alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Saturday, August 13, 2022

Hari Kedua PPDB Jalur Zonasi, Dua SD Negeri Minim Pendaftar

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Selama proses PPDB jalur zonasi, terdapat dua SD negeri yang merana lantaran sepi pendaftar. Sejak tiga hari digelar, jumlah pendaftar di sekolah itu tak tembus 15 orang.

Seperti di SD Negeri Mentikan 6. Hingga kemarin, jumlah calon peserta didik baru yang mendaftar di sekolah tersebut sama sekali tidak mengalami penambahan. Totalnya masih tetap 7 pendaftar dari pagu 28 anak. Jumlah ini sama sekali tidak bergerak sejak hari pertama PPDB jalur zonasi yang dimulai Senin lalu (27/6). ”Hari pertama itu saja ramainya. Setelah itu, sampai hari ini (kemarin) sama sekali tidak ada pendaftar yang datang,” ujar Kepala SDN Mentikan 6 Ali Ariyanto.

Ali menuturkan, kendala minim pendaftar di sekolahnya disebabkan jumlah lulusan TK yang berada di kelurahan tersebut hanya 12 anak saja. Sehingga, masih ada lima anak yang harusnya ditargetkan masuk dalam jalur zonasi SD Negeri Mentikan 6. ”Berdasarkan data, ada 12 anak yang harusnya masuk ke SD sini. Maka, lima anak yang belum daftar akan kita jemput bola untuk segera mendaftar sebelum jadwalnya ditutup,” sebutnya.

Baca Juga :  Antusiasme Warga Kota Sambut Hari Jadi Kota Mojokerto

Senada terjadi di SD Negeri Sentanan. Meski terletak di tengah pemukiman padat penduduk, jumlah pendaftar di sekolah ini minim. Dari kapasitas pagu 28, hingga Rabu (29/6), baru ada 11 murid yang mendaftar. ”Kendalanya, karena di kelurahan ini, jumlah anak usia masuk SD hanya sedikit. Warganya didominasi usia produktif, makanya jumlah pendaftarnya juga berdampak,” kata Kepala SD Negeri Sentanan Laseno.

Dia merinci, berdasarkan data sasaran, hanya ada tujuh anak lulusan TK yang otomatis masuk di SD Negeri Sentanan. Semuanya sudah mendaftar di SD tersebut. Sisa empat anak berasal dari pendaftar lintas kelurahan dalam kota. ”Biasanya nanti kalau sudah jelang penutupan, banyak dari luar kota lari ke sini. Kami jemput bola juga ke siswa yang mungkin masih mau daftar ke SD Sentanan agar setidaknya pagu bisa terpenuhi 16 orang seperti tahun lalu,” bebernya.

Baca Juga :  Jamaah asal Mojokerto Bergerak dari Muzdalifah ke Mina

Sementara itu, Kasi Pendidikan Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Sekolah Dasar, Dinas P dan K Kota Mojokerto, Putra Wira Perkasa mengatakan, di jenjang SD, sudah ada 32 lembaga yang terpenuhi pagunya. Itu dari total 47 SD negeri. ”Yang update terakhir malam ini (kemarin), masih ada 15 SD yang belum terisi penuh,” ucapnya.

Putra menuturkan, memang ada beberapa SD yang setiap tahun mengalami kekurangan siswa. Diakibatkan jumlah lulusan TK yang di kelurahan tersebut minim. Sehingga, kekurangan itu baru bisa tertutupi jika ada pendaftar dari luar kota. ”Bahkan, ada juga murid yang baru mendaftar meski PPDB sudah ditutup. Itu diperbolehkan, karena nanti tetap masuk pendataan baru Agustus, semua sekolah akan direkap,” pungkasnya. (oce/ron)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Selama proses PPDB jalur zonasi, terdapat dua SD negeri yang merana lantaran sepi pendaftar. Sejak tiga hari digelar, jumlah pendaftar di sekolah itu tak tembus 15 orang.

Seperti di SD Negeri Mentikan 6. Hingga kemarin, jumlah calon peserta didik baru yang mendaftar di sekolah tersebut sama sekali tidak mengalami penambahan. Totalnya masih tetap 7 pendaftar dari pagu 28 anak. Jumlah ini sama sekali tidak bergerak sejak hari pertama PPDB jalur zonasi yang dimulai Senin lalu (27/6). ”Hari pertama itu saja ramainya. Setelah itu, sampai hari ini (kemarin) sama sekali tidak ada pendaftar yang datang,” ujar Kepala SDN Mentikan 6 Ali Ariyanto.

Ali menuturkan, kendala minim pendaftar di sekolahnya disebabkan jumlah lulusan TK yang berada di kelurahan tersebut hanya 12 anak saja. Sehingga, masih ada lima anak yang harusnya ditargetkan masuk dalam jalur zonasi SD Negeri Mentikan 6. ”Berdasarkan data, ada 12 anak yang harusnya masuk ke SD sini. Maka, lima anak yang belum daftar akan kita jemput bola untuk segera mendaftar sebelum jadwalnya ditutup,” sebutnya.

Baca Juga :  KPK Beri Kesempatan Mardani Maming Membela Diri setelah Serahkan Diri

Senada terjadi di SD Negeri Sentanan. Meski terletak di tengah pemukiman padat penduduk, jumlah pendaftar di sekolah ini minim. Dari kapasitas pagu 28, hingga Rabu (29/6), baru ada 11 murid yang mendaftar. ”Kendalanya, karena di kelurahan ini, jumlah anak usia masuk SD hanya sedikit. Warganya didominasi usia produktif, makanya jumlah pendaftarnya juga berdampak,” kata Kepala SD Negeri Sentanan Laseno.

Dia merinci, berdasarkan data sasaran, hanya ada tujuh anak lulusan TK yang otomatis masuk di SD Negeri Sentanan. Semuanya sudah mendaftar di SD tersebut. Sisa empat anak berasal dari pendaftar lintas kelurahan dalam kota. ”Biasanya nanti kalau sudah jelang penutupan, banyak dari luar kota lari ke sini. Kami jemput bola juga ke siswa yang mungkin masih mau daftar ke SD Sentanan agar setidaknya pagu bisa terpenuhi 16 orang seperti tahun lalu,” bebernya.

Baca Juga :  Kades Nono Sulit Berkelit dari Dakwaan Pidana Pemilu

Sementara itu, Kasi Pendidikan Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Sekolah Dasar, Dinas P dan K Kota Mojokerto, Putra Wira Perkasa mengatakan, di jenjang SD, sudah ada 32 lembaga yang terpenuhi pagunya. Itu dari total 47 SD negeri. ”Yang update terakhir malam ini (kemarin), masih ada 15 SD yang belum terisi penuh,” ucapnya.

- Advertisement -

Putra menuturkan, memang ada beberapa SD yang setiap tahun mengalami kekurangan siswa. Diakibatkan jumlah lulusan TK yang di kelurahan tersebut minim. Sehingga, kekurangan itu baru bisa tertutupi jika ada pendaftar dari luar kota. ”Bahkan, ada juga murid yang baru mendaftar meski PPDB sudah ditutup. Itu diperbolehkan, karena nanti tetap masuk pendataan baru Agustus, semua sekolah akan direkap,” pungkasnya. (oce/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/