alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Sumbat Sungai, Tebar Bau Menyengat, Warga Keluhkan Sampah Dalam Kota

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Slogan bebas sampah di Kota Mojokerto hingga kini hanya angan. Terbukti, hingga kini tumpukan sampah masih bertebaran di mana-mana.

Tak hanya di area Jalan Benteng Pancasila (Benpas), sumbatan sampah juga kian meluas. Terdapat di sejumlah titik drainase di Kota Onde-Onde. Sejauh ini belum ada tindakan serius dari pihak terkait. Baik dalam memerangi sampah maupun pembersihan tumpukan sampah yang kian menggunung.

Di sepanjang drainase Jalan Benpas misalnya. Dari pantauan radarmojokerto.id, hingga Senin (29/7) ini sumbatan sampah di sisi utara dan selatan jalan masih terlihat menumpuk. ’’Belum ada pembersihan,’’ ungkap Jalaludin, 25, salah satu warga.

Dirinya belum melihat petugas melakukan pembersihan saluran air di sepanjang Jalan Benpas yang tiap harinya dilalui. Baik pagi, sore maupun malam. Menurutnya, kalau pun sudah dibersihkan, buktinya sampah yang didominasi kemasan plastik dan botol air mineral tersebut masih menumpuk.

’’Ini belum seberapa parah. Kalau hari Minggu, tidak hanya di saluran air. Tapi di jalan raya juga banyak,’’ tuturnya. Kondisi itu sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain membuat peemandangan menjadi kumuh, sampah yang mulai membusuk juga menimbulkan bau menyengat. ’’Apalagi di area sini (Benpas) kan pusat keramaian. Jelas, sangat memprihatinkan,’’ sesal warga Meri ini.

Baca Juga :  Di Sekolah Masih Dilarang Lepas Masker

Tak hanya di Benpas, dari pantauan radarmojokerto.id, tumpukan sampah juga terjadi di drainase Jalan Kedungsari Kecamatan Magersari. Tak hanya sampah plastik, sampah rumah tangga seperti popok bayi juga mendominasi. Termasuk di Jalan Raya Empunala, Kelurahan Kedundung. Terpantau berbagai sampah menumpuk di sungai.

Tak urung kondisi itu sangat mengganggu kenyamanan warga. ’’Iya Mas, baunya menyengat,’’ ungkap Irawan, salah satu warga saat di lokasi. Tak hanya itu, ceceran sampah juga terjadi di aliran drainase Jalan Semeru, Kelurahan Wates. Aliran sungai yang berada di sebelah SMPN 9 itu terpantau banyak tumpukan sampah. Termasuk aliran dranase jalan raya depan Kantor Dinas Pendidikan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Mashudi mengaku sudah berupaya membersihkan tumpukan sampah yang berada di sepanjang saluran air. Terutama yang berada di Jalur Benpas atau avur Sinoman. ’’Habis kita bersihakan, belum sampai satu hari sudah ada lagi sampahnya,’’ terangnya.

Untuk itu, pihaknya berharap ada kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Terutama di saluran air. Karena hal itu berpotensi menyebabkan pendangkalan bahkan penyumbatan yang memicu terjadinya banjir.

Baca Juga :  Pemkab Bangun Dua SMP Baru

Ke depan, pihaknya juga bakal berkoordinasi dengan lintas sektoral untuk mengatasi masalah sampah. Termasuk dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satpol PP Kota Mojokerto. Langkah itu dilakukan dalam rangka peningkatan pengawasan dan peningkatan kesadaran masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya.

’’Kalau tiap hari dibersihkan ya percuma kalau masyarakat tetap membuang sampah di saluran,’’ tandasnya. Tak hanya permasalah sampah di sungai, sebagaimana diketahui, keindahan Kota Onde-Onde kini kian memudar. Beberapa titik taman dan ruang terbuka hijau (RTH) terlihat minim perhatian dari DLH Kota Mojokerto. Sejumlah fasilitas rusak dan cat yang mulai mengelupas.

Seperti yang terlihat di Alun-Alun Kota Mojokerto misalnya. Ikon Kota Mojokerto terlihat kusam. Terutama dalam hal kebersihan. Sepertinya kurang diperhatikan. Karena masih banyak sampah. Selain itu, dia menilai fasilitas bermain juga juga perlu dilengkapi lagi. Terlebih, lokasi tersebut tahun ini telah mendapatkan penghargaan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) tingkat nasional. (ori/ram)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Slogan bebas sampah di Kota Mojokerto hingga kini hanya angan. Terbukti, hingga kini tumpukan sampah masih bertebaran di mana-mana.

Tak hanya di area Jalan Benteng Pancasila (Benpas), sumbatan sampah juga kian meluas. Terdapat di sejumlah titik drainase di Kota Onde-Onde. Sejauh ini belum ada tindakan serius dari pihak terkait. Baik dalam memerangi sampah maupun pembersihan tumpukan sampah yang kian menggunung.

Di sepanjang drainase Jalan Benpas misalnya. Dari pantauan radarmojokerto.id, hingga Senin (29/7) ini sumbatan sampah di sisi utara dan selatan jalan masih terlihat menumpuk. ’’Belum ada pembersihan,’’ ungkap Jalaludin, 25, salah satu warga.

Dirinya belum melihat petugas melakukan pembersihan saluran air di sepanjang Jalan Benpas yang tiap harinya dilalui. Baik pagi, sore maupun malam. Menurutnya, kalau pun sudah dibersihkan, buktinya sampah yang didominasi kemasan plastik dan botol air mineral tersebut masih menumpuk.

’’Ini belum seberapa parah. Kalau hari Minggu, tidak hanya di saluran air. Tapi di jalan raya juga banyak,’’ tuturnya. Kondisi itu sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain membuat peemandangan menjadi kumuh, sampah yang mulai membusuk juga menimbulkan bau menyengat. ’’Apalagi di area sini (Benpas) kan pusat keramaian. Jelas, sangat memprihatinkan,’’ sesal warga Meri ini.

Baca Juga :  Ning Ita Datangi Rumah Warga, Beri Bantuan Modal Usaha

Tak hanya di Benpas, dari pantauan radarmojokerto.id, tumpukan sampah juga terjadi di drainase Jalan Kedungsari Kecamatan Magersari. Tak hanya sampah plastik, sampah rumah tangga seperti popok bayi juga mendominasi. Termasuk di Jalan Raya Empunala, Kelurahan Kedundung. Terpantau berbagai sampah menumpuk di sungai.

- Advertisement -

Tak urung kondisi itu sangat mengganggu kenyamanan warga. ’’Iya Mas, baunya menyengat,’’ ungkap Irawan, salah satu warga saat di lokasi. Tak hanya itu, ceceran sampah juga terjadi di aliran drainase Jalan Semeru, Kelurahan Wates. Aliran sungai yang berada di sebelah SMPN 9 itu terpantau banyak tumpukan sampah. Termasuk aliran dranase jalan raya depan Kantor Dinas Pendidikan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Mashudi mengaku sudah berupaya membersihkan tumpukan sampah yang berada di sepanjang saluran air. Terutama yang berada di Jalur Benpas atau avur Sinoman. ’’Habis kita bersihakan, belum sampai satu hari sudah ada lagi sampahnya,’’ terangnya.

Untuk itu, pihaknya berharap ada kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Terutama di saluran air. Karena hal itu berpotensi menyebabkan pendangkalan bahkan penyumbatan yang memicu terjadinya banjir.

Baca Juga :  Usia Baru, Perjalanan Baru, dan Lebih Berkesan

Ke depan, pihaknya juga bakal berkoordinasi dengan lintas sektoral untuk mengatasi masalah sampah. Termasuk dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satpol PP Kota Mojokerto. Langkah itu dilakukan dalam rangka peningkatan pengawasan dan peningkatan kesadaran masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya.

’’Kalau tiap hari dibersihkan ya percuma kalau masyarakat tetap membuang sampah di saluran,’’ tandasnya. Tak hanya permasalah sampah di sungai, sebagaimana diketahui, keindahan Kota Onde-Onde kini kian memudar. Beberapa titik taman dan ruang terbuka hijau (RTH) terlihat minim perhatian dari DLH Kota Mojokerto. Sejumlah fasilitas rusak dan cat yang mulai mengelupas.

Seperti yang terlihat di Alun-Alun Kota Mojokerto misalnya. Ikon Kota Mojokerto terlihat kusam. Terutama dalam hal kebersihan. Sepertinya kurang diperhatikan. Karena masih banyak sampah. Selain itu, dia menilai fasilitas bermain juga juga perlu dilengkapi lagi. Terlebih, lokasi tersebut tahun ini telah mendapatkan penghargaan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) tingkat nasional. (ori/ram)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/