alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Buka Layanan di Tengah Pandemi, Pemohon Adminduk Langsung Membeludak

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Masa pelayanan administrasi kependudukan kembali dibuka dilengkapi penerapan protokol kesehatan. Hanya saja, warga yang menghantarkan pemohon sulit diatur sehingga kerap kali berkerumun di pinggir jalan.

Pemandangan itu seperti tampak di area Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Mojokerto, Jalan R.A Basuni Sooko, kemarin. Kantor pelayanan publik yang sempat membatasi pelayanan itu akhirnya membuka diri. Praktis, itu langsung diserbu warga yang ingin mengurus adminduk.

Pembukaan pelayanan terhitung sejak awal pekan ini. Tiap harinya tak kurang dari seribu pemohon mendatangi lokasi kantor yang bersebelahan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto ini. Selain pemohon, juga turut serta para pengantar, baik itu saudara, suami/istri, dan kolega lainnya.

Praktis, area kantor dispendukcapil tampak seperti tempat keramaian. Para pengantar berada di area depan kantor dan juga taman median jalan. Kendaraan mereka juga terparkir di Jalan R.A Basuni. Alhasil, arus lalin melambat ketika melintas kantor setempat.

Baca Juga :  Aturan Pemkot Setengah Hati, Penutupan Jalan Tak Berlangsung Utuh

”Seharusnya tidak seperti itu. Karena terlihat sekali kerumunannya. Meski yang di dalam (kantor pelayanan) telah berjaga jarak,” ungkap Hadi Fatkur Rohman, Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Mojokerto. Ia mengatakan, masa pandemi ini harusnya mencegah penyebaran dengan meminimalisir munculnya kerumunan massa.

Dikatakannya pula, seharusnya dispendukcapil menggagas inovasi berbasis teknologi yang memudahkan para pemohon. Sehingga mereka tidak perlu mendatangi kantor dispendukcapil untuk mengambil dokumen adminduk yang diurus. ”Harusnya ada inovasi bagaimana mempercepat dan memudahkan terkait pelayanan adminduk dan capil,” tandas politisi PKB ini.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto Bambang Wahyuadi mengaku sejak pekan ini pihaknya membuka pelayanan adminduk setelah menerapkan pembatasan pelayanan selama kurang lebih tiga pekan. Dan, hasilnya pemohon adminduk terbilang membeludak. ”Tiap hari mencapai ribuan pemohon, jika ditotal dari seluruh jenis layanan dispendukcapil,” kata dia.

Baca Juga :  Gunakan Biji-Bijian hingga Bubuk Warna-Warni

Dikatakan Bambang, semasa pandemi Covid-19 ini pihaknya bukannya tak berisiko ketika membuka pelayanan. Namun, hal itu didorong besarnya kebutuhan layanan adminduk yang diminta masyarakat. ”Ini karena pemohonnya memang besar. Apalagi ini mau penerimaan siswa baru. Tapi kami terapkan protokol kesehatan sesuai anjuran Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto,” kata dia.

Disinggung terkait kerumunan pengantar pemohon adminduk, dirinya mengaku memang kesulitan melakukan pengaturan. Karena pihaknya fokus mengatur layanan yang membeludak di dalam kantor. ”Yang kita atur di dalam kantor. Karena banyak sekali. Sedang yang di luar, kami kesulitan,” tegas dia.

Dalam kurun tiga hari dibukanya pelayanan adminduk, tiap hari tak kurang seribu pemohon. Mereka mengakses layanan perekaman e-KTP, cetak KK, cetak KIA, cetak KTP-el, pengajuan suket, pengajuan pindah domisili, pengurusan akta kelahiran, akta kematian, perkawinan, dan perceraian. 

 

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Masa pelayanan administrasi kependudukan kembali dibuka dilengkapi penerapan protokol kesehatan. Hanya saja, warga yang menghantarkan pemohon sulit diatur sehingga kerap kali berkerumun di pinggir jalan.

Pemandangan itu seperti tampak di area Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Mojokerto, Jalan R.A Basuni Sooko, kemarin. Kantor pelayanan publik yang sempat membatasi pelayanan itu akhirnya membuka diri. Praktis, itu langsung diserbu warga yang ingin mengurus adminduk.

Pembukaan pelayanan terhitung sejak awal pekan ini. Tiap harinya tak kurang dari seribu pemohon mendatangi lokasi kantor yang bersebelahan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto ini. Selain pemohon, juga turut serta para pengantar, baik itu saudara, suami/istri, dan kolega lainnya.

Praktis, area kantor dispendukcapil tampak seperti tempat keramaian. Para pengantar berada di area depan kantor dan juga taman median jalan. Kendaraan mereka juga terparkir di Jalan R.A Basuni. Alhasil, arus lalin melambat ketika melintas kantor setempat.

Baca Juga :  Gunakan Biji-Bijian hingga Bubuk Warna-Warni

”Seharusnya tidak seperti itu. Karena terlihat sekali kerumunannya. Meski yang di dalam (kantor pelayanan) telah berjaga jarak,” ungkap Hadi Fatkur Rohman, Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Mojokerto. Ia mengatakan, masa pandemi ini harusnya mencegah penyebaran dengan meminimalisir munculnya kerumunan massa.

Dikatakannya pula, seharusnya dispendukcapil menggagas inovasi berbasis teknologi yang memudahkan para pemohon. Sehingga mereka tidak perlu mendatangi kantor dispendukcapil untuk mengambil dokumen adminduk yang diurus. ”Harusnya ada inovasi bagaimana mempercepat dan memudahkan terkait pelayanan adminduk dan capil,” tandas politisi PKB ini.

- Advertisement -

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto Bambang Wahyuadi mengaku sejak pekan ini pihaknya membuka pelayanan adminduk setelah menerapkan pembatasan pelayanan selama kurang lebih tiga pekan. Dan, hasilnya pemohon adminduk terbilang membeludak. ”Tiap hari mencapai ribuan pemohon, jika ditotal dari seluruh jenis layanan dispendukcapil,” kata dia.

Baca Juga :  Wabup Gus Barra Sidak Wanawisata Air Panas Pacet

Dikatakan Bambang, semasa pandemi Covid-19 ini pihaknya bukannya tak berisiko ketika membuka pelayanan. Namun, hal itu didorong besarnya kebutuhan layanan adminduk yang diminta masyarakat. ”Ini karena pemohonnya memang besar. Apalagi ini mau penerimaan siswa baru. Tapi kami terapkan protokol kesehatan sesuai anjuran Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto,” kata dia.

Disinggung terkait kerumunan pengantar pemohon adminduk, dirinya mengaku memang kesulitan melakukan pengaturan. Karena pihaknya fokus mengatur layanan yang membeludak di dalam kantor. ”Yang kita atur di dalam kantor. Karena banyak sekali. Sedang yang di luar, kami kesulitan,” tegas dia.

Dalam kurun tiga hari dibukanya pelayanan adminduk, tiap hari tak kurang seribu pemohon. Mereka mengakses layanan perekaman e-KTP, cetak KK, cetak KIA, cetak KTP-el, pengajuan suket, pengajuan pindah domisili, pengurusan akta kelahiran, akta kematian, perkawinan, dan perceraian. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/