Kemarin saat hearing, PGN bersedia menanggung (korban) laka akibat jargas,’’ ujar dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/