alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 22, 2022

Penutupan Jalan Raya Terus Diterapkan

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Physical distancing terus digalakkan oleh Polres Mojokerto. Gerakan itu tak lain sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus korona (Covid-19). Selain memperluas titik lokasi, kepolisian juga menambah jam operasional.

Minggu (29/3), mulai sekitar pukul 10.00 hingga pukul 14.00 mulai diterapkan penutupan jalan yang menjadi area physical distancing. Padahal sebelumnya hanya diberlakukan malam hari.

Yakni, mulai pukul 19.00 sampai pukul 23.00. Kebijakan itu diterapkan di dua lokasi. Yakni, di Jalan Raya Gajah Mada Mojosari. Dari perempatan pekukuhan hingga perbatasan Jalan Raya Airlangga.

Di Jalan Teratai, Desa/Kecamatan Sooko, diberlakukan hal yang sama. ’’Seperti yang saya sampaikan ke masyarakat bahwa saat ini kita harus mengurangi mobilitas. Maksud dan tujuannya agar warga tetap tinggal di rumah saja,’’ kata Kapolres Mojokerto AKBP Feby DP Hutagalung.

Selain dilakukan penambahan jam opersional, lokasi physical distancing juga diperluas. Jika sebelumnya hanya dua lokasi. di  Perumahan Puri Mojopahit, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, dan Perumahan Mutiara Garden, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, kini ditambah satu kawasan.

Baca Juga :  Afifah Wakili Indonesia di Model United Nations Conference Bangkok

Yaitu, perumahan Bumi Surya Permai (BSP) Regency, Kecamatan Puri. Bahkan pihaknya akan terus memperluas area physical distancing ini. ’’Jadi, sangat dimungkinkan untuk ditambah. Karena hal ini untuk memberikan edukasi, agar masyarakat mengerti dengan kondisi negara saat ini. Sehingga, semua warga sama-sama waspada dan mencegah penyebararan virus ini,’’ tuturnya.

Menurut Feby, untuk memperluas area physical distancing itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan para camat dan kepala desa di wilayah hukumnya supaya menjadi panutan bagi warga lainnya. Dengan demikian masyarakat lainya akan mengikuti cara yang diterapkan itu. ’’Dengan adanya cara tersebut mudah-mudahan menjadi pembelajaran bagi kita semua. Sehingga, bisa memutus mata rantai Covid-19,’’ tandasnya.

Baca Juga :  MKP Resmi Dipecat Mendagri

Tak kalah pentingnya, tiga lokasi perumahan yang menerapkan physical distancing akan dijaga 24 jam oleh satpam, warga, dan personel gabungan. Terdiri darik Polri, TNI, Satpol PP.

Setiap tamu yang masuk labih dulu diminta masuk ke bilik disinfektan yang berada di pintu masuk perumahan. Tubuh para tamu akan disemprot cairan peembunuh kuman dan virus selama beberapa detik. Kendaraan tamu juga tak lepas dari sterilisasi. Pemeriksaan suhu tubuh para tamu ikut diberlakukan. Jika suhu tubuh di bawah 38 derajat Celsius, maka diizinkan masuk.

Sebelum masuk, mereka juga diberi cairan hand sanitizer. Sebaliknya, bagi para tamu yang menderita demam dilarang masuk perumahan. Tamu yang sakit akan diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memeriksakan diri. ’’Maka kami harap masyarakat nantinya di semua wilayah bisa benar-benar menerapkan physical distancing,’’ pungkasnya.

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Physical distancing terus digalakkan oleh Polres Mojokerto. Gerakan itu tak lain sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus korona (Covid-19). Selain memperluas titik lokasi, kepolisian juga menambah jam operasional.

Minggu (29/3), mulai sekitar pukul 10.00 hingga pukul 14.00 mulai diterapkan penutupan jalan yang menjadi area physical distancing. Padahal sebelumnya hanya diberlakukan malam hari.

Yakni, mulai pukul 19.00 sampai pukul 23.00. Kebijakan itu diterapkan di dua lokasi. Yakni, di Jalan Raya Gajah Mada Mojosari. Dari perempatan pekukuhan hingga perbatasan Jalan Raya Airlangga.

Di Jalan Teratai, Desa/Kecamatan Sooko, diberlakukan hal yang sama. ’’Seperti yang saya sampaikan ke masyarakat bahwa saat ini kita harus mengurangi mobilitas. Maksud dan tujuannya agar warga tetap tinggal di rumah saja,’’ kata Kapolres Mojokerto AKBP Feby DP Hutagalung.

Selain dilakukan penambahan jam opersional, lokasi physical distancing juga diperluas. Jika sebelumnya hanya dua lokasi. di  Perumahan Puri Mojopahit, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, dan Perumahan Mutiara Garden, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, kini ditambah satu kawasan.

Baca Juga :  JKN-KIS Biayai Operasi Tumor Jinak

Yaitu, perumahan Bumi Surya Permai (BSP) Regency, Kecamatan Puri. Bahkan pihaknya akan terus memperluas area physical distancing ini. ’’Jadi, sangat dimungkinkan untuk ditambah. Karena hal ini untuk memberikan edukasi, agar masyarakat mengerti dengan kondisi negara saat ini. Sehingga, semua warga sama-sama waspada dan mencegah penyebararan virus ini,’’ tuturnya.

- Advertisement -

Menurut Feby, untuk memperluas area physical distancing itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan para camat dan kepala desa di wilayah hukumnya supaya menjadi panutan bagi warga lainnya. Dengan demikian masyarakat lainya akan mengikuti cara yang diterapkan itu. ’’Dengan adanya cara tersebut mudah-mudahan menjadi pembelajaran bagi kita semua. Sehingga, bisa memutus mata rantai Covid-19,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Pupuk Subsidi Langka

Tak kalah pentingnya, tiga lokasi perumahan yang menerapkan physical distancing akan dijaga 24 jam oleh satpam, warga, dan personel gabungan. Terdiri darik Polri, TNI, Satpol PP.

Setiap tamu yang masuk labih dulu diminta masuk ke bilik disinfektan yang berada di pintu masuk perumahan. Tubuh para tamu akan disemprot cairan peembunuh kuman dan virus selama beberapa detik. Kendaraan tamu juga tak lepas dari sterilisasi. Pemeriksaan suhu tubuh para tamu ikut diberlakukan. Jika suhu tubuh di bawah 38 derajat Celsius, maka diizinkan masuk.

Sebelum masuk, mereka juga diberi cairan hand sanitizer. Sebaliknya, bagi para tamu yang menderita demam dilarang masuk perumahan. Tamu yang sakit akan diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memeriksakan diri. ’’Maka kami harap masyarakat nantinya di semua wilayah bisa benar-benar menerapkan physical distancing,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/