alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Diwarnai Gesekan Antarpelajar, Konvoi Kelulusan Belum Ada Tindakan

MOJOKERTO – Ancaman tindakan tegas bagi pelajar yang menggelar konvoi kelulusan oleh kepolisian belum terwujud. Senin (29/4) ratusan pelajar menggeber motor di sepanjang jalan raya.

Konvoi pelajar tingkat SMA sederajat itu tak lain sebagai bentuk euforia merayakan detik-detik berakhirnya masa sekolah. Pengamatan Jawa Pos Radar Mojokerto, ratusan pelajar itu terpantau berkonvoi menuju kawasan Pacet-Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Namun, gerombolan pelajar yang masih mengenakan seragam putih abu-abu tersebut lolos dari pantaun petugas. Padahal, mereka menggunakan sepeda motor, namun sarat melakukan pelanggaran lalu lintas. Mulai tidak memakai helm hingga mengendarai motor protolan.

Mereka yang beranjak dari Rolak Songo, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, dalam perjalanan menuju ke Trawas juga menggeber motor di sepanjang perjalanan. Sehingga dinilai mengganggu arus lalu lintas dan meresahkan warga. Bahkan, di kawasan Mojoanyar, gesekan antarkelompok pelajar sempat terjadi.

Setelah sepeda motor mereka terlibat senggolan hingga terjatuh. Namun, aksi itu bisa direda warga. Adu mulut dengan pengendara juga sempat terjadi di pertigaan Bangsal atau di barat Kantor Kecamatan dan Mapolsek Bangsal. ’’Kita akan konvoi menuju Trawas,’’ ujar peserta konvoi.

Baca Juga :  Pegang Rekom, DPUPR Wajib Pelototi Galian Jargas di Kawasan Kota

Aksi konvoi itu tak lain sebagai bentuk merayakan detik-detik kelulusan. ’’Tiga tahun sekali kan nggak papa juga. Tidak setiap hari saja,’’ lontarnya. ’’Kalau bagi kami jelas sangat mengganggu,’’ ungkap David Septian seorang pengendara asal Bangsal.

Selain karena sudah meengganggu ketertiban umum, konvoi dilakukan palajar juga tidak menaati rambu-rambu lalu lintas dan terkesan brutal. Ia menyebutkan, mereka seakan mengusai jalanan dan tidak menghormati pelajar atau pengendara lain. ’’Sudah banyak yang tidak pakai helm, kebut-kebutan dan geber-geber motor pula,’’ sesalnya.

Namun, meski mengganggu ketertiban dan melanggar UU Nomor 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, belum ada tindakan tegas kepolisian. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim di Mojokerto, Mariyono mengatakan, secara resmi pengumuman kelulusan pelajar tingkat SMA/SMK baru disampaikan serentak 13 Mei mendatang.

Baca Juga :  Terinfeksi, Satu Kandang Dikarantina

’’Pengumuman kelulusan ada di tangan sekolah,’’ ungkapnya. Ia mengaku sudah melayangkan surat edaran kepada seluruh lembaga untuk mengimbau peserta didik, tidak melakukan euforia kelulusan secara berlebihan.

Seperti mencoret-coret seragam dan konvoi. Ia juga mendukung aparat kepolisian menindak tegas bila ada siswa yang melakukan pelanggaran lalu lintas. ’’Gakum (penegakan hukum) harus tetap dijalankan. Kalau memang melanggar kami dukung pihak kepolisian untuk menilang,’’ tuturnya.

Sebelumnya, Kanit Turjawali Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Irwan Rizki Prakoso menyatakan, euforia kelulusan memang sudah menjadi atensi kepolisian. Hanya saja, konvoi yang berlangsung kemarin belum terpantau. Petugas masih fokus dalam pengamanan pemilu yang memasuki proses rekapitulasi di tingkat KPU. ’’Yang jelas itu, akan menjadi perhatian kami,’’ ungkapnya. 

MOJOKERTO – Ancaman tindakan tegas bagi pelajar yang menggelar konvoi kelulusan oleh kepolisian belum terwujud. Senin (29/4) ratusan pelajar menggeber motor di sepanjang jalan raya.

Konvoi pelajar tingkat SMA sederajat itu tak lain sebagai bentuk euforia merayakan detik-detik berakhirnya masa sekolah. Pengamatan Jawa Pos Radar Mojokerto, ratusan pelajar itu terpantau berkonvoi menuju kawasan Pacet-Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Namun, gerombolan pelajar yang masih mengenakan seragam putih abu-abu tersebut lolos dari pantaun petugas. Padahal, mereka menggunakan sepeda motor, namun sarat melakukan pelanggaran lalu lintas. Mulai tidak memakai helm hingga mengendarai motor protolan.

Mereka yang beranjak dari Rolak Songo, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, dalam perjalanan menuju ke Trawas juga menggeber motor di sepanjang perjalanan. Sehingga dinilai mengganggu arus lalu lintas dan meresahkan warga. Bahkan, di kawasan Mojoanyar, gesekan antarkelompok pelajar sempat terjadi.

Setelah sepeda motor mereka terlibat senggolan hingga terjatuh. Namun, aksi itu bisa direda warga. Adu mulut dengan pengendara juga sempat terjadi di pertigaan Bangsal atau di barat Kantor Kecamatan dan Mapolsek Bangsal. ’’Kita akan konvoi menuju Trawas,’’ ujar peserta konvoi.

Baca Juga :  Kantor Kejaksaan Ditutup Sementara

Aksi konvoi itu tak lain sebagai bentuk merayakan detik-detik kelulusan. ’’Tiga tahun sekali kan nggak papa juga. Tidak setiap hari saja,’’ lontarnya. ’’Kalau bagi kami jelas sangat mengganggu,’’ ungkap David Septian seorang pengendara asal Bangsal.

- Advertisement -

Selain karena sudah meengganggu ketertiban umum, konvoi dilakukan palajar juga tidak menaati rambu-rambu lalu lintas dan terkesan brutal. Ia menyebutkan, mereka seakan mengusai jalanan dan tidak menghormati pelajar atau pengendara lain. ’’Sudah banyak yang tidak pakai helm, kebut-kebutan dan geber-geber motor pula,’’ sesalnya.

Namun, meski mengganggu ketertiban dan melanggar UU Nomor 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, belum ada tindakan tegas kepolisian. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim di Mojokerto, Mariyono mengatakan, secara resmi pengumuman kelulusan pelajar tingkat SMA/SMK baru disampaikan serentak 13 Mei mendatang.

Baca Juga :  BPBD Sebut Dipicu Hutan Gundul

’’Pengumuman kelulusan ada di tangan sekolah,’’ ungkapnya. Ia mengaku sudah melayangkan surat edaran kepada seluruh lembaga untuk mengimbau peserta didik, tidak melakukan euforia kelulusan secara berlebihan.

Seperti mencoret-coret seragam dan konvoi. Ia juga mendukung aparat kepolisian menindak tegas bila ada siswa yang melakukan pelanggaran lalu lintas. ’’Gakum (penegakan hukum) harus tetap dijalankan. Kalau memang melanggar kami dukung pihak kepolisian untuk menilang,’’ tuturnya.

Sebelumnya, Kanit Turjawali Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Irwan Rizki Prakoso menyatakan, euforia kelulusan memang sudah menjadi atensi kepolisian. Hanya saja, konvoi yang berlangsung kemarin belum terpantau. Petugas masih fokus dalam pengamanan pemilu yang memasuki proses rekapitulasi di tingkat KPU. ’’Yang jelas itu, akan menjadi perhatian kami,’’ ungkapnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Aku Bosan, Istriku Tak Seksi Lagi

Harga Cabai Mahal hingga Ganti Tahun

JPU Sulit Lakukan Pembuktian

Artikel Terbaru


/