alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Tingkatkan Public Trust Dan Potensi Zakat

WALI KOTA Ika Puspitasari telah melantik pengurus baru Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mojokerto periode 2021-2026 di Pendapa Pemkot Mojokto, Jumat (23/3) lalu. Dengan formasi anyar ini, Baznas langsung tancap gas dengan mencetuskan berbagai inovasi untuk meningkatkan public trust atau kepercayaan masyarakat serta mencapai target pengumpulan sesuai potensi zakat, infaq, dan sedekah di kota onde-onde.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Mojokerto Nomor 188.45/112/417.101.2/2021, Dwi Hariadi dilantik untuk menduduki kursi ketua Baznas Kota Mojokerto. Sementara, posisi Wakil Ketua I dijabat oleh Resowiryo, Wakil Ketua II Imron Rosyidi, Wakil Ketua III Akhnan, dan Wakil Ketua IV M. Qodri.

Ketua Baznaz Kota Mojokerto Dwi Hariadi menjelaskan, inovasi Baznas Kota Mojokerto fokus tiga hal. Di antaranya manajemen yang baik, jujur, dan terbuka, kampanye zakat yang tertib, serta distribusi segmen ekonomi. ”Ketiganya akan menjadi strategi kami di jajaran pengurus baru Baznas Kota Mojokerto yang sedang dalam masa krisis Covid-19 ini,” terangnya.

Dijelaskannya, manajemen pengelolaan zakat diinovasi mulai dari kedisiplinan pegawai. Selain itu, atribut yang melekat pada amil Basnaz Kota Mojokerto juga harus menunjukkan identitas Baznas yang sesungguhnya. Sehingga, diharapkan masyarakat benar-benar tahu dan akan mengukur kiprah Baznas.

Dwi Hariadi menuturkan, upaya tersebut juga akan mendongkrak eksistensi Baznas Kota Mojokerto. Di sisi lain, di dalam manajemen baru ini, para pegawai juga didorong dan dimotivasi untuk bergerak cepat dalam merespons dan membantu masyarakat Kota Mojokerto lewat program-program bantuan yang telah ditentukan. ”Baznas juga meluncurkan kartu Senyum Mojokerto Kota yang akan kami berikan untuk untuk membantu biaya hidup setiap bulan bagi warga yang membutuhkan,” terangnya.

Baca Juga :  Capai 700 Real, KBIH Diminta Harus Amanah

Selanjutnya, Baznas Kota Mojokerto juga mengembangkan kampanye zakat menggunakan media semi modern. Di antaranya seperti spanduk hingga mengembangkan platform media sosial (medsos) yang berisi ajakan zakat serta informasi kegiatan Baznas.

Tak sebatas itu. Kampanye zakat juga berbentuk optimalisasi pelayanan jemput zakat dan transfer dengan feedback bukti setor pajak zakat yang akan dikirim kepada muzakki secara langsung atau melalui kurir jasa pengiriman. Seperti Go Send, Grab dan sejenisnya.

Selain itu, Ketua Baznaz Kota Mojokerto juga membangun komunikasi yang baik dengan leading sektor unit pengumpul zakat (UPZ) di lingkungan Pemkot Mojokerto. Termasuk terhadap lembaga vertikal Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mojokerto.

Bahkan, Dwi Hariadi juga menyebut, pihaknya akan memaksimalkan pengumpulan zakat dari berbagai potensi yang ada. Termasuk menyasar para pelaku usaha, ritel, maupun toko modern yang tak tersentuh. ”Untuk itu kami juga memohon dukungan ibu wali kota (Ika Puspitasari) untuk memberi imbauan atau instruksi kepada semua pimpinan OPD, BUMD, BUMN, sektor swasta, maupun TNI/Polri agar bisa memberikan zakatnya kepada baznas,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sulit Batasi Kunjungan

Baznas Kota Mojokerto juga menyentuh inovasi terhadap distribusi zakat, infaq, dan sedekah di sektor ekonomi. Langkah tersebut dilakukan dengan memprioritaskan mustahiq produktif dengan tujuan menciptakan kemandirian ekonomi.

Baznas akan memberikan bantuan permodalan dalam bentuk alat kerja, memberikan pendampingan dan mengedukasi para mustahiq produktif. ”Dengan harapan pada waktu yang ditentukan akan mengubah keadaan mustahiq menjadi mandiri secara ekonomi,” tandasnya.

Untuk kegiatan distribusi, pada momen-momen tertentu sudah akan menjadi agenda Baznaz. Seperti yang akan dilaksanakan selama Ramadan ini dengan menggelar pembagian takjil, santunan yatim nonpanti/nondinsos, dan gema khotmil quran yang bakal digelar serentak di 100 masjid dan 300 musala di seluruh Kota Mojokerto.

Juga akan dilaksanakan kegiatan pemberian bingkisan untuk asnaf fi sabilillah atau para ulama serta distribusi zakat fitrah serta bekerjasama dengan pengurus Korpri Kota Mojokerto. ”Terima kasih kepada muzakki yang telah memercayakan penyaluran zakat, infaq, dan sedekah kepada Baznas Kota Mojokerto. Semoga lembaga kami selalu pada garis terdepan dalam perjuangan menjalankan amanah dari para muzakki untuk mereka yang membutuhkan,” pungkas Dwi Hariadi. 

WALI KOTA Ika Puspitasari telah melantik pengurus baru Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mojokerto periode 2021-2026 di Pendapa Pemkot Mojokto, Jumat (23/3) lalu. Dengan formasi anyar ini, Baznas langsung tancap gas dengan mencetuskan berbagai inovasi untuk meningkatkan public trust atau kepercayaan masyarakat serta mencapai target pengumpulan sesuai potensi zakat, infaq, dan sedekah di kota onde-onde.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Mojokerto Nomor 188.45/112/417.101.2/2021, Dwi Hariadi dilantik untuk menduduki kursi ketua Baznas Kota Mojokerto. Sementara, posisi Wakil Ketua I dijabat oleh Resowiryo, Wakil Ketua II Imron Rosyidi, Wakil Ketua III Akhnan, dan Wakil Ketua IV M. Qodri.

Ketua Baznaz Kota Mojokerto Dwi Hariadi menjelaskan, inovasi Baznas Kota Mojokerto fokus tiga hal. Di antaranya manajemen yang baik, jujur, dan terbuka, kampanye zakat yang tertib, serta distribusi segmen ekonomi. ”Ketiganya akan menjadi strategi kami di jajaran pengurus baru Baznas Kota Mojokerto yang sedang dalam masa krisis Covid-19 ini,” terangnya.

Dijelaskannya, manajemen pengelolaan zakat diinovasi mulai dari kedisiplinan pegawai. Selain itu, atribut yang melekat pada amil Basnaz Kota Mojokerto juga harus menunjukkan identitas Baznas yang sesungguhnya. Sehingga, diharapkan masyarakat benar-benar tahu dan akan mengukur kiprah Baznas.

Dwi Hariadi menuturkan, upaya tersebut juga akan mendongkrak eksistensi Baznas Kota Mojokerto. Di sisi lain, di dalam manajemen baru ini, para pegawai juga didorong dan dimotivasi untuk bergerak cepat dalam merespons dan membantu masyarakat Kota Mojokerto lewat program-program bantuan yang telah ditentukan. ”Baznas juga meluncurkan kartu Senyum Mojokerto Kota yang akan kami berikan untuk untuk membantu biaya hidup setiap bulan bagi warga yang membutuhkan,” terangnya.

Baca Juga :  Wali Kota Ajak Insan Koperasi Kuatkan Ekonomi Daerah

Selanjutnya, Baznas Kota Mojokerto juga mengembangkan kampanye zakat menggunakan media semi modern. Di antaranya seperti spanduk hingga mengembangkan platform media sosial (medsos) yang berisi ajakan zakat serta informasi kegiatan Baznas.

- Advertisement -

Tak sebatas itu. Kampanye zakat juga berbentuk optimalisasi pelayanan jemput zakat dan transfer dengan feedback bukti setor pajak zakat yang akan dikirim kepada muzakki secara langsung atau melalui kurir jasa pengiriman. Seperti Go Send, Grab dan sejenisnya.

Selain itu, Ketua Baznaz Kota Mojokerto juga membangun komunikasi yang baik dengan leading sektor unit pengumpul zakat (UPZ) di lingkungan Pemkot Mojokerto. Termasuk terhadap lembaga vertikal Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mojokerto.

Bahkan, Dwi Hariadi juga menyebut, pihaknya akan memaksimalkan pengumpulan zakat dari berbagai potensi yang ada. Termasuk menyasar para pelaku usaha, ritel, maupun toko modern yang tak tersentuh. ”Untuk itu kami juga memohon dukungan ibu wali kota (Ika Puspitasari) untuk memberi imbauan atau instruksi kepada semua pimpinan OPD, BUMD, BUMN, sektor swasta, maupun TNI/Polri agar bisa memberikan zakatnya kepada baznas,” imbuhnya.

Baca Juga :  Ribuan Ton Pupuk Menumpuk di Gudang

Baznas Kota Mojokerto juga menyentuh inovasi terhadap distribusi zakat, infaq, dan sedekah di sektor ekonomi. Langkah tersebut dilakukan dengan memprioritaskan mustahiq produktif dengan tujuan menciptakan kemandirian ekonomi.

Baznas akan memberikan bantuan permodalan dalam bentuk alat kerja, memberikan pendampingan dan mengedukasi para mustahiq produktif. ”Dengan harapan pada waktu yang ditentukan akan mengubah keadaan mustahiq menjadi mandiri secara ekonomi,” tandasnya.

Untuk kegiatan distribusi, pada momen-momen tertentu sudah akan menjadi agenda Baznaz. Seperti yang akan dilaksanakan selama Ramadan ini dengan menggelar pembagian takjil, santunan yatim nonpanti/nondinsos, dan gema khotmil quran yang bakal digelar serentak di 100 masjid dan 300 musala di seluruh Kota Mojokerto.

Juga akan dilaksanakan kegiatan pemberian bingkisan untuk asnaf fi sabilillah atau para ulama serta distribusi zakat fitrah serta bekerjasama dengan pengurus Korpri Kota Mojokerto. ”Terima kasih kepada muzakki yang telah memercayakan penyaluran zakat, infaq, dan sedekah kepada Baznas Kota Mojokerto. Semoga lembaga kami selalu pada garis terdepan dalam perjuangan menjalankan amanah dari para muzakki untuk mereka yang membutuhkan,” pungkas Dwi Hariadi. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/