alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Dua Sekolah Swasta Terapkan Daring

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dua sekolah swasta di Kota Mojokerto menggelar pembelajaran daring sementara waktu lantaran temuan kasus positif Covid-19 dari kalangan guru dan siswa. Atas temuan itu, Dinkes tengah fokus melakukan tracing.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto Amin Wachid mengatakan, temuan kasus muncul di SDK Wijana Sejati Kota Mojokerto. Dua guru yang dinyatakan positif Covid-19. Praktis, pembelajaran tatap muka (PTM) penuh terbatas di sekolah tersebut dihentikan sejak Selasa (26/1) lalu.

’’Diketahuinya mulai tanggal 22 Januari lalu, pertama satu orang guru positif. Setelah di-tracing baik dari lingkungan rumah guru dan satu sekolah, ternyata terdapatkan satu guru lagi positif. Akhirnya kita berlakukan pembelajaran daring lagi untuk sekolah tersebut,’’ ujarnya, kemarin.

Pihaknya melanjutkan sedianya pembelajaran jarak jauh (PJJ) di SDK Wijana Sejati digelar hingga Senin (1/2) mendatang. Itu jika persyaratan PTM sesuai Surat Keputusan Bersama 4 Menteri bisa terpenuhi. Diantaranya, terbukti bukan klaster penularan dan hasil surveilans epidomiologis positivity rate-nya di bawah lima persen. ’’Selasa (2/2) besok, kita baru evaluasi dan monitoring. Tujuannya memutuskan apakah PTM penuh digelar lagi atau PJJ tetap berlanjut,’’ terang mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto ini.

Baca Juga :  Jual Istri untuk Berobat Mertua

Temuan kasus positif juga terjadi SMA Taruna Nusa Harapan (TNH) Kota Mojokerto. Sekolah tersebut juga menerapkan pembelajaran daring sejak Senin (24/1) lalu. Terdapat satu siswa yang dinyatakan terpapar virus korona. Atas temuan itu, Plt Kasi Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Wilayah Kabupaten Kota Mojokerto Muhammad Suwanto menuturkan ini temuan itu pertama kali terjadi di lingkup SMA selama PTM digelar. ’’Mereka sudah mengajukan izin ke kami untuk menggelar PJJ lagi. Namun belum diketahui sampai kapan. Yang jelas kita masih koordinasi dengan pihak sekolah sekaligus mengevaluasi PTM ini,’’ bebernya.

Terpisah, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes PPKB Kota Mojokerto dr Lily Nurlaily membenarkan adanya giat tracing pada kedua sekolah tersebut. Semua siswa maupun guru yang terpapar sudah ditindak lanjuti dengan isolasi sementara. Kemudian, kegiatan PTM sementara waktu ditiadakan karena untuk mensterilkan lingkungan sekolah. ’’Kita tindak lanjuti dengan isolasi untuk yang terpapar. Karena memang tergolong gejala ringan, semuanya kita evakuasi di isoter dulu. Selanjutnya, kita masih fokus tracing lagi sehingga PTM di sekolah tersebut harus ditiadakan sementara waktu,’’ tandasnya. (oce/fen)

Baca Juga :  Kota Masih Lanjut, Kabupaten Mandek

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dua sekolah swasta di Kota Mojokerto menggelar pembelajaran daring sementara waktu lantaran temuan kasus positif Covid-19 dari kalangan guru dan siswa. Atas temuan itu, Dinkes tengah fokus melakukan tracing.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto Amin Wachid mengatakan, temuan kasus muncul di SDK Wijana Sejati Kota Mojokerto. Dua guru yang dinyatakan positif Covid-19. Praktis, pembelajaran tatap muka (PTM) penuh terbatas di sekolah tersebut dihentikan sejak Selasa (26/1) lalu.

’’Diketahuinya mulai tanggal 22 Januari lalu, pertama satu orang guru positif. Setelah di-tracing baik dari lingkungan rumah guru dan satu sekolah, ternyata terdapatkan satu guru lagi positif. Akhirnya kita berlakukan pembelajaran daring lagi untuk sekolah tersebut,’’ ujarnya, kemarin.

Pihaknya melanjutkan sedianya pembelajaran jarak jauh (PJJ) di SDK Wijana Sejati digelar hingga Senin (1/2) mendatang. Itu jika persyaratan PTM sesuai Surat Keputusan Bersama 4 Menteri bisa terpenuhi. Diantaranya, terbukti bukan klaster penularan dan hasil surveilans epidomiologis positivity rate-nya di bawah lima persen. ’’Selasa (2/2) besok, kita baru evaluasi dan monitoring. Tujuannya memutuskan apakah PTM penuh digelar lagi atau PJJ tetap berlanjut,’’ terang mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto ini.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Pemkab Gelar Operasi Pasar

Temuan kasus positif juga terjadi SMA Taruna Nusa Harapan (TNH) Kota Mojokerto. Sekolah tersebut juga menerapkan pembelajaran daring sejak Senin (24/1) lalu. Terdapat satu siswa yang dinyatakan terpapar virus korona. Atas temuan itu, Plt Kasi Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Wilayah Kabupaten Kota Mojokerto Muhammad Suwanto menuturkan ini temuan itu pertama kali terjadi di lingkup SMA selama PTM digelar. ’’Mereka sudah mengajukan izin ke kami untuk menggelar PJJ lagi. Namun belum diketahui sampai kapan. Yang jelas kita masih koordinasi dengan pihak sekolah sekaligus mengevaluasi PTM ini,’’ bebernya.

Terpisah, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes PPKB Kota Mojokerto dr Lily Nurlaily membenarkan adanya giat tracing pada kedua sekolah tersebut. Semua siswa maupun guru yang terpapar sudah ditindak lanjuti dengan isolasi sementara. Kemudian, kegiatan PTM sementara waktu ditiadakan karena untuk mensterilkan lingkungan sekolah. ’’Kita tindak lanjuti dengan isolasi untuk yang terpapar. Karena memang tergolong gejala ringan, semuanya kita evakuasi di isoter dulu. Selanjutnya, kita masih fokus tracing lagi sehingga PTM di sekolah tersebut harus ditiadakan sementara waktu,’’ tandasnya. (oce/fen)

Baca Juga :  Kota Masih Lanjut, Kabupaten Mandek

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/