alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Jamaah Haji Berburu Keberkahan Zamzam di Masjidilharam

MAKKAH, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jamaah haji dari berbagai belahan dunia pasti tidak akan melewatkan kesempatan menikmati keberkahan air zamzam.

Termasuk di Masjidilharam yang selalu dipadati jamaah haji.Baik yang ingin meminum langsung maupun bekal dibawa ke hotel. Dalam Masjidilharam bahkan sampai disediakan keran air zamzam khusus.Mulai dari pintu masuk gerbang masjid hingga di dalam masjid.

Nah, untuk lebih afdal saat dibawa pulang ke rumah, banyak jamaah sengaja menyiapkan botol-botol air meniral dengan berbagai ukuran. Setiap melaksanakan salat lima waktu, banyak jamaah berburu zamzam untuk disimpan dalam botol. Sebagian bahkan sengaja dibawa sembari bertawaf agar semakin mendapat keberkahan.

Meski jumlah jamaah semakin membeludak, namun tak menyurutkan mereka untuk mengambil zamzam. Salah satunya adalah Wijaya. Jamaah asal Mojokerto ini selalu membawa 2 botol ukuran 600 mililiter untuk diminum selama berada di hotel. ’’Saya sengaja menyediakan botol setiap pergi salat ke Masjidilharam. Bawa satu atau dua botol untuk diisi zamzam,’’ katanya.

Baca Juga :  Dorong OPD Genjot Serapan Anggaran

Namun, jamaah yang akan membawa air dalam botol kerap kucing-kucingan dengan Askar atau polisi yang berjaga dan berpatroli di dalam Masjidilharam. Sebab, sesuai aturan, zamzam yang disediakan tidak diperkenankan dibawa pulang. Nah, untuk bisa lolos dari pantauan Askar, para jamaah yang mengambil zamzam selalu mendahulukan minum menggunakan gelas.

Setelah dirasa aman dari pantauan petugas, mereka bergegas memasukkan zamzam dari gelas ke dalam botol. Kemudian disimpan dalam tas. Umar, jamaah lainnya mengaku, berburu zamzam khusus yang berada dalam gentong di dalam masjid dengan berbagai alasan. ’’Kalau yang di dalam gentongnya boleh jadi asli dari sumurnya. Tapi, kalau yang di luar belum tentu, karena bebas mengambilnya,’’ katanya. (ahmad basuni)

Baca Juga :  Screening Pendatang di Terminal, Stasiun, dan Pintu Tol

MAKKAH, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jamaah haji dari berbagai belahan dunia pasti tidak akan melewatkan kesempatan menikmati keberkahan air zamzam.

Termasuk di Masjidilharam yang selalu dipadati jamaah haji.Baik yang ingin meminum langsung maupun bekal dibawa ke hotel. Dalam Masjidilharam bahkan sampai disediakan keran air zamzam khusus.Mulai dari pintu masuk gerbang masjid hingga di dalam masjid.

Nah, untuk lebih afdal saat dibawa pulang ke rumah, banyak jamaah sengaja menyiapkan botol-botol air meniral dengan berbagai ukuran. Setiap melaksanakan salat lima waktu, banyak jamaah berburu zamzam untuk disimpan dalam botol. Sebagian bahkan sengaja dibawa sembari bertawaf agar semakin mendapat keberkahan.

Meski jumlah jamaah semakin membeludak, namun tak menyurutkan mereka untuk mengambil zamzam. Salah satunya adalah Wijaya. Jamaah asal Mojokerto ini selalu membawa 2 botol ukuran 600 mililiter untuk diminum selama berada di hotel. ’’Saya sengaja menyediakan botol setiap pergi salat ke Masjidilharam. Bawa satu atau dua botol untuk diisi zamzam,’’ katanya.

Baca Juga :  Sumur Mengering, Warga Mandi Pakai Air Galon

Namun, jamaah yang akan membawa air dalam botol kerap kucing-kucingan dengan Askar atau polisi yang berjaga dan berpatroli di dalam Masjidilharam. Sebab, sesuai aturan, zamzam yang disediakan tidak diperkenankan dibawa pulang. Nah, untuk bisa lolos dari pantauan Askar, para jamaah yang mengambil zamzam selalu mendahulukan minum menggunakan gelas.

Setelah dirasa aman dari pantauan petugas, mereka bergegas memasukkan zamzam dari gelas ke dalam botol. Kemudian disimpan dalam tas. Umar, jamaah lainnya mengaku, berburu zamzam khusus yang berada dalam gentong di dalam masjid dengan berbagai alasan. ’’Kalau yang di dalam gentongnya boleh jadi asli dari sumurnya. Tapi, kalau yang di luar belum tentu, karena bebas mengambilnya,’’ katanya. (ahmad basuni)

Baca Juga :  Innalillahi, Jamaah Mojokerto Wafat saat Menuju Masjidilharam

Artikel Terkait

Most Read

Vaksinasi Siswa SD Tunggu SMP Tuntas

Gus Barra: Saya NU Asli, Bukan KW

18 Tahun, Menjadi Pribadi Lebih Matang

Artikel Terbaru


/