alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Anggota Dewan Diskrining, Jalani Rapid Test di Ruang Kerja

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sedikitnya 20 anggota DPRD Kabupaten Mojokerto mengikuti tes cepat alias rapid test untuk skrining Covid-19, di gedung dewan, kemarin (29/4). Menyusul, seiring kian meningkatnya sebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto.

Pelaksanaan uji cepat Covid-19 itu digelar sebelum rapat terbatas Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Mojokerto dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD). Sedikitnya 20 anggota dewan yang juga anggota banggar mengikuti tes cepat yang difasilitasi Labkesda Dinkes Kabupaten Mojokerto.

”Ini untuk skrining Covid-19,” ujar Setia Puji Lestari, Wakil Ketua Kabupaten Mojokerto, selepas mengikuti tes. Ia mengatakan, rapid test itu diadakan untuk skrining Covid-19 di kalangan dewan. Mengingat, sekarang ini tingkat sebaran virus korona kian meluas tak terkecuali area Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  Dewan Anyar Bakal Dilantik di Gedung Peninggalan Kolonial Belanda

”Kalau saya ini yang kedua. Yang pertama ketika sebelum reses lalu hasilnya negatif. Jadi ketika turun ke konstituen, kondisi dewan aman,” kata politisi PDIP ini. Beberapa anggota dewan bergantian menjalani tes cepat tersebut. Ruangan tes berada di ruang Wakil Ketua M Soleh.

Beberapa dewan seperti Abdul Rochim (PDIP), Pitung Haryono (PKB), Eko Sutrisno (PKB), dan Eka Septya Januari (PKB) bergantian diambil sampel darah dari tangan. Sedianya, sampel darah para anggota dewan itu langsung diuji dengan rapid test. Hasilnya bakal diumumkan hari ini.

”Kalau memang ada yang uji cepat lalu positif tentunya harus isolasi mandiri sesuai anjuran dokter,” terang Setia Puji Lestari. Sekretaris DPRD Kabupaten Mojokerto Mardiasih, mengatakan, pemeriksaan lewat rapid test sedianya sudah dilakukan sejak beberapa minggu lalu. Diawali kalangan pimpinan dewan dan beberapa struktur komisi.

Baca Juga :  Vaksinasi Tetap Digelar Selama Puasa

”Kalau yang gelombang pertama kita rapid test ke Labkesda langsung,” tukas dia. Rangkaian rapid test terhadap para wakil rakyat ini, lanjut Mardiasih, dilakukan seiring penetapan area Kabupaten Mojokerto sebagai zona merah Covid-19.

Menyusul, adanya keberadaan pasien positif virus korona. Para anggota dewan disebut pula tergolong orang dalam risiko (ODR). Selain rapid test, pengambilan sampel darah juga untuk analisa hematologi. Analisa ini untuk mengetahui kondisi antibodi dan sel darah putih dalam darah.

Hasil pemeriksaan akan diberikan kepada setiap peserta tes. Lengkap disertai dengan rekomendasi atas hasil pemeriksaannya. 

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sedikitnya 20 anggota DPRD Kabupaten Mojokerto mengikuti tes cepat alias rapid test untuk skrining Covid-19, di gedung dewan, kemarin (29/4). Menyusul, seiring kian meningkatnya sebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto.

Pelaksanaan uji cepat Covid-19 itu digelar sebelum rapat terbatas Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Mojokerto dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD). Sedikitnya 20 anggota dewan yang juga anggota banggar mengikuti tes cepat yang difasilitasi Labkesda Dinkes Kabupaten Mojokerto.

”Ini untuk skrining Covid-19,” ujar Setia Puji Lestari, Wakil Ketua Kabupaten Mojokerto, selepas mengikuti tes. Ia mengatakan, rapid test itu diadakan untuk skrining Covid-19 di kalangan dewan. Mengingat, sekarang ini tingkat sebaran virus korona kian meluas tak terkecuali area Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  Sering Mengamuk, Setahun Muhaimin Dirantai Keluarganya

”Kalau saya ini yang kedua. Yang pertama ketika sebelum reses lalu hasilnya negatif. Jadi ketika turun ke konstituen, kondisi dewan aman,” kata politisi PDIP ini. Beberapa anggota dewan bergantian menjalani tes cepat tersebut. Ruangan tes berada di ruang Wakil Ketua M Soleh.

Beberapa dewan seperti Abdul Rochim (PDIP), Pitung Haryono (PKB), Eko Sutrisno (PKB), dan Eka Septya Januari (PKB) bergantian diambil sampel darah dari tangan. Sedianya, sampel darah para anggota dewan itu langsung diuji dengan rapid test. Hasilnya bakal diumumkan hari ini.

”Kalau memang ada yang uji cepat lalu positif tentunya harus isolasi mandiri sesuai anjuran dokter,” terang Setia Puji Lestari. Sekretaris DPRD Kabupaten Mojokerto Mardiasih, mengatakan, pemeriksaan lewat rapid test sedianya sudah dilakukan sejak beberapa minggu lalu. Diawali kalangan pimpinan dewan dan beberapa struktur komisi.

Baca Juga :  DLH Pastikan Tak Ada Pencemaran TPA
- Advertisement -

”Kalau yang gelombang pertama kita rapid test ke Labkesda langsung,” tukas dia. Rangkaian rapid test terhadap para wakil rakyat ini, lanjut Mardiasih, dilakukan seiring penetapan area Kabupaten Mojokerto sebagai zona merah Covid-19.

Menyusul, adanya keberadaan pasien positif virus korona. Para anggota dewan disebut pula tergolong orang dalam risiko (ODR). Selain rapid test, pengambilan sampel darah juga untuk analisa hematologi. Analisa ini untuk mengetahui kondisi antibodi dan sel darah putih dalam darah.

Hasil pemeriksaan akan diberikan kepada setiap peserta tes. Lengkap disertai dengan rekomendasi atas hasil pemeriksaannya. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/