alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

Dua Tempat Isolasi Terpadu Bakal Ditutup

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dinkes Kabupaten bakal menutup atau menonaktifkan isolasi terpadu (isoter) pasien positif Covid-19. Lantaran nihilnya pasien Covid-19 selama tiga bulan sekaligus mengembalikan fungsi layanan puskesmas seperti sediakala.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rokhmat Rokhmawan mengatakan penutupan isoter seiring tidak adanya kasus positif Covid-19. Secara serentak dua isoter Kabupaten yakni Puskesmas Dawarblandong dan Puskesmas Gondang ditutup awal Januari nanti. ’’Rencana per 1 Januari nanti, mau kita tutup karena sudah tiga bulan ini kosong. Selain itu, hasil evaluasi Satgas Covid-19 Kabupaten sudah bisa mengendalikan kasus,’’ ujarnya, kemarin.

dr Ulum menambahkan penutupan isolasi di dua puskesmas juga memulai kebiasaan baru. Yakni, tenaga kesehatan puskesmas kembali melayani pasien non Covid-19. ’’Karena sudah dua tahun lebih, kita harus terbiasa dengan penyakit ini. Makanya, isoter dua puskesmas kita tutup dan diubah menjadi ruang isolasi khusus penyakit menular. Baik untuk Covid-19 atau penyakit lainnya dengan jumlah tempat tidur terbatas. Puskesmas harus kembali melayani pasien seperti biasanya dan tidak fokus pada Covid-19 lagi,’’ papar dia.

Baca Juga :  Ratusan Warga Tuntut Kasun Dicopot

Disinggung terkait antisipasi adanya Covid-19 varian baru Omicron, pria yang juga Direktur RSUD RA Basoeni ini mengungkapkan, sudah melangkah lebih lanjut. Jika kasus melonjak, pasien langsung diisolasi terpusat di rumah sakit. Untuk itu, setiap RS wajib memiliki gedung khusus isolasi Covid-19. Itu diperuntukkan pasien terkonfirmasi positif, mulai tanpa gejala hingga gejala berat. ’’Mulai difokuskan di RS untuk isolasinya. Baik di RSUD Prof dr Soekandar dan RA Basoeni sudah disiapkan gedung sendiri untuk penanganan Covid,’’ ulasnya. (oce/fen)

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dinkes Kabupaten bakal menutup atau menonaktifkan isolasi terpadu (isoter) pasien positif Covid-19. Lantaran nihilnya pasien Covid-19 selama tiga bulan sekaligus mengembalikan fungsi layanan puskesmas seperti sediakala.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rokhmat Rokhmawan mengatakan penutupan isoter seiring tidak adanya kasus positif Covid-19. Secara serentak dua isoter Kabupaten yakni Puskesmas Dawarblandong dan Puskesmas Gondang ditutup awal Januari nanti. ’’Rencana per 1 Januari nanti, mau kita tutup karena sudah tiga bulan ini kosong. Selain itu, hasil evaluasi Satgas Covid-19 Kabupaten sudah bisa mengendalikan kasus,’’ ujarnya, kemarin.

dr Ulum menambahkan penutupan isolasi di dua puskesmas juga memulai kebiasaan baru. Yakni, tenaga kesehatan puskesmas kembali melayani pasien non Covid-19. ’’Karena sudah dua tahun lebih, kita harus terbiasa dengan penyakit ini. Makanya, isoter dua puskesmas kita tutup dan diubah menjadi ruang isolasi khusus penyakit menular. Baik untuk Covid-19 atau penyakit lainnya dengan jumlah tempat tidur terbatas. Puskesmas harus kembali melayani pasien seperti biasanya dan tidak fokus pada Covid-19 lagi,’’ papar dia.

Baca Juga :  Ditertibkan Satpol PP, PKL Tuntut Solusi

Disinggung terkait antisipasi adanya Covid-19 varian baru Omicron, pria yang juga Direktur RSUD RA Basoeni ini mengungkapkan, sudah melangkah lebih lanjut. Jika kasus melonjak, pasien langsung diisolasi terpusat di rumah sakit. Untuk itu, setiap RS wajib memiliki gedung khusus isolasi Covid-19. Itu diperuntukkan pasien terkonfirmasi positif, mulai tanpa gejala hingga gejala berat. ’’Mulai difokuskan di RS untuk isolasinya. Baik di RSUD Prof dr Soekandar dan RA Basoeni sudah disiapkan gedung sendiri untuk penanganan Covid,’’ ulasnya. (oce/fen)

 

Artikel Terkait

Most Read

Tim SAR Hentikan Pencarian

Artikel Terbaru


/