alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Hari Ini Jamaah Diboyong ke Arafah

MAKKAH – Jelang puncak wukuf di Armina (Arafah, Mina dan Muzdalifah) petugas dan jamaah haji mulai mempersiapkan mental dan fisik. Di beberapa kelompok terbang (kloter) termasuk dari Kabupaten/Kota Mojokerto, kesiapan ini dimulai dengan menggelar ritual doa dan cek kesehatan.

Ketua kloter 81 Embarkasi SUB (Surabaya) Misbahul Arifin menuturkan, jamaah dan petugas siap untuk diberangkatkan dari hotel masing-masing menuju Arafah, hari ini. ”Doa bersama ini bertujuan menyamakan persepsi saat wukuf dan kegiatan di Armina,” ujarnya. Puncak wukuf dimulai pada 9 Zulhijah atau 29 Agustus hingga 3 September mendatang.

Selain itu, Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) di setiap kloter, mulai disiagakan menangani jamaah haji selama di Armina. Dalam satu kloter, tim kesehatan terbagi atas 1 dokter dan 2 orang perawat. Dokter Kloter 81 (Kabupaten Mojokerto) dr Tantri mengatakan, tim kesehatan kloter akan bergabung dengan KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia). Tim akan bekerja secara mobile untuk mendampingi jamaah. Termasuk saat jamaah berjalan menuju Jamarat dari Mina melakukan ritual lempar jumrah.

Baca Juga :  Malam 1 Sura, Mandi Kembang, Wisatawan Sucikan Diri

Tim kesehatan di sebar di Mina Jadid dan maktab 29. Setiap pos akan dibekali dengan peralatan medis dan obat-obatan pertolongan pertama. ”Penjaga kesehatan secara mobile ini untuk meminimalisasi terjadinya gangguan kesehatan jamaah,” katanya.

Sehari sebelum jamaah diboyong menggunakan bus, tim kesehatan kloter mengedukasi jamaah. Mereka bekerja sama dengan tim preventif promotif (TPP) di masing-masing sektor. Seperti menyosialisasikan pentingnya menjaga kondisi fisik dan kesehatan, serta meminta jamaah aktif melapor jika mengalami gangguan kesehatan. 

Menurut Tantri, jamaah diedukasi agar terhindar dari potensi heatstroke saat menjalani rukun wajib haji. Salah satunya agar memaksimalkan payung, topi, kacamata, masker, dan rajin minum air putih. ”Minimal 200 CC tiap satu jam tanpa menunggu rasa haus,” tandasnya. Selama pemeriksaan kesehatan di hotel, tim kembali mendata sekaligus melaksanakan pemeriksaan rutin kepada jamaah yang mengalami risiko tinggi (risti).

Sementara itu, transportasi angkutan dari Makkah  ke Arafah dimulai Rabu (30/8) pukul 09.00 WAS. Terbagi atas transportasi pengangkut jamaah menjalani nafar awal pada 12 Zulhijah, dan membawa jamaah nafar tsani pada 13 Zulhijah. ”Angkutan akan ke hotel sekitar jam 09.00 WAS,” kata Mustahil Arifin, ketua Kloter 81.

Baca Juga :  Di Tengah Lebaran, Tambah 5 Lagi, Positif Covid-19 Jadi 29 Orang

Sebanyak 445 jamaah Kabupaten Mojokerto tergabung dalam kloter 81 dipastikan semua mengikuti proses wukuf. Dan, rencananya mengikuti nafar awal. Nafar awal adalah melontar jumrah di tanggal 10, 11, 12 Zulhijah. Mereka hanya dua malam menginap di Mina, lalu meninggalkan Mina menuju Makkah pada 12 Zulhijah sebelum matahari terbenam. Sedangkan, total kerikil yang digunakan untuk melontar jumrah sebanyak 49 butir.

Sedangkan, nafar tsani atau nafar akhir, jamaah melontar jumrah pada tanggal 10, 11, 12 dan 13 Zulhijah, dengan total batu yang dilontar 70 butir. Mereka menginap di Mina selama tiga malam dan meninggalkan Mina menuju Makkah pada 13 Zulhijah. ”Pemberangkatan sesuai nomor undian, dan kloter 81 di awal pemberangkatan,” terang Misbahul.

Dia menyatakan, titik krusial lalu lintas diprendiksi terjadi pada pemberangkatan tanggal 12 Zulhijah. Di mana, Kota Makkah akan dipenuhi oleh seluruh jamaah haji dari seantero dunia. Mereka akan memenuhi jalan-jalan dengan berjalan kaki untuk melakukan tawaf ifadah di Masjidilharam. ”Kemungkinan tanggal 12 Zulhijah itu bus-bus akan sulit mendekati gedung-gedung tempat tinggal jamaah,’’ pungkasnya.

MAKKAH – Jelang puncak wukuf di Armina (Arafah, Mina dan Muzdalifah) petugas dan jamaah haji mulai mempersiapkan mental dan fisik. Di beberapa kelompok terbang (kloter) termasuk dari Kabupaten/Kota Mojokerto, kesiapan ini dimulai dengan menggelar ritual doa dan cek kesehatan.

Ketua kloter 81 Embarkasi SUB (Surabaya) Misbahul Arifin menuturkan, jamaah dan petugas siap untuk diberangkatkan dari hotel masing-masing menuju Arafah, hari ini. ”Doa bersama ini bertujuan menyamakan persepsi saat wukuf dan kegiatan di Armina,” ujarnya. Puncak wukuf dimulai pada 9 Zulhijah atau 29 Agustus hingga 3 September mendatang.

Selain itu, Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) di setiap kloter, mulai disiagakan menangani jamaah haji selama di Armina. Dalam satu kloter, tim kesehatan terbagi atas 1 dokter dan 2 orang perawat. Dokter Kloter 81 (Kabupaten Mojokerto) dr Tantri mengatakan, tim kesehatan kloter akan bergabung dengan KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia). Tim akan bekerja secara mobile untuk mendampingi jamaah. Termasuk saat jamaah berjalan menuju Jamarat dari Mina melakukan ritual lempar jumrah.

Baca Juga :  Pos Akui Kurang Kurir, Pengiriman Adminduk Amburadul

Tim kesehatan di sebar di Mina Jadid dan maktab 29. Setiap pos akan dibekali dengan peralatan medis dan obat-obatan pertolongan pertama. ”Penjaga kesehatan secara mobile ini untuk meminimalisasi terjadinya gangguan kesehatan jamaah,” katanya.

- Advertisement -

Sehari sebelum jamaah diboyong menggunakan bus, tim kesehatan kloter mengedukasi jamaah. Mereka bekerja sama dengan tim preventif promotif (TPP) di masing-masing sektor. Seperti menyosialisasikan pentingnya menjaga kondisi fisik dan kesehatan, serta meminta jamaah aktif melapor jika mengalami gangguan kesehatan. 

Menurut Tantri, jamaah diedukasi agar terhindar dari potensi heatstroke saat menjalani rukun wajib haji. Salah satunya agar memaksimalkan payung, topi, kacamata, masker, dan rajin minum air putih. ”Minimal 200 CC tiap satu jam tanpa menunggu rasa haus,” tandasnya. Selama pemeriksaan kesehatan di hotel, tim kembali mendata sekaligus melaksanakan pemeriksaan rutin kepada jamaah yang mengalami risiko tinggi (risti).

Sementara itu, transportasi angkutan dari Makkah  ke Arafah dimulai Rabu (30/8) pukul 09.00 WAS. Terbagi atas transportasi pengangkut jamaah menjalani nafar awal pada 12 Zulhijah, dan membawa jamaah nafar tsani pada 13 Zulhijah. ”Angkutan akan ke hotel sekitar jam 09.00 WAS,” kata Mustahil Arifin, ketua Kloter 81.

Baca Juga :  Di Tengah Lebaran, Tambah 5 Lagi, Positif Covid-19 Jadi 29 Orang

Sebanyak 445 jamaah Kabupaten Mojokerto tergabung dalam kloter 81 dipastikan semua mengikuti proses wukuf. Dan, rencananya mengikuti nafar awal. Nafar awal adalah melontar jumrah di tanggal 10, 11, 12 Zulhijah. Mereka hanya dua malam menginap di Mina, lalu meninggalkan Mina menuju Makkah pada 12 Zulhijah sebelum matahari terbenam. Sedangkan, total kerikil yang digunakan untuk melontar jumrah sebanyak 49 butir.

Sedangkan, nafar tsani atau nafar akhir, jamaah melontar jumrah pada tanggal 10, 11, 12 dan 13 Zulhijah, dengan total batu yang dilontar 70 butir. Mereka menginap di Mina selama tiga malam dan meninggalkan Mina menuju Makkah pada 13 Zulhijah. ”Pemberangkatan sesuai nomor undian, dan kloter 81 di awal pemberangkatan,” terang Misbahul.

Dia menyatakan, titik krusial lalu lintas diprendiksi terjadi pada pemberangkatan tanggal 12 Zulhijah. Di mana, Kota Makkah akan dipenuhi oleh seluruh jamaah haji dari seantero dunia. Mereka akan memenuhi jalan-jalan dengan berjalan kaki untuk melakukan tawaf ifadah di Masjidilharam. ”Kemungkinan tanggal 12 Zulhijah itu bus-bus akan sulit mendekati gedung-gedung tempat tinggal jamaah,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/