alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Calon Pasien Harus Inden Kamar

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Warga Mojokerto yang terinveksi Covid-19, memilih menjalani isolasi mandiri. Pilihan ini lantaran keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan sudah penuh selama dua pekan terakhir.

Seperti yang dilakukan AN. Warga Perumahan Gatoel, Jalan Jawa, Kelurahan/Kecamatan Kranggan ini dinyatakan positif dari hasil tes swab PCR pada Kamis (24/6) lalu. AN mengaku kurang lebih empat hari menunggu adanya tempat tidur yang kosong. ”Karena bergejala saya disuruh rujuk kerumah sakit, tapi waktu itu puskesmas nyari ternyata kondisi penuh semua. Tak ada yang kosong sama sekali,” terang dia.

Akhirnya, pihak puskesmas memberi saran untuk melakukan isolasi mandiri sementara di rumahnya. Kendati demikian, AN tak tinggal diam. Dirinya juga sempat mencari tahu keterisian tempat tidur di dua rumah sakit. Yakni di Rumah Sakit (RS) Gatoel dan RSI Sakinah, Sooko.

Di RS Gatoel, dia sudah melakukan pendaftaran dan sudah termasuk dalam waiting list atau inden. Namun, hasilnya nihil.”Sampai istri saya juga yang sebelumnya ndak papa, ikutan batuk-batuk. Saya takutnya terpapar dari saya,” ucap bapak dua anak itu.

Baca Juga :  Teknologi dan Inovasi Sektor Keuangan Mewujudkan Green Economy

Kemarin (29/6) sore, AN mendapat kabar baik. Pihak puskesmas menghubunginya untuk segera mengurus pendaftaran rujukan ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. Lantaran masih ada ranjang yang kosong. ”Tadi saya dihubungi pihak puskesmas, katanya ada di RSUD Kota. Alhamdulillah akhirnya dapat tempat, sulit sekali mencari ranjang. Harus menunggu, itupun kalau yang ditunggu segera dipulangkan,” katanya.

AN mengaku, sementara waktu ini, dia masih berada di IGD ditemani sang istri. Sebab, sang istri berinisial IL juga menjalani tes swab PCR yang belum diketahui hasilnya dan merupakan kontak erat dengannya. Sedangkan kedua anaknya, kini masih di rumah bersama mertuanya di rumahnya.

Sementara itu, terpisah, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Mojokerto dr Lily Nurlaily membenarkan keterisian seluruh rumah sakit untuk penanganan Covid-19 penuh. Termasuk keterisian ranjang di Rusunawa Cinde. Sehingga, beberapa warga mau tak mau harus isolasi di rumah sampai mendapatkan sisa bed yang kosong. ”Biasanya kita cek, nanti kita kabari ke mereka kalau ada ranjang kosong. Dengan catatan, selama isolasi di bawah pengawasan nakes, apalagi untuk kasus bergejala,” ungkapnya.

Baca Juga :  Empat Ruang Sekolah dan 20 Unit Komputer Hangus

Lily menambahkan pasca AN mendapatkan tempat isolasi, sedianya pihak puskesmas akan mengadakan tracing besok (hari ini). Hal itu untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Apalagi, AN tinggal bersama kelompok rentan. Yakni, dua orang anak di bawah 10 tahun dan dua orang lansia. ”Besok (hari ini) kita rapid, biasanya teman-teman nakes sudah koordinasi. Memang sulit cari (ketersediaan ranjang) RS sekarang, tapi semoga segera ada solusi untuk itu,” tukasnya. (oce)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Warga Mojokerto yang terinveksi Covid-19, memilih menjalani isolasi mandiri. Pilihan ini lantaran keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan sudah penuh selama dua pekan terakhir.

Seperti yang dilakukan AN. Warga Perumahan Gatoel, Jalan Jawa, Kelurahan/Kecamatan Kranggan ini dinyatakan positif dari hasil tes swab PCR pada Kamis (24/6) lalu. AN mengaku kurang lebih empat hari menunggu adanya tempat tidur yang kosong. ”Karena bergejala saya disuruh rujuk kerumah sakit, tapi waktu itu puskesmas nyari ternyata kondisi penuh semua. Tak ada yang kosong sama sekali,” terang dia.

Akhirnya, pihak puskesmas memberi saran untuk melakukan isolasi mandiri sementara di rumahnya. Kendati demikian, AN tak tinggal diam. Dirinya juga sempat mencari tahu keterisian tempat tidur di dua rumah sakit. Yakni di Rumah Sakit (RS) Gatoel dan RSI Sakinah, Sooko.

Di RS Gatoel, dia sudah melakukan pendaftaran dan sudah termasuk dalam waiting list atau inden. Namun, hasilnya nihil.”Sampai istri saya juga yang sebelumnya ndak papa, ikutan batuk-batuk. Saya takutnya terpapar dari saya,” ucap bapak dua anak itu.

Baca Juga :  Airlangga: Lindungi dan Tingkatkan Kualitas Pekerja Migran Indonesia

Kemarin (29/6) sore, AN mendapat kabar baik. Pihak puskesmas menghubunginya untuk segera mengurus pendaftaran rujukan ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. Lantaran masih ada ranjang yang kosong. ”Tadi saya dihubungi pihak puskesmas, katanya ada di RSUD Kota. Alhamdulillah akhirnya dapat tempat, sulit sekali mencari ranjang. Harus menunggu, itupun kalau yang ditunggu segera dipulangkan,” katanya.

AN mengaku, sementara waktu ini, dia masih berada di IGD ditemani sang istri. Sebab, sang istri berinisial IL juga menjalani tes swab PCR yang belum diketahui hasilnya dan merupakan kontak erat dengannya. Sedangkan kedua anaknya, kini masih di rumah bersama mertuanya di rumahnya.

- Advertisement -

Sementara itu, terpisah, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Mojokerto dr Lily Nurlaily membenarkan keterisian seluruh rumah sakit untuk penanganan Covid-19 penuh. Termasuk keterisian ranjang di Rusunawa Cinde. Sehingga, beberapa warga mau tak mau harus isolasi di rumah sampai mendapatkan sisa bed yang kosong. ”Biasanya kita cek, nanti kita kabari ke mereka kalau ada ranjang kosong. Dengan catatan, selama isolasi di bawah pengawasan nakes, apalagi untuk kasus bergejala,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dikarantina, Anggota Paskibraka Mengalami Kesurupan di Hotel

Lily menambahkan pasca AN mendapatkan tempat isolasi, sedianya pihak puskesmas akan mengadakan tracing besok (hari ini). Hal itu untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Apalagi, AN tinggal bersama kelompok rentan. Yakni, dua orang anak di bawah 10 tahun dan dua orang lansia. ”Besok (hari ini) kita rapid, biasanya teman-teman nakes sudah koordinasi. Memang sulit cari (ketersediaan ranjang) RS sekarang, tapi semoga segera ada solusi untuk itu,” tukasnya. (oce)

Artikel Terkait

Most Read

122 Laka Lantas, 14 Tewas

Pejabat Bulog Dituntut Penjara 8 Tahun

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/