alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Hujan Tiba, Jaga Kesehatan dan Tetap Bahagia

MUSIM yang tak menentu, membuat kondisi tubuh sulit beradaptasi. Ditambah pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir dan beragam penyakit kerap datang tiba-tiba. Lalu, apa yang bisa dilakukan agar tetap sehat di masa rentan ini?

Tidak hanya jasmasi, kesehatan tubuh juga dipengaruhi tingkat emosi. Bagi Mohammad Khoirul Umam, kunci utama menjaga kesehatan adalah bahagia setiap hari. Sebab, menurut dia, pikiran stres justru membuat orang mudah jatuh sakit. Terutama pada musim penghujan dan pandemi seperti ini.

”Di samping itu saya punya penyemangat yaitu keluarga dan penyemangat khusus dari kedua orangtua yang saat ini saya rawat di rumah saya. Coba kalau saya sakit, terus siapa yang merawat orangtua saya seperti mandi pagi dan sore,” ungkapnya.

Menurutnya, menjaga kebahagiaan dan kesehatan bisa juga dilakukan melalui olahraga rutin. Manfaat kegiatan seperti lari pagi dan bersepeda benar-benar dirasakannya. Selain menunjang kesehatan, baginya, olahraga juga untuk membebaskan pikiran dari beban kerja.

Baca Juga :  Orang Tua Ogah Datangi Posyandu

Umam menyadari, sebagai perwira polisi, dia memiliki mobilitas tinggi. Tak ayal, dia merasa perlu memfilter makanan dan minuman yang dikonsumsinya. ”Yang pertama, saya menghindari minuman manis. Yang kedua, minuman dingin. Kebanyakan saya minum air putih hangat,” tambah ayah empat anak itu.

Hal itu semata untuk menunjang aktivitas padat yang kerap tak peduli sedang cuaca hujan atau angin kencang. Menjaga kondisi tubuh tetap fit harus dilakukan. Umam juga rutin menyempatkan diri untuk pijat minimal sekali dalam sebulan. ”Yang mendorong saya tetap begini karena saya bisa dibilang tulang punggung keluarga,” jelas pria yang tinggal di Perumahan Japan Asri, Kecamatan Sooko itu.

Pria 38 tahun ini mengatakan, semua pekerjaannya harus selesai di kantor. Dia tidak mau beban pekerjaannya mengganggu waktunya bersama keluarga. ”Namun bila ada tugas dadakan ya tetap akan dikerjakan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Bukan Agama, Hanya Ajarkan Budi Pekerti

Hal senada juga diungkapkan Bagus. Hanya saja, anggota tim reaksi cepat lembaga penanggulangan bencana ini lebih mengutamakan istirahat cukup. Setidaknya, selama waktu  waktu recovery tubuh tercukupi, penyakit bisa diantisipasi. ”Tidak ada kiat yang khusus. Pokoknya ada waktu untuk istirahat ya dimaksimalkan untuk istirahat,” katanya,

Pria 28 tahun ini mengaku, sebagai pekerja lapangan yang juga tak kenal waktu kerap mengonsumsi vitamin untuk menjaga kesehatan. Selain itu, ia juga menjaga keseimbangan makanan. ”Karena musuhnya hujan yang pasti penyakit lebih mudah datang. Kalau bilang peralatan setiap hari yang khusus ya jas hujan dan sepatu boots,” pungkasnya. (adi)

MUSIM yang tak menentu, membuat kondisi tubuh sulit beradaptasi. Ditambah pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir dan beragam penyakit kerap datang tiba-tiba. Lalu, apa yang bisa dilakukan agar tetap sehat di masa rentan ini?

Tidak hanya jasmasi, kesehatan tubuh juga dipengaruhi tingkat emosi. Bagi Mohammad Khoirul Umam, kunci utama menjaga kesehatan adalah bahagia setiap hari. Sebab, menurut dia, pikiran stres justru membuat orang mudah jatuh sakit. Terutama pada musim penghujan dan pandemi seperti ini.

”Di samping itu saya punya penyemangat yaitu keluarga dan penyemangat khusus dari kedua orangtua yang saat ini saya rawat di rumah saya. Coba kalau saya sakit, terus siapa yang merawat orangtua saya seperti mandi pagi dan sore,” ungkapnya.

Menurutnya, menjaga kebahagiaan dan kesehatan bisa juga dilakukan melalui olahraga rutin. Manfaat kegiatan seperti lari pagi dan bersepeda benar-benar dirasakannya. Selain menunjang kesehatan, baginya, olahraga juga untuk membebaskan pikiran dari beban kerja.

Baca Juga :  Pemkab Belanja Motor Kades Rp 5 Miliar

Umam menyadari, sebagai perwira polisi, dia memiliki mobilitas tinggi. Tak ayal, dia merasa perlu memfilter makanan dan minuman yang dikonsumsinya. ”Yang pertama, saya menghindari minuman manis. Yang kedua, minuman dingin. Kebanyakan saya minum air putih hangat,” tambah ayah empat anak itu.

Hal itu semata untuk menunjang aktivitas padat yang kerap tak peduli sedang cuaca hujan atau angin kencang. Menjaga kondisi tubuh tetap fit harus dilakukan. Umam juga rutin menyempatkan diri untuk pijat minimal sekali dalam sebulan. ”Yang mendorong saya tetap begini karena saya bisa dibilang tulang punggung keluarga,” jelas pria yang tinggal di Perumahan Japan Asri, Kecamatan Sooko itu.

- Advertisement -

Pria 38 tahun ini mengatakan, semua pekerjaannya harus selesai di kantor. Dia tidak mau beban pekerjaannya mengganggu waktunya bersama keluarga. ”Namun bila ada tugas dadakan ya tetap akan dikerjakan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pengunjung Karaoke Terjaring Operasi

Hal senada juga diungkapkan Bagus. Hanya saja, anggota tim reaksi cepat lembaga penanggulangan bencana ini lebih mengutamakan istirahat cukup. Setidaknya, selama waktu  waktu recovery tubuh tercukupi, penyakit bisa diantisipasi. ”Tidak ada kiat yang khusus. Pokoknya ada waktu untuk istirahat ya dimaksimalkan untuk istirahat,” katanya,

Pria 28 tahun ini mengaku, sebagai pekerja lapangan yang juga tak kenal waktu kerap mengonsumsi vitamin untuk menjaga kesehatan. Selain itu, ia juga menjaga keseimbangan makanan. ”Karena musuhnya hujan yang pasti penyakit lebih mudah datang. Kalau bilang peralatan setiap hari yang khusus ya jas hujan dan sepatu boots,” pungkasnya. (adi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/