alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Stasiun dan Masjid Agung Dipasang Bilik Sterilisasi

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Upaya pencegahan penyebaran virus korona atau Covid-19 terus dilakukan oleh Pemkot Mojokerto disegala bidang. Terbaru, pemerintah daerah berkolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), dalam menghadirkan bilik sterilisasi disinfektan bagi penumpang kereta api yang turun di Stasiun Mojokerto.

Bilik disinfektan yang dicoba langsung oleh Wakil Wali (Wawali) Kota Achmad Rizal Zakaria didampingi Kepala Bappeda Kota Mojokerto, Agung Moeljono dan Kepala Stasiun KA Mojokerto, Wahyudi Cahyadi, tersebut, diharapkan mampu membunuh kuman atau bakteri yang menempel pada tubuh penumpang. Sekaligus sebagai upaya PT KAI dalam memberikan rasa aman dan nyaman agar penumpang terhindar dari Covid-19.

’’Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Mojokerto yang telah bersinergi dengan PT KAI dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19, melalui Bappeda Kota Mojokerto dengan menghadirkan bilik sterilisasi disinfektan bagi penumpang yang turun di Stasiun Mojokerto,’’ kata Kepala Stasiun KA Mojokerto, Wahyudi Cahyadi, Sabtu (28/3).

Selama ini, lanjut Wahyudi, pihak KAI telah melakukan berbagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, sesuai dengan protokol kesehatan. Seperti,  pengecekan suhu tubuh penumpang saat pengecekan tiket, memberikan tanda jarak aman satu meter di semua tempat duduk di ruang tunggu, penyemprotan disinfektan secara mandiri dua kali sehari, hingga penyediaan wastafel tempat cuci tangan.

Baca Juga :  Sarat Permainan Pemodal

’’Kami juga mengimbau kepada para penumpang agar selalu menjaga kebersihan. Jika penumpang mengalami sakit saat perjalanan, segera menghubungi petugas di kereta agar mendapatkan penanganan lebih awal. Terutama saat batuk dan bersin, mohon menerapkan etika batuk dan bersin yang benar agar tidak merugikan sekitarnya,’’ imbaunya.

Tidak hanya itu, Wahyudi menyampaikan, terhitung sejak tanggal 1-30 April 2020, dua kereta api jurusan Jakarta dan Purwokerto tidak akan beroperasi untuk sementara waktu. Dua kereta tersebut adalah KA Gaya Baru Malam dan KA Logawa. ’’Untuk perubahan jadwal kereta, tidak ada. Hanya ada dua KA yang dibatalkan perjalannya yang lewat Stasiun Mojokerto,’’ imbuhnya.

Terpisah, Wali Kota Ika Puspitasari, menambahkan, jika bilik sterilisasi disinfektan merupakan upaya percepatan dalam mencegah penyebaran Covid-19. Dimana, fasilitas publik seperti stasiun, terminal, bandara dan pelabuhan merupakan akses yang cukup tinggi digunakan sebagai akses pintu masuk dan keluar di suatu daerah.

Baca Juga :  Nasib Perajin Berguguran, Kini Tersisa Lima Orang Saja

’’Untuk itu, sesuai dengan protkol kesehatan kami bersinergi dengan KAI menghadirkan bilik sterilisasi disinfektan sebagai upaya percepatan pencegahan Covid-19 di area publik. Penempatan bilik sterilisasi ini, kami letakkan di pintu keluar. Sehingga ketika penumpang turun di Stasiun Mojokerto secara otomatis akan menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh tubuh dan barang bawaan,’’ jelasnya.

Ning Ita juga menghimbau kepada para penumpang yang turun di Stasiun Mojokerto terutama warga Mojokerto, agar segera melapor ke RT/RW maupun fasilitas kesehatan terdekat untuk mengecak kondisi kesehatan. Hal ini, sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 masuk ke wilayah Kota Mojokerto. ’’Kami mohon kerjasa manya dari seluruh masyarakat, terutama yang masih berpergian,’’ tegasnya.

Perlu diketahui, Pemkot Mojokerto melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mojokerto telah membuat beberapa unit bilik sterilisasi disinfektan yang rencananya akan diletakkan dibeberapa area publik. Termasuk ditempatkan di Stasiun Mojokerto dan Masjid Agung Al-Fattah. Bilik sterilisasi disinfektan ini, diharapkan mampu menangkal berbagai macam bakteri dan virus yang melekat pada tubuh dan barang yang dibawa.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Upaya pencegahan penyebaran virus korona atau Covid-19 terus dilakukan oleh Pemkot Mojokerto disegala bidang. Terbaru, pemerintah daerah berkolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), dalam menghadirkan bilik sterilisasi disinfektan bagi penumpang kereta api yang turun di Stasiun Mojokerto.

Bilik disinfektan yang dicoba langsung oleh Wakil Wali (Wawali) Kota Achmad Rizal Zakaria didampingi Kepala Bappeda Kota Mojokerto, Agung Moeljono dan Kepala Stasiun KA Mojokerto, Wahyudi Cahyadi, tersebut, diharapkan mampu membunuh kuman atau bakteri yang menempel pada tubuh penumpang. Sekaligus sebagai upaya PT KAI dalam memberikan rasa aman dan nyaman agar penumpang terhindar dari Covid-19.

’’Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Mojokerto yang telah bersinergi dengan PT KAI dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19, melalui Bappeda Kota Mojokerto dengan menghadirkan bilik sterilisasi disinfektan bagi penumpang yang turun di Stasiun Mojokerto,’’ kata Kepala Stasiun KA Mojokerto, Wahyudi Cahyadi, Sabtu (28/3).

Selama ini, lanjut Wahyudi, pihak KAI telah melakukan berbagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, sesuai dengan protokol kesehatan. Seperti,  pengecekan suhu tubuh penumpang saat pengecekan tiket, memberikan tanda jarak aman satu meter di semua tempat duduk di ruang tunggu, penyemprotan disinfektan secara mandiri dua kali sehari, hingga penyediaan wastafel tempat cuci tangan.

Baca Juga :  ODP di Kelurahan Wates Jadi 42

’’Kami juga mengimbau kepada para penumpang agar selalu menjaga kebersihan. Jika penumpang mengalami sakit saat perjalanan, segera menghubungi petugas di kereta agar mendapatkan penanganan lebih awal. Terutama saat batuk dan bersin, mohon menerapkan etika batuk dan bersin yang benar agar tidak merugikan sekitarnya,’’ imbaunya.

Tidak hanya itu, Wahyudi menyampaikan, terhitung sejak tanggal 1-30 April 2020, dua kereta api jurusan Jakarta dan Purwokerto tidak akan beroperasi untuk sementara waktu. Dua kereta tersebut adalah KA Gaya Baru Malam dan KA Logawa. ’’Untuk perubahan jadwal kereta, tidak ada. Hanya ada dua KA yang dibatalkan perjalannya yang lewat Stasiun Mojokerto,’’ imbuhnya.

- Advertisement -

Terpisah, Wali Kota Ika Puspitasari, menambahkan, jika bilik sterilisasi disinfektan merupakan upaya percepatan dalam mencegah penyebaran Covid-19. Dimana, fasilitas publik seperti stasiun, terminal, bandara dan pelabuhan merupakan akses yang cukup tinggi digunakan sebagai akses pintu masuk dan keluar di suatu daerah.

Baca Juga :  Sarat Permainan Pemodal

’’Untuk itu, sesuai dengan protkol kesehatan kami bersinergi dengan KAI menghadirkan bilik sterilisasi disinfektan sebagai upaya percepatan pencegahan Covid-19 di area publik. Penempatan bilik sterilisasi ini, kami letakkan di pintu keluar. Sehingga ketika penumpang turun di Stasiun Mojokerto secara otomatis akan menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh tubuh dan barang bawaan,’’ jelasnya.

Ning Ita juga menghimbau kepada para penumpang yang turun di Stasiun Mojokerto terutama warga Mojokerto, agar segera melapor ke RT/RW maupun fasilitas kesehatan terdekat untuk mengecak kondisi kesehatan. Hal ini, sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 masuk ke wilayah Kota Mojokerto. ’’Kami mohon kerjasa manya dari seluruh masyarakat, terutama yang masih berpergian,’’ tegasnya.

Perlu diketahui, Pemkot Mojokerto melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mojokerto telah membuat beberapa unit bilik sterilisasi disinfektan yang rencananya akan diletakkan dibeberapa area publik. Termasuk ditempatkan di Stasiun Mojokerto dan Masjid Agung Al-Fattah. Bilik sterilisasi disinfektan ini, diharapkan mampu menangkal berbagai macam bakteri dan virus yang melekat pada tubuh dan barang yang dibawa.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/