alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Warga Puji Hasil Pemugaran Rumahnya

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pelaksanaan East Java Green Scout Innovation (EJGSI) Zona V di Mojokerto, sukses digelar dengan capaian memuaskan. Acara yang berlangsung selama tiga hari selama tiga hari (27-29/9) tersebut berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan tanpa kendala.

Kegiatan kerelawanan yang diselenggarakan oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta didukung Komisi E DPRD Jawa Timur ini telah memugar delapan unit rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga Desa Modopuro Kecamatan Mojosari dengan baik.

Sejak Juli lalu, hingga puncaknya pada upacara penutupan EJGSI Zona V di Mojokerto kemarin (29/9). Di acara penutupan yang digelar di aula SMPN 2 Mojosari, semua warga dihadirkan untuk menerima secara simbolis kunci rumah yang telah dipugar.

Ketua Kwarcab Kabupaten Mojokerto, Kak Dr Didik Khusnul Yakin menjelaskan, panitia juga  memberikan 150 paket bahan pangan dan masker, seratus tempat sampah, dan satu gerobak sampah.

Pemugaran RTLH dalam kegiatan EJGSI 2020 ini telah melalui proses survei dan penentuan keputusan yang penuh pertimbangan. Sebab, penerima manfaat tersebut harus benar-benar warga tidak mampu yang kondisi rumahnya sangat tidak layak huni.

Dengan demikian, tujuan yang ingin dicapai dalam acara tersebut terwujud dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. ’’Pengerjaan pemugaran dilakukan oleh peserta EJGSI yang merupakan anggota Pramuka penegak dan pandega Kwarcab Kabupaten Mojokerto  dibantu warga sekitar, ’’ujarnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Kawal Revitalisasi Alun-Alun Kota

Wakil Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jatim, Drs AR Purmadi menyampaikan terima kasih dan syukur karena pelaksanaan kegiatan EJGSI 2020 di zona V Mojokerto telah selesai dan sukses mulai awal hingga akhir acara. ”Luar biasa Kwarcab Kabupaten Mojokerto. Pemugaran rumah warga dan  pengecatan fasum luar biasa cantiknya,’’ jelasnya.

Pria yang akrab disapa Kak Pur itu juga salut atas inisiatif Kwarcab Kabupaten Mojokerto. Mereka ikut memberi tambahan swadaya donasi sehingga rumah yang dipugar tidak hanya tujuh unit, menjadi delapan rumah. Sehingga tidak bergantung semata pada biaya dari panitia EJGSI.

Kegiatan EJGSI merupakan bentuk inovasi. Tidak melakukan program sektoral, tapi lintas sektoral. Dari pemprov, komisi E, pemerintah kota/kabupaten, dan Kwarcab. ”Kabupaten Mojokerto sangat luar biasa. Terima kasih saya sampaikan termasuk Kades Modopuro yang visioner dalam memperjuangkan warganya agar sejahtera,” ucapnya.

Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo, menyampaikan terima kasih ke Kwarda Jatim, Pemprov Jatim, serta Komisi E DPRD Jatim yang telah memperkenankan Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan EJGSI 2020. Program ini sangat bagus dan bisa berkelanjutan karena sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga :  Kodim 0815/Mojokerto Gelar Festival Pencak Silat Performance

”Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami. Bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat tentu akan sangat bermanfaat,” ucap pria yang juga Kadisnaker Propinsi Jawa Timur ini .

Anggota Komisi E DPRD Jatim Kak Suwandi Firdaus yang sehari sebelumnya menyempatkan meninjau langsung, berharap bisa terus membantu dan mendorong kegiatan tersebut agar terus terlaksana. Sebab, kegiatan seperti itu sangat membantu pemuda untuk selalu ingat pada jati dirinya dan melakukan gotong royong serta tolong-menolong. ”Saya harap kegiatan seperti ini berlanjut dan bisa dilaksana tiga kali setahun , karena dampaknya secara nyata bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” sebutnya.

Salah seorang warga yang mendapatkan bantuan pemugaran rumah, Mulyaji, warga dusun Sememi, desa Modopuro, berterima kasih ke semua yang terlibat pada acara tersebut. Dulu, rumahnya hanya berbahan kayu dan bambu. Tetapi, pasca dipugar, kini bermaterial tembok batu bata serta berlantai keramik. Seperti bangunan rumah pada umumnya. ”Iya. Rumah saya sebelumnya gubuk,” terangnya.

Mulyaji beserta istri dan satu anaknya tidak pernah terpikirkan bisa memiliki rumah seperti yang sudah dipugar oleh Pramuka. Mulyaji hanya dapat bertahan hidup dengan menjual kopi di warung sederhana miliknya. ”Semoga Allah membalas kebaikan semuanya,” pungkasnya. (bas)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pelaksanaan East Java Green Scout Innovation (EJGSI) Zona V di Mojokerto, sukses digelar dengan capaian memuaskan. Acara yang berlangsung selama tiga hari selama tiga hari (27-29/9) tersebut berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan tanpa kendala.

Kegiatan kerelawanan yang diselenggarakan oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta didukung Komisi E DPRD Jawa Timur ini telah memugar delapan unit rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga Desa Modopuro Kecamatan Mojosari dengan baik.

Sejak Juli lalu, hingga puncaknya pada upacara penutupan EJGSI Zona V di Mojokerto kemarin (29/9). Di acara penutupan yang digelar di aula SMPN 2 Mojosari, semua warga dihadirkan untuk menerima secara simbolis kunci rumah yang telah dipugar.

Ketua Kwarcab Kabupaten Mojokerto, Kak Dr Didik Khusnul Yakin menjelaskan, panitia juga  memberikan 150 paket bahan pangan dan masker, seratus tempat sampah, dan satu gerobak sampah.

Pemugaran RTLH dalam kegiatan EJGSI 2020 ini telah melalui proses survei dan penentuan keputusan yang penuh pertimbangan. Sebab, penerima manfaat tersebut harus benar-benar warga tidak mampu yang kondisi rumahnya sangat tidak layak huni.

Dengan demikian, tujuan yang ingin dicapai dalam acara tersebut terwujud dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. ’’Pengerjaan pemugaran dilakukan oleh peserta EJGSI yang merupakan anggota Pramuka penegak dan pandega Kwarcab Kabupaten Mojokerto  dibantu warga sekitar, ’’ujarnya.

Baca Juga :  Membantu Sesama dengan Donor darah
- Advertisement -

Wakil Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jatim, Drs AR Purmadi menyampaikan terima kasih dan syukur karena pelaksanaan kegiatan EJGSI 2020 di zona V Mojokerto telah selesai dan sukses mulai awal hingga akhir acara. ”Luar biasa Kwarcab Kabupaten Mojokerto. Pemugaran rumah warga dan  pengecatan fasum luar biasa cantiknya,’’ jelasnya.

Pria yang akrab disapa Kak Pur itu juga salut atas inisiatif Kwarcab Kabupaten Mojokerto. Mereka ikut memberi tambahan swadaya donasi sehingga rumah yang dipugar tidak hanya tujuh unit, menjadi delapan rumah. Sehingga tidak bergantung semata pada biaya dari panitia EJGSI.

Kegiatan EJGSI merupakan bentuk inovasi. Tidak melakukan program sektoral, tapi lintas sektoral. Dari pemprov, komisi E, pemerintah kota/kabupaten, dan Kwarcab. ”Kabupaten Mojokerto sangat luar biasa. Terima kasih saya sampaikan termasuk Kades Modopuro yang visioner dalam memperjuangkan warganya agar sejahtera,” ucapnya.

Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo, menyampaikan terima kasih ke Kwarda Jatim, Pemprov Jatim, serta Komisi E DPRD Jatim yang telah memperkenankan Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan EJGSI 2020. Program ini sangat bagus dan bisa berkelanjutan karena sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga :  Kodim 0815/Mojokerto Gelar Festival Pencak Silat Performance

”Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami. Bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat tentu akan sangat bermanfaat,” ucap pria yang juga Kadisnaker Propinsi Jawa Timur ini .

Anggota Komisi E DPRD Jatim Kak Suwandi Firdaus yang sehari sebelumnya menyempatkan meninjau langsung, berharap bisa terus membantu dan mendorong kegiatan tersebut agar terus terlaksana. Sebab, kegiatan seperti itu sangat membantu pemuda untuk selalu ingat pada jati dirinya dan melakukan gotong royong serta tolong-menolong. ”Saya harap kegiatan seperti ini berlanjut dan bisa dilaksana tiga kali setahun , karena dampaknya secara nyata bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” sebutnya.

Salah seorang warga yang mendapatkan bantuan pemugaran rumah, Mulyaji, warga dusun Sememi, desa Modopuro, berterima kasih ke semua yang terlibat pada acara tersebut. Dulu, rumahnya hanya berbahan kayu dan bambu. Tetapi, pasca dipugar, kini bermaterial tembok batu bata serta berlantai keramik. Seperti bangunan rumah pada umumnya. ”Iya. Rumah saya sebelumnya gubuk,” terangnya.

Mulyaji beserta istri dan satu anaknya tidak pernah terpikirkan bisa memiliki rumah seperti yang sudah dipugar oleh Pramuka. Mulyaji hanya dapat bertahan hidup dengan menjual kopi di warung sederhana miliknya. ”Semoga Allah membalas kebaikan semuanya,” pungkasnya. (bas)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/