alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Pasien Positif dan Suspect Meningkat, Kota Zona Merah Lagi

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penegakan pendisiplinan protokol kesehatan (prokes) dan uji swab yang kian dimasifkan rupanya belum mampu menurunkan risiko penyebaran Covid-19. Saat ini, giliran Kota Mojokerto yang statusnya meningkat ke zona merah atau risiko tinggi penularan virus korona jenis baru.

Perubahan tersebut berdasarkan pembaruan peta risiko yang dirilis infocovid19.jatimprov.go.id per Selasa (29/9). Saat ini, status Kota Mojokerto meningkat dari sebelumnya zona oranye atau risiko sedang dengan skor 1,95 menjadi zona merah dengan skor 1,76.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo menjelaskan, penentuan peta risiko Covid-19 berdasarkan penghitungan sistem dari Gugus Tugas pusat. Setidaknya, terdapat 14 indikator yang menjadi acuan tingkat penularan.

Menurut Gaguk, sebanyak 12 indikator telah berhasil tercapai selama pekan terakhir ini. ’’Tapi ternyata ada dua indikator lain yang tidak bisa kita kendalikan sendiri,’’ paparnya kemarin.

Dijelaskannya, dua indikator tersebut adalah penurunan jumlah kasus positif Covid-19 dan probable yang dirawat di rumah sakit (RS). Selain itu, faktor lainnya juga disebabkan belum tercapainya penurunan jumlah kasus suspect yang dirawat di RS.

Baca Juga :  Papa Terima dengan Ikhlas sebagai Ujian dan Hukuman dari Allah

Kedua indikator tersebut, kata Gaguk, ditarget turun lebih dari 50 persen pada pekan terakhir. ’’Ternyata minggu terakhir ini tidak terjadi penurunan signifikan, karena jumlah pasiennya bertambah terus. Padahal pasien bukan dari warga kota saja,’’ ulasnya.

Menurutnya, data pasien konfirmasi positif, probable, dan suspect didapat dari enam RS yang tersebar di Kota Mojokerto. Sehingga, pihaknya mengaku, tidak bisa melakukan intervensi untuk melakukan penurunan. Karena RS mendapat rujukan pasien dari berbagai daerah. ’’Sehingga, tidak bisa kita kendalikan sendiri. Artinya kita tidak bisa mencegah orang berobat,’’ terangnya.

Sementara itu, indikator yang lain telah terpenuhi. Meskipun, jumlah penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 masih terus bertambah. Setidaknya, selama sepekan terakhir ini terjadi 46 kasus baru. Sehingga, secara kumulatif jumlah konfirmasi kasus positif Covid-19 telah menembus 511 kasus. ’’Meski bertambah, tapi tidak terlalu signifikan. Karena tidak lebih dari 50 persen dari kasus puncak,’’ tandas Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informastika (Diskominfo) ini.

Di samping itu, persentase kesembuhan juga telah menyentuh 79,26 persen atau 405 orang. Pun demikian dengan kasus kematian yang stagnan pada angka 6,65 persen atau 34 orang. Sehingga, masih terdapat 72 orang yang masih konfirmasi aktif.

Baca Juga :  Stok Darah PMI Menipis

Karena itu, gugus tugas berupaya mempertahankan indikator lain agar tidak memicu zona merah. Termasuk dengan menggencarkan upaya tracing dan testing untuk menemukan sekaligus melokalisir persebaran Covid-19. Bahkan, saat ini tes usap dimasifkan dengan menyasar rata-rata 250-300 orang per pekan.

Sehingga, cakupan uji swab meningkat signifikan menjadi 3.804 orang mencakup 2,71 persen dari total penduduk Kota Onde-Onde 140.175 jiwa. Gaguk menyebutkan, di samping untuk memutus rantai penularan, peningkatan uji dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) tersebut juga bertujuan menekan kasus kematian akibat Covid-19. ’’Karena peningkatan pemeriksaan sampel diagnosis menjadi salah satu indikator,’’ imbuhnya.

Di sisi lain, pemkot bersama TNI-Polri juga meningkatkan penegakan disiplin protokol kesehatan dengan operasi yustisi dan menerjunkan tim pemburu pelanggar. Warga yang kedapatan melanggar akan langsung diterakan sanksi berdasarkan Perda Provinsi Jatim 2/2020 dan Perwali 55 Tahun 2020. ’’Dalam beberapa minggu terakhir ini juga enggencarkan disiplin protokol kesheatan,’’ pungas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penegakan pendisiplinan protokol kesehatan (prokes) dan uji swab yang kian dimasifkan rupanya belum mampu menurunkan risiko penyebaran Covid-19. Saat ini, giliran Kota Mojokerto yang statusnya meningkat ke zona merah atau risiko tinggi penularan virus korona jenis baru.

Perubahan tersebut berdasarkan pembaruan peta risiko yang dirilis infocovid19.jatimprov.go.id per Selasa (29/9). Saat ini, status Kota Mojokerto meningkat dari sebelumnya zona oranye atau risiko sedang dengan skor 1,95 menjadi zona merah dengan skor 1,76.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo menjelaskan, penentuan peta risiko Covid-19 berdasarkan penghitungan sistem dari Gugus Tugas pusat. Setidaknya, terdapat 14 indikator yang menjadi acuan tingkat penularan.

Menurut Gaguk, sebanyak 12 indikator telah berhasil tercapai selama pekan terakhir ini. ’’Tapi ternyata ada dua indikator lain yang tidak bisa kita kendalikan sendiri,’’ paparnya kemarin.

Dijelaskannya, dua indikator tersebut adalah penurunan jumlah kasus positif Covid-19 dan probable yang dirawat di rumah sakit (RS). Selain itu, faktor lainnya juga disebabkan belum tercapainya penurunan jumlah kasus suspect yang dirawat di RS.

Baca Juga :  Tiket H-3 Lebaran Ludes

Kedua indikator tersebut, kata Gaguk, ditarget turun lebih dari 50 persen pada pekan terakhir. ’’Ternyata minggu terakhir ini tidak terjadi penurunan signifikan, karena jumlah pasiennya bertambah terus. Padahal pasien bukan dari warga kota saja,’’ ulasnya.

- Advertisement -

Menurutnya, data pasien konfirmasi positif, probable, dan suspect didapat dari enam RS yang tersebar di Kota Mojokerto. Sehingga, pihaknya mengaku, tidak bisa melakukan intervensi untuk melakukan penurunan. Karena RS mendapat rujukan pasien dari berbagai daerah. ’’Sehingga, tidak bisa kita kendalikan sendiri. Artinya kita tidak bisa mencegah orang berobat,’’ terangnya.

Sementara itu, indikator yang lain telah terpenuhi. Meskipun, jumlah penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 masih terus bertambah. Setidaknya, selama sepekan terakhir ini terjadi 46 kasus baru. Sehingga, secara kumulatif jumlah konfirmasi kasus positif Covid-19 telah menembus 511 kasus. ’’Meski bertambah, tapi tidak terlalu signifikan. Karena tidak lebih dari 50 persen dari kasus puncak,’’ tandas Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informastika (Diskominfo) ini.

Di samping itu, persentase kesembuhan juga telah menyentuh 79,26 persen atau 405 orang. Pun demikian dengan kasus kematian yang stagnan pada angka 6,65 persen atau 34 orang. Sehingga, masih terdapat 72 orang yang masih konfirmasi aktif.

Baca Juga :  Ketua DPRD: Warga Masih Kesulitan Mendapat Kamar Rawat Inap di RS

Karena itu, gugus tugas berupaya mempertahankan indikator lain agar tidak memicu zona merah. Termasuk dengan menggencarkan upaya tracing dan testing untuk menemukan sekaligus melokalisir persebaran Covid-19. Bahkan, saat ini tes usap dimasifkan dengan menyasar rata-rata 250-300 orang per pekan.

Sehingga, cakupan uji swab meningkat signifikan menjadi 3.804 orang mencakup 2,71 persen dari total penduduk Kota Onde-Onde 140.175 jiwa. Gaguk menyebutkan, di samping untuk memutus rantai penularan, peningkatan uji dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) tersebut juga bertujuan menekan kasus kematian akibat Covid-19. ’’Karena peningkatan pemeriksaan sampel diagnosis menjadi salah satu indikator,’’ imbuhnya.

Di sisi lain, pemkot bersama TNI-Polri juga meningkatkan penegakan disiplin protokol kesehatan dengan operasi yustisi dan menerjunkan tim pemburu pelanggar. Warga yang kedapatan melanggar akan langsung diterakan sanksi berdasarkan Perda Provinsi Jatim 2/2020 dan Perwali 55 Tahun 2020. ’’Dalam beberapa minggu terakhir ini juga enggencarkan disiplin protokol kesheatan,’’ pungas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto ini.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/