alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Desak Polemik TPA Segera Tuntas

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Polemik Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Edukasi Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo, memantik reaksi kalangan dewan. Mereka mendesak persoalan dengan warga tersebut segera tuntas. Salah satunya, pemerintah setempat harus gerak cepat menyelesaikan permasalahan lingkungan.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sugiyanto mengatakan, setidaknya terdapat tiga permasalahan lingkungan di lingkup TPA Karangdiyeng. Hal itu wajib segera dituntaskan oleh DLH selaku instansi pengelola TPA. ’’Ada tiga poin permasalahan yang harus diselesaikan Pemkab dalam hal ini DLH,’’ ujar dia.

Disebutkannya, pertama terkait perbaikan akses jalan masuk ke TPA. Diharapkan akses jalan masuk ke lokasi dibuat yang tidak melintasi area perkampungan setempat. Sehingga, imbas polusi bau dari armada pengangkut sampah dapat terkikis. ’’Perlu dibuatkan ulang akses jalan masuk ke TPA,’’ sebut politisi PKS ini.

Selain itu, DLH juga wajib merampungkan permasalahan lingkungan setempat. Seperti, mengurangi potensi polusi bau dan indikasi pencemaran seperti yang dikeluhkan masyarakat setempat. Hal itu agar gejolak warga dapat diatasi melalui penanganan instansi terkait. ’’Permasalahan lingkungan setempat harus bisa diatasi. Perlu ada pemilihan sampah agar polusi bau terkurangi,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Dikarantina, Anggota Paskibraka Mengalami Kesurupan di Hotel

Adanya peristiwa kecelakaan air yang terjadi di area TPA, kata Sugiyanto, wajib dijadikan bahan evaluasi. Utamanya, evaluasi tata kelola TPA setempat. ’’Evaluasi perlu dilakukan apakah perlu penambahan sarana pengamanan atau personel. Kami kira perlu dibangun pagar yang bisa melindungi area TPA,’’ tukas dia.

Senada pula disampaikan anggota Komisi III lainnya, Mohamad Soleh. Ia mengatakan, polemik pengelolaan TPA Karangdiyeng menyebabkan masyarakat bergolak wajib diatensi serius. Mengingat, posisi TPA menjadi program pembangunan jangka panjang bidang lingkungan terkait pengelolaan persampahan. ’’Tata kelola persampahan diharapkan jadi atensi serius karena ini menyangkut pembangunan jangka panjang,’’ tambah politisi Nasdem ini.

Terkait desakan dewan tersebut, Kepala DLH Kabupaten Mojokerto Didik Chusnul Yakin, mengatakan, sudah mempersiapkannya. Sedangkan indikasi pencemaran air, pihaknya memastikan tidak terjadi mengingat posisi TPA lebih rendah dari perkampungan. ’’Kita siapkan 6 kolam IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah),’’ kata dia.

Baca Juga :  KH Mashul Ismail, Kiai Kharismatik Itu Telah Berpulang

Untuk mengantisipasi polusi bau, pihaknya menyebutkan telah menyiapkan petugas penyemprotan dan pembersihan yang meminimalkan bau. Sedangkan, katannya pemilahan sampah, pihaknya menyiapkan bangunan bank sampah yang siap mengelola atau memilah sampah berikut petugasnya. Agar sampah bisa bernilai ekonomi dan berkah. ’’Masyarakat yang ingin bergabung akan diberi pelatihan oleh LSM,’’ tandasnya.

Pihaknya menilai, persoalan sampah telah menjadi problem bersama. Untuk itu, menjadi tugas bersama pemerintah dan masyarakat dalam penyelesaiannya. Ia menandaskan, perlu kesadaran dan kepedulian semua pihak agar sampah di Kabupaten Mojokerto bisa terkelola dengan baik. ’’Seluruh pemangku kepentingan dan stake holder serta masyarakat Karangdiyeng bisa duduk bersama untuk musyawarah mencari jalan terbaik pengelolaan TPA Karangdiyeng,’’ janjinya. 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Polemik Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Edukasi Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo, memantik reaksi kalangan dewan. Mereka mendesak persoalan dengan warga tersebut segera tuntas. Salah satunya, pemerintah setempat harus gerak cepat menyelesaikan permasalahan lingkungan.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sugiyanto mengatakan, setidaknya terdapat tiga permasalahan lingkungan di lingkup TPA Karangdiyeng. Hal itu wajib segera dituntaskan oleh DLH selaku instansi pengelola TPA. ’’Ada tiga poin permasalahan yang harus diselesaikan Pemkab dalam hal ini DLH,’’ ujar dia.

Disebutkannya, pertama terkait perbaikan akses jalan masuk ke TPA. Diharapkan akses jalan masuk ke lokasi dibuat yang tidak melintasi area perkampungan setempat. Sehingga, imbas polusi bau dari armada pengangkut sampah dapat terkikis. ’’Perlu dibuatkan ulang akses jalan masuk ke TPA,’’ sebut politisi PKS ini.

Selain itu, DLH juga wajib merampungkan permasalahan lingkungan setempat. Seperti, mengurangi potensi polusi bau dan indikasi pencemaran seperti yang dikeluhkan masyarakat setempat. Hal itu agar gejolak warga dapat diatasi melalui penanganan instansi terkait. ’’Permasalahan lingkungan setempat harus bisa diatasi. Perlu ada pemilihan sampah agar polusi bau terkurangi,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Harapan Hidup Penderita Kanker

Adanya peristiwa kecelakaan air yang terjadi di area TPA, kata Sugiyanto, wajib dijadikan bahan evaluasi. Utamanya, evaluasi tata kelola TPA setempat. ’’Evaluasi perlu dilakukan apakah perlu penambahan sarana pengamanan atau personel. Kami kira perlu dibangun pagar yang bisa melindungi area TPA,’’ tukas dia.

Senada pula disampaikan anggota Komisi III lainnya, Mohamad Soleh. Ia mengatakan, polemik pengelolaan TPA Karangdiyeng menyebabkan masyarakat bergolak wajib diatensi serius. Mengingat, posisi TPA menjadi program pembangunan jangka panjang bidang lingkungan terkait pengelolaan persampahan. ’’Tata kelola persampahan diharapkan jadi atensi serius karena ini menyangkut pembangunan jangka panjang,’’ tambah politisi Nasdem ini.

- Advertisement -

Terkait desakan dewan tersebut, Kepala DLH Kabupaten Mojokerto Didik Chusnul Yakin, mengatakan, sudah mempersiapkannya. Sedangkan indikasi pencemaran air, pihaknya memastikan tidak terjadi mengingat posisi TPA lebih rendah dari perkampungan. ’’Kita siapkan 6 kolam IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah),’’ kata dia.

Baca Juga :  KH Mashul Ismail, Kiai Kharismatik Itu Telah Berpulang

Untuk mengantisipasi polusi bau, pihaknya menyebutkan telah menyiapkan petugas penyemprotan dan pembersihan yang meminimalkan bau. Sedangkan, katannya pemilahan sampah, pihaknya menyiapkan bangunan bank sampah yang siap mengelola atau memilah sampah berikut petugasnya. Agar sampah bisa bernilai ekonomi dan berkah. ’’Masyarakat yang ingin bergabung akan diberi pelatihan oleh LSM,’’ tandasnya.

Pihaknya menilai, persoalan sampah telah menjadi problem bersama. Untuk itu, menjadi tugas bersama pemerintah dan masyarakat dalam penyelesaiannya. Ia menandaskan, perlu kesadaran dan kepedulian semua pihak agar sampah di Kabupaten Mojokerto bisa terkelola dengan baik. ’’Seluruh pemangku kepentingan dan stake holder serta masyarakat Karangdiyeng bisa duduk bersama untuk musyawarah mencari jalan terbaik pengelolaan TPA Karangdiyeng,’’ janjinya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/