alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Antisipasi Virus Korona, RSUD Latih Sekuriti dan Bentuk Timsus

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Merebaknya wabah penyakit pneumonia yang disebarkan virus korona di berbagai belahan dunia turut diantisipasi RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. Sebagai rumah sakit rujukan wilayah Mojokerto dan sekitarnya, atensi terhadap orang dengan gejala penyakit infeksi paru-paru disertai sesak napas kini tengah ditingkatkan.

Direktur RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto dr Sugeng Mulyadi, mengatakan, kesiapsiagaan mengantisipasi penyebaran penyakit infeksi paru-paru yang ditularkan virus korona tengah digencarkan. Ini tak lepas instruksi Kementerian Kesehatan RI terhadap rumah sakit untuk mengantisipasi penyebaran penyakit yang marak berkembang di Wuhan, China, tersebut. ’’Atensi kami tingkatkan. Semua unit kami siapsiagakan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin.

Dijelaskannya, seluruh unit layanan rumah sakit pelat merah itu telah disosialisasikan perihal penyebaran virus mematikan asal Negeri Tirai Bambu itu. Sebanyak 75 unit, baik layanan poli, rawat inap, IGD, hingga pihak sekuriti dilatih mengenali gejala penyakit hingga penanganan pertamanya. ’’Kami minta semua unit tidak hanya pelayanan, tapi juga hingga keamanan. Agar, kalau mereka tahu indikasi gejala penyakit itu segera lapor. Lalu, jika ada pasien masuk langsung ditangani intensif,’’ jelas dia.

Baca Juga :  Klaim Pasien Covid Bermasalah, RSUD Merugi Rp 1,1 Miliar

Pihaknya juga menegaskan telah membentuk tim penanganan khusus penyakit pneumonia yang disebarkan virus korona. Tim ini terdiri dari sejumlah unit dengan personel terpilih khusus tangani penyakit yang dapat menular hingga mematikan ini. ’’Tim khusus sudah kami bentuk. Dikoordinatori DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pasien),’’ tegasnya.

Terpisah, Ketua Tim Penanganan Penyakit Khusus, dr Andi Wijayanto, mengatakan, terdapat beberapa gejala yang patut diwaspadai sebagai bentuk penyakit pneumonia akibat virus korona. Di antaranya, mirip dengan gelaja penyakit infeksi paru akibat virus tuberkulosis. Namun, ditambahi dengan gejala batuk, pilek, kepala berputar-putar, hingga disertai sesak napas. ’’Juga, apabila pada hasil rontgen di bagian torak terdapat banyak flek,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Bansos untuk Wilayah Pengetatan PPKM

Apabila pasien dengan gejala tersebut, pihaknya bakal langsung mewaspadai. Bahkan telah memberi tanda tertentu. ’’Penanganannya langsung khusus. Kemudian dipelajari riwayat penyakitnya. Juga riwayat perjalanannya,’’ tukas dokter spesialis paru-paru ini.

Yang tak kalah pentingnya, jika setelah diperiksa riwayat pasien menunjukkan adanya jejak rekam melakukan perjalanan ke China, pihaknya bakal mengambil tindak ekstracepat. ’’Kalau ada pasien gejala pneumonia bermata sipit dengan riwayat perjalanan ke China, maka harus langsung dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya,’’ tegas dia.

Penanganan lebih lanjut dengan pasien dengan gejala pneumonia akibat virus korona tersebut bakal ditangani langsung rumah sakit rujukan tingkat Jawa Timur. Karena, hal itu telah menjadi prosedur tetap penanganan pasien dari penyakit khusus. Selain itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat meningkatkan pola hidup sehat. Selain mengkonsumsi makanan sehat, juga meningkatkan kebersihan diri. Termasuk, menggunakan masker ketika berada di luar ruangan.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Merebaknya wabah penyakit pneumonia yang disebarkan virus korona di berbagai belahan dunia turut diantisipasi RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. Sebagai rumah sakit rujukan wilayah Mojokerto dan sekitarnya, atensi terhadap orang dengan gejala penyakit infeksi paru-paru disertai sesak napas kini tengah ditingkatkan.

Direktur RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto dr Sugeng Mulyadi, mengatakan, kesiapsiagaan mengantisipasi penyebaran penyakit infeksi paru-paru yang ditularkan virus korona tengah digencarkan. Ini tak lepas instruksi Kementerian Kesehatan RI terhadap rumah sakit untuk mengantisipasi penyebaran penyakit yang marak berkembang di Wuhan, China, tersebut. ’’Atensi kami tingkatkan. Semua unit kami siapsiagakan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin.

Dijelaskannya, seluruh unit layanan rumah sakit pelat merah itu telah disosialisasikan perihal penyebaran virus mematikan asal Negeri Tirai Bambu itu. Sebanyak 75 unit, baik layanan poli, rawat inap, IGD, hingga pihak sekuriti dilatih mengenali gejala penyakit hingga penanganan pertamanya. ’’Kami minta semua unit tidak hanya pelayanan, tapi juga hingga keamanan. Agar, kalau mereka tahu indikasi gejala penyakit itu segera lapor. Lalu, jika ada pasien masuk langsung ditangani intensif,’’ jelas dia.

Baca Juga :  ASN Pemkab Ditemukan Meninggal Dunia

Pihaknya juga menegaskan telah membentuk tim penanganan khusus penyakit pneumonia yang disebarkan virus korona. Tim ini terdiri dari sejumlah unit dengan personel terpilih khusus tangani penyakit yang dapat menular hingga mematikan ini. ’’Tim khusus sudah kami bentuk. Dikoordinatori DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pasien),’’ tegasnya.

Terpisah, Ketua Tim Penanganan Penyakit Khusus, dr Andi Wijayanto, mengatakan, terdapat beberapa gejala yang patut diwaspadai sebagai bentuk penyakit pneumonia akibat virus korona. Di antaranya, mirip dengan gelaja penyakit infeksi paru akibat virus tuberkulosis. Namun, ditambahi dengan gejala batuk, pilek, kepala berputar-putar, hingga disertai sesak napas. ’’Juga, apabila pada hasil rontgen di bagian torak terdapat banyak flek,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Kota Usulkan 3.223 Dosis Vaksin

Apabila pasien dengan gejala tersebut, pihaknya bakal langsung mewaspadai. Bahkan telah memberi tanda tertentu. ’’Penanganannya langsung khusus. Kemudian dipelajari riwayat penyakitnya. Juga riwayat perjalanannya,’’ tukas dokter spesialis paru-paru ini.

- Advertisement -

Yang tak kalah pentingnya, jika setelah diperiksa riwayat pasien menunjukkan adanya jejak rekam melakukan perjalanan ke China, pihaknya bakal mengambil tindak ekstracepat. ’’Kalau ada pasien gejala pneumonia bermata sipit dengan riwayat perjalanan ke China, maka harus langsung dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya,’’ tegas dia.

Penanganan lebih lanjut dengan pasien dengan gejala pneumonia akibat virus korona tersebut bakal ditangani langsung rumah sakit rujukan tingkat Jawa Timur. Karena, hal itu telah menjadi prosedur tetap penanganan pasien dari penyakit khusus. Selain itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat meningkatkan pola hidup sehat. Selain mengkonsumsi makanan sehat, juga meningkatkan kebersihan diri. Termasuk, menggunakan masker ketika berada di luar ruangan.

Artikel Terkait

Most Read

Nihil Pasien, Rusunawa Siap Dihuni

Polisi Sidak Jasa Ekspedisi

Venue Biliar Tak Kantongi SLO

Artikel Terbaru


/