alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 22, 2022

Seniman Ciptakan Kidungan Lawan Korona

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wabah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) agaknya tak membuat daya kreatif kalangan seniman ikutan luntur. Meski dalam suasana social distancing, mereka tetap berkesenian dengan membuat karya yang mengandung pesan edukatif perihal pencegahan virus korona.

Adalah Cak Memet, pelawak Ludruk Karya Budaya Mojokerto membuat kidungan yang bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat. Sajian kidungan yang biasa ditampilkan ketika berada di atas panggung kini berada di media. Cak Memet membuat rekaman kidungan dengan telepon pintar kemudian menyebarkannya ke jaringan media sosialnya.

Kidungan berjudul Melawan Korona Tekok Awake Dewe (Melawan Korona Bermula Diri Sendiri) berdurasi 1 menit 55 detik. Diciptakan Cak Memet di rumahnya kawasan Surodinawan, Kota Mojokerto. Ia merasa gerah atas kondisi yang disebabkan wabah korona. Lantaran, dampak penyakit itu membuat kehidupan berubah drastis.

Baca Juga :  Jika Iuran KIS Naik, Anggaran Pemkab Membengkak Rp 10 Miliar

’’Virus korona itu harus dilawan. Sayangnya imbauan dari pemerintah dan berbagai pihak tak digubris banyak warga. Sebagai seniman, saya buat kidungan agar orang-orang tergerak,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Ia mengatakan, kidungan disampaikan dengan ringan dan terkesan jenaka tapi membuat pesan edukatif. Cak Memet berharap karyanya itu bisa dinikmati banyak orang. Karena sederhana dan gampang disebarkan, ia ingin lewat kidungan masyarakat bisa lebih disiplin menjaga diri dari serangan virus korona. ’’Caranya ya dengan jaga jarak, cuci tangan dengan sabun dan berdiam di rumah sesuai anjuran pemerintah,’’ tambah dia.

Seiring kian mewabahnya virus di Indonesia bahkan Jawa Timur, dirinya selaku seniman berharap agar wabah korona segera mereda. Karena dampak penyakit yang menyerang paru-paru itu berdampak ke segala lapisan kehidupan. Tak terkecuali kalangan seniman seperti dirinya.

Baca Juga :  Kolam Air Panas VVIP Mangkrak

Cak Memet yang juga pelawak grup Ludruk Karya Budaya Mojokerto ini, menuturkan, semenjak wabah korona menyerang Jawa Timur, banyak seniman yang terdampak. ’’Saya dan seniman lainnya sangat terdampak. Banyak tanggapan yang akhirnya dibatalkan/ditunda,’’ sebutnya seraya menyampaikan 27 jadwal tanggapannya terpaksa batal akibat korona.

Banyak arena tanggapan berupa panggung terbuka yang biasanya menghadirkan seniman, pelawak, hingga artis lokal terpaksa dibatalkan. Menyusul adanya larangan menggelar keramaian atau acara yang mengundang massa. Padahal bulan Rejeb dan Ruwah pada penanggalan Jawa kerap diadakan acara yang mengundang seniman tradisional.

Dia mengimbuhkan menjadi seniman tentu merupakan panggilan jiwa dan raga. Seniman percaya dapat tetap eksis apabila menciptakan kesenian yang bernilai jual. Salah satunya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wabah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) agaknya tak membuat daya kreatif kalangan seniman ikutan luntur. Meski dalam suasana social distancing, mereka tetap berkesenian dengan membuat karya yang mengandung pesan edukatif perihal pencegahan virus korona.

Adalah Cak Memet, pelawak Ludruk Karya Budaya Mojokerto membuat kidungan yang bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat. Sajian kidungan yang biasa ditampilkan ketika berada di atas panggung kini berada di media. Cak Memet membuat rekaman kidungan dengan telepon pintar kemudian menyebarkannya ke jaringan media sosialnya.

Kidungan berjudul Melawan Korona Tekok Awake Dewe (Melawan Korona Bermula Diri Sendiri) berdurasi 1 menit 55 detik. Diciptakan Cak Memet di rumahnya kawasan Surodinawan, Kota Mojokerto. Ia merasa gerah atas kondisi yang disebabkan wabah korona. Lantaran, dampak penyakit itu membuat kehidupan berubah drastis.

Baca Juga :  Jika Iuran KIS Naik, Anggaran Pemkab Membengkak Rp 10 Miliar

’’Virus korona itu harus dilawan. Sayangnya imbauan dari pemerintah dan berbagai pihak tak digubris banyak warga. Sebagai seniman, saya buat kidungan agar orang-orang tergerak,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Ia mengatakan, kidungan disampaikan dengan ringan dan terkesan jenaka tapi membuat pesan edukatif. Cak Memet berharap karyanya itu bisa dinikmati banyak orang. Karena sederhana dan gampang disebarkan, ia ingin lewat kidungan masyarakat bisa lebih disiplin menjaga diri dari serangan virus korona. ’’Caranya ya dengan jaga jarak, cuci tangan dengan sabun dan berdiam di rumah sesuai anjuran pemerintah,’’ tambah dia.

Seiring kian mewabahnya virus di Indonesia bahkan Jawa Timur, dirinya selaku seniman berharap agar wabah korona segera mereda. Karena dampak penyakit yang menyerang paru-paru itu berdampak ke segala lapisan kehidupan. Tak terkecuali kalangan seniman seperti dirinya.

Baca Juga :  PDP Bartambah, RSUD Tambah Ruang Isolasi
- Advertisement -

Cak Memet yang juga pelawak grup Ludruk Karya Budaya Mojokerto ini, menuturkan, semenjak wabah korona menyerang Jawa Timur, banyak seniman yang terdampak. ’’Saya dan seniman lainnya sangat terdampak. Banyak tanggapan yang akhirnya dibatalkan/ditunda,’’ sebutnya seraya menyampaikan 27 jadwal tanggapannya terpaksa batal akibat korona.

Banyak arena tanggapan berupa panggung terbuka yang biasanya menghadirkan seniman, pelawak, hingga artis lokal terpaksa dibatalkan. Menyusul adanya larangan menggelar keramaian atau acara yang mengundang massa. Padahal bulan Rejeb dan Ruwah pada penanggalan Jawa kerap diadakan acara yang mengundang seniman tradisional.

Dia mengimbuhkan menjadi seniman tentu merupakan panggilan jiwa dan raga. Seniman percaya dapat tetap eksis apabila menciptakan kesenian yang bernilai jual. Salah satunya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/