alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Pjs Bupati Instruksikan Tekan Angka Covid-19 di Kabupaten Mojokerto

Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo menginstruksikan langkah-langkah strategis dan tegas untuk menanggulangi pandemi Covid-19. Terlebih lagi, saat ini wilayah Kabupaten Mojokerto kembali berstatus zona merah (risiko tinggi) Covid-19.

Hal tersebut dipaparkannya dalam rapat penanganan Covid-19 kepada tujuh kecamatan di Kabupaten Mojokerto dengan kasus Covid-19 tinggi atau berstatus zona merah. Tujuh kecamatan yang dimaksud adalah Sooko, Puri, Mojoanyar, Bangsal, Mojosari, Pungging, dan Jetis.

Rapat dihadiri jajaran Forkopimda. Antara lain, Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriyadi, Kajari diwakili Kasipidum serta OPD.

’’Tolong Tim Gugus Tugas Covid segera susun kebutuhan. Belanjakan untuk keperluan Covid. Dukung operasi yustisi. Siapkan masker dan rapid test on the spot. Penyakit ini tidak kenal wilayah kerja, jadi harus sinergi. Kalau masih ada JPS, hitung kembali, belikan sembako untuk masyarakat yang membutuhkan,’’ kata Pjs Bupati Mojokerto di Pendapa Graha Majatama Selasa (29/9) sore.

Tak cukup itu, Pjs Bupati Mojokerto secara tegas menginstruksikan penguatan sanksi bagi pelanggar aturan protokol kesehatan. Ia meminta untuk memetakan wilayah-wilayah rawan pelanggaran, dengan pengetatan operasi penindakan, disertai rapid test di tempat.

’’Kalo sanksi nyanyi, push-up dan sejenisnya tidak akan ada efek jera. Itu mangkannya kita punya Perda Nomor 2 dengan sanksi tegas. Jika diperlukan, bagi yang terjaring melanggar protokol, langsung rapid di tempat. Kalau reaktif, langsung amankan. Pakai hazmat jika perlu, biar ada shock therapy,’’ tegas Pjs Bupati.

Pjs Bupati Mojokerto juga mendorong kesembuhan secara psikis dengan memerintahkan blow up media guna mengabarkan kesembuhan para penyintas Covid-19. ’’Jangan cuma yang sakit, yang sembuh juga harus diberitakan dan viral. Buatkan testimoni. Sebarkan ke masyarakat. Saya dorong untuk berlomba ciptakan zona hijau (risiko terkendali) Covid-19,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Kepala Dinkes Sembuh dari Virus Korona, Hari Ini Langsung Masuk Kerja

Semua langkah-langkah strategis tersebut, tambah Pjs Bupati, semata-mata diterapkan agar mata rantai penyebaran Covid-19 segera tuntas. Dirinya juga mengajak semuanya untuk tetap menjaga optimisme melawan pandemi.

’’Kalau kita tidak sesuaikan diri dengan korona (tidak patuh protokol kesehatan), silakan menanggung risiko sendiri. Ini tantangan kita untuk bisa hidup menyesuaikan. Korona itu mahluk hidup juga, dia pun bisa beradaptasi pada lingkungan kita,’’ tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko, pada rapat ini menjelaskan kronologi bagaimana terjadi peningkatan perubahan status warna sebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto.

’’Dua minggu hasil PCR kita memang meningkat tajam. Setiap hari bahkan ada 10-20 yang positif Covid di Kabupaten Mojokerto. Puncaknya Sabtu lalu, kita jadi merah lagi,’’ papar kadinkes. Dikatakannya, Pemerintah Kabupaten Mojokerto akan menambah ribuan rapid test untuk deteksi awal risiko Covid-19.

’’Covid-19 saat ini penyebarannya lebih kuat dari yang pertama. Saya tadi perintahkan kepala puskesmas untuk mendata orang yang ada komorbid di masing-masing daerah. Kita cegah mereka ini agar tidak terpapar, karena sangat rentan. Kita aktifkan rapid dulu, karena akurasinya cukup baik sekitar 80 persen. Kita maksimalkan itu dengan menyiapkan 50 ribu rapid test kit,’’ tambah Sujatmiko.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, pada rapat ini kembali menekankan langkah penanggulangan Covid-19 dengan 3 T yakni testing, tracing, dan treatment.

’’Kalau reaktif kita treatment dulu dengan probiotik (supelem peningkat imunitas). Baru 3-4 hari kita swab. Operasi yustisi akan terus ditegakkan. OTG yang berkeliaran, harus diwaspadai. Karena saat ini ada klaster keluarga, klaster tetangga, klaster desa dll,’’ terangnya.

Baca Juga :  Kurva Kasus Positif Terus Naik, Tenaga Medis Kembali Terpapar Covid-19

Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto hadir pada rapat ini, mengaku siap membantu kelancaran penegakan protokol kesehatan.

’’TNI siap membantu dan support tenaga kesehatan. Terkait tempat isolasi, saat ini cukup terbatas dan jadi permasalahan. Sebab, RS rujukan sudah penuh. Saat ini tidak boleh lagi isolasi mandiri di rumah. Dulu ada rencana di gedung diklat Gedeg. Ayo kita manfaatkan itu,’’ jelasnya.

Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriyadi, mengikuti paparan rapat dengan menyampaikan pandangannya terhadap penanganan Covid-19.

’’Strategi utama kita di operasi yustisi. Pertumbuhan Covid di Jatim ini sudah turun. Kita ranking 4 dari 10 provinsi fokus utama penanganan Covid-19. Saya juga sependapat untuk pengetatan sanksi dari operasi yustisi. Pelanggar tidak boleh mengelak jika kedapatan melanggar, dengan alasan apa pun,’’ katanya.

Sebagai informasi, implementasi pengetatan protokol kesehatan melalui operasi yustisi disertai sidang di tempat juga dilaksanakan pada pagi hari yang sama. Operasi dilaksanakan di Jalan Mayjend H. Soemadi (depan Balai Desa Kutorejo), oleh jajaran Polres Mojokerto, Kodim 0815 Mojokerto dan Satpol PP Kabupaten Mojokerto.

Tindakan yang dilakukan yakni memeriksa kendaraan roda 2 dan roda 4 yang melintasi jalan, pemberkasan pelanggar yang tidak memakai masker dengan benar dan tidak membawa masker, dengan disertai penuntutan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) terhadap 22 orang yang tidak membawa masker.

Pelaksanaan sidang tipiring dilaksanakan di tempat yakni Balai Desa Kutorejo. Serta, pemberian teguran tertulis kepada masyarakat yang menggunakan masker dengan tidak benar dengan membuat Surat Pernyataan kepada 32 orang yang kedapatan melanggar. (tik)

 

Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo menginstruksikan langkah-langkah strategis dan tegas untuk menanggulangi pandemi Covid-19. Terlebih lagi, saat ini wilayah Kabupaten Mojokerto kembali berstatus zona merah (risiko tinggi) Covid-19.

Hal tersebut dipaparkannya dalam rapat penanganan Covid-19 kepada tujuh kecamatan di Kabupaten Mojokerto dengan kasus Covid-19 tinggi atau berstatus zona merah. Tujuh kecamatan yang dimaksud adalah Sooko, Puri, Mojoanyar, Bangsal, Mojosari, Pungging, dan Jetis.

Rapat dihadiri jajaran Forkopimda. Antara lain, Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriyadi, Kajari diwakili Kasipidum serta OPD.

’’Tolong Tim Gugus Tugas Covid segera susun kebutuhan. Belanjakan untuk keperluan Covid. Dukung operasi yustisi. Siapkan masker dan rapid test on the spot. Penyakit ini tidak kenal wilayah kerja, jadi harus sinergi. Kalau masih ada JPS, hitung kembali, belikan sembako untuk masyarakat yang membutuhkan,’’ kata Pjs Bupati Mojokerto di Pendapa Graha Majatama Selasa (29/9) sore.

Tak cukup itu, Pjs Bupati Mojokerto secara tegas menginstruksikan penguatan sanksi bagi pelanggar aturan protokol kesehatan. Ia meminta untuk memetakan wilayah-wilayah rawan pelanggaran, dengan pengetatan operasi penindakan, disertai rapid test di tempat.

’’Kalo sanksi nyanyi, push-up dan sejenisnya tidak akan ada efek jera. Itu mangkannya kita punya Perda Nomor 2 dengan sanksi tegas. Jika diperlukan, bagi yang terjaring melanggar protokol, langsung rapid di tempat. Kalau reaktif, langsung amankan. Pakai hazmat jika perlu, biar ada shock therapy,’’ tegas Pjs Bupati.

- Advertisement -

Pjs Bupati Mojokerto juga mendorong kesembuhan secara psikis dengan memerintahkan blow up media guna mengabarkan kesembuhan para penyintas Covid-19. ’’Jangan cuma yang sakit, yang sembuh juga harus diberitakan dan viral. Buatkan testimoni. Sebarkan ke masyarakat. Saya dorong untuk berlomba ciptakan zona hijau (risiko terkendali) Covid-19,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Bawa Mobil Pribadi, Mampir Masjid, Dua Pemuda Kuras Uang Jariyah

Semua langkah-langkah strategis tersebut, tambah Pjs Bupati, semata-mata diterapkan agar mata rantai penyebaran Covid-19 segera tuntas. Dirinya juga mengajak semuanya untuk tetap menjaga optimisme melawan pandemi.

’’Kalau kita tidak sesuaikan diri dengan korona (tidak patuh protokol kesehatan), silakan menanggung risiko sendiri. Ini tantangan kita untuk bisa hidup menyesuaikan. Korona itu mahluk hidup juga, dia pun bisa beradaptasi pada lingkungan kita,’’ tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko, pada rapat ini menjelaskan kronologi bagaimana terjadi peningkatan perubahan status warna sebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto.

’’Dua minggu hasil PCR kita memang meningkat tajam. Setiap hari bahkan ada 10-20 yang positif Covid di Kabupaten Mojokerto. Puncaknya Sabtu lalu, kita jadi merah lagi,’’ papar kadinkes. Dikatakannya, Pemerintah Kabupaten Mojokerto akan menambah ribuan rapid test untuk deteksi awal risiko Covid-19.

’’Covid-19 saat ini penyebarannya lebih kuat dari yang pertama. Saya tadi perintahkan kepala puskesmas untuk mendata orang yang ada komorbid di masing-masing daerah. Kita cegah mereka ini agar tidak terpapar, karena sangat rentan. Kita aktifkan rapid dulu, karena akurasinya cukup baik sekitar 80 persen. Kita maksimalkan itu dengan menyiapkan 50 ribu rapid test kit,’’ tambah Sujatmiko.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, pada rapat ini kembali menekankan langkah penanggulangan Covid-19 dengan 3 T yakni testing, tracing, dan treatment.

’’Kalau reaktif kita treatment dulu dengan probiotik (supelem peningkat imunitas). Baru 3-4 hari kita swab. Operasi yustisi akan terus ditegakkan. OTG yang berkeliaran, harus diwaspadai. Karena saat ini ada klaster keluarga, klaster tetangga, klaster desa dll,’’ terangnya.

Baca Juga :  Sudah Dua Bulan Dana Insentif Tak Cair, Nakes Covid-19 Pilih Pasrah

Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto hadir pada rapat ini, mengaku siap membantu kelancaran penegakan protokol kesehatan.

’’TNI siap membantu dan support tenaga kesehatan. Terkait tempat isolasi, saat ini cukup terbatas dan jadi permasalahan. Sebab, RS rujukan sudah penuh. Saat ini tidak boleh lagi isolasi mandiri di rumah. Dulu ada rencana di gedung diklat Gedeg. Ayo kita manfaatkan itu,’’ jelasnya.

Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriyadi, mengikuti paparan rapat dengan menyampaikan pandangannya terhadap penanganan Covid-19.

’’Strategi utama kita di operasi yustisi. Pertumbuhan Covid di Jatim ini sudah turun. Kita ranking 4 dari 10 provinsi fokus utama penanganan Covid-19. Saya juga sependapat untuk pengetatan sanksi dari operasi yustisi. Pelanggar tidak boleh mengelak jika kedapatan melanggar, dengan alasan apa pun,’’ katanya.

Sebagai informasi, implementasi pengetatan protokol kesehatan melalui operasi yustisi disertai sidang di tempat juga dilaksanakan pada pagi hari yang sama. Operasi dilaksanakan di Jalan Mayjend H. Soemadi (depan Balai Desa Kutorejo), oleh jajaran Polres Mojokerto, Kodim 0815 Mojokerto dan Satpol PP Kabupaten Mojokerto.

Tindakan yang dilakukan yakni memeriksa kendaraan roda 2 dan roda 4 yang melintasi jalan, pemberkasan pelanggar yang tidak memakai masker dengan benar dan tidak membawa masker, dengan disertai penuntutan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) terhadap 22 orang yang tidak membawa masker.

Pelaksanaan sidang tipiring dilaksanakan di tempat yakni Balai Desa Kutorejo. Serta, pemberian teguran tertulis kepada masyarakat yang menggunakan masker dengan tidak benar dengan membuat Surat Pernyataan kepada 32 orang yang kedapatan melanggar. (tik)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/