alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Pimpin Rakor, Kapus Tak Bermasker

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Selain melanggar peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo terkait imbauan ASN (aparatur sipil negara) dilarang melakukan perjalanan ke luar kota selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021, Unit Pelayanan Teknis (UPT) Puskesmas Dlanggu juga tidak mengantongi surat izin dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto.

Dinkes menyatakan tidak tahu menahu, bahkan belum pernah mendapati laporan perihal acara rapat koordinasi di Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan dari puskesmas. Namun, dinkes memberikan penegasan bagi ASN, honorer, atau pegawai kontrak yang mengikuti rapat koordinasi selama dua hari dengan diselipi outbound dan refreshing tersebut.

Penegasan itu berupa penjatuhan sanksi teguran dan tertulis. ”Memang mereka tidak mengajukan izin ke dinkes. Sebab, itu acara rutin. Jadi itu urusan dari puskesmas sendiri,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko, kemarin (28/12).

Menurut Sujatmiko, Kepala UPT Puskesmas Dlanggu Rita Sugihati beserta panitia pelaksana sudah dipanggil dan diberikan sanksi teguran lisan. Namun, Sujatmiko menegaskan, pihaknya tetap menjatuhkan teguran tertulis kepada pihak-pihak yang dinilai melanggar peraturan Menpan RB. Teguran tertulis ini juga sudah diberikan tembusan kepada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Mojokerto dan bupati Mojokerto.

”Selain teguran dari pihak dinkes juga tetap akan mengenakan teguran tertulis untuk mereka yang tembusannya nanti kepada BKPP selaku pembina dan Pak Bupati,” tegasnya.

Baca Juga :  Intelektualitas ISNU Dituntut Progresif dan Inovatif

Meski demikian, usai diadakan teguran tersebut Kepala Puskesmas Dlanggu Rita Sugihati mengakui pelanggaran yang dilakukan. Termasuk mengakui dari keterangan yang sebelumnya terkesan menutup-nutupi perihal rapat yang diadakan selama dua hari tersebut. Rita mengakui kesalahan tersebut di hadapan Dinkes Kabupaten Mojokerto. ”Karena sudah dapat tindakan dari dinkes, mereka mengakui bahwa mereka salah dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi,” jelas Sujatmiko.

Dia juga menyayangkan Puskesmas Dlanggu dinilai tidak patuh dan terkesan abai terhadap terhadap peraturan. Sebab, meski rapat koordinasi dilakukan rutin, namun keputusan untuk mengadakan di luar kota merupakan suatu kesalahan. Terlebih di musim pandemi Covid-19. Sehingga hal ini perlu menjadi penegasan bagi ASN lainnya untuk tetap patuh terhadap aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Baik pemerintah pusat maupun daerah.

”Kalau rapat koordinasi dimanapun boleh. Tapi, saat ini kan memang sudah ada larangan untuk (tidak) keluar daerah. Sebenarnya hal-hal seperti itu tidak boleh dilakukan,” paparnya.

Sujatmiko menambahkan, dari foto acara rapat koordinasi Puskesmas Dlanggu juga terlihat tidak mengenakan masker. Padahal, di dalam peraturan sudah dijelaskan untuk selalu mengedepankan protokol kesehatan (prokes). Lebih-lebih sebagai tenaga kesehatan (nakes). Termasuk, dalam acara rapat sekalipun. Namun, dari konfirmasi yang didapat dinkes, kepala Puskesmas Dlanggu beralasan pelepasan masker tersebut sebagai syarat dokumentasi saja. Setelah itu, mereka tetap menjalani rapat menggunakan masker. ”Kalau foto tanpa menggunakan masker tersebut bisa dijelaskan, kata kapusnya (Rita). Bahwa, saat foto itu memang dilepas, tapi setelah foto langsung digunakan lagi,” tandasnya.

Baca Juga :  Lahan Pertanian Tergerus Luapan Kali Lamong

Dalam foto yang beredar tersebut, dari tiga perempuan pimpinan rakor, hanya satu orang yang mengenakan masker. Sedangkan, Rita dan seorang perempuan lagi tampak melepas maskernya di atas meja.

Sebelumnya, selama dua hari, UPT Puskesmas Dlanggu, Kabupaten Mojokerto justru menggelar rapat koordinasi di luar kota. Rapat koordinasi dibalut agenda persiapan BLUD (Badan Layanan Usaha Daerah) dan RE Akreditasi tahun 2021 ini juga diselingi agenda outbound dan refreshing. Rombongan yang dipimpin Kepala UPT Puskesmas Dlanggu Rita Sugihati ini menginap di Hotel Nirwana I Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

Sedangkan agenda outbound dipusatkan di Mojosemi Forest Park. Namun, acara yang berlangsung dari Jumat (25/12) pagi hingga Sabtu (26/12) siang ini mengganggu pelayanan puskesmas. Selain tenaga medis dan pegawai yang terbatas, sopir ambulans terpaksa menggunakan warga sipil saat melayani pasien. Acara tersebut dikabarkan diikuti 50 orang dalam satu rombongan bus. (oce)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Selain melanggar peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo terkait imbauan ASN (aparatur sipil negara) dilarang melakukan perjalanan ke luar kota selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021, Unit Pelayanan Teknis (UPT) Puskesmas Dlanggu juga tidak mengantongi surat izin dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto.

Dinkes menyatakan tidak tahu menahu, bahkan belum pernah mendapati laporan perihal acara rapat koordinasi di Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan dari puskesmas. Namun, dinkes memberikan penegasan bagi ASN, honorer, atau pegawai kontrak yang mengikuti rapat koordinasi selama dua hari dengan diselipi outbound dan refreshing tersebut.

Penegasan itu berupa penjatuhan sanksi teguran dan tertulis. ”Memang mereka tidak mengajukan izin ke dinkes. Sebab, itu acara rutin. Jadi itu urusan dari puskesmas sendiri,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko, kemarin (28/12).

Menurut Sujatmiko, Kepala UPT Puskesmas Dlanggu Rita Sugihati beserta panitia pelaksana sudah dipanggil dan diberikan sanksi teguran lisan. Namun, Sujatmiko menegaskan, pihaknya tetap menjatuhkan teguran tertulis kepada pihak-pihak yang dinilai melanggar peraturan Menpan RB. Teguran tertulis ini juga sudah diberikan tembusan kepada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Mojokerto dan bupati Mojokerto.

”Selain teguran dari pihak dinkes juga tetap akan mengenakan teguran tertulis untuk mereka yang tembusannya nanti kepada BKPP selaku pembina dan Pak Bupati,” tegasnya.

Baca Juga :  PPKM Darurat Diperpanjan. Ning Ita: Kulo Mboten Tego

Meski demikian, usai diadakan teguran tersebut Kepala Puskesmas Dlanggu Rita Sugihati mengakui pelanggaran yang dilakukan. Termasuk mengakui dari keterangan yang sebelumnya terkesan menutup-nutupi perihal rapat yang diadakan selama dua hari tersebut. Rita mengakui kesalahan tersebut di hadapan Dinkes Kabupaten Mojokerto. ”Karena sudah dapat tindakan dari dinkes, mereka mengakui bahwa mereka salah dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi,” jelas Sujatmiko.

- Advertisement -

Dia juga menyayangkan Puskesmas Dlanggu dinilai tidak patuh dan terkesan abai terhadap terhadap peraturan. Sebab, meski rapat koordinasi dilakukan rutin, namun keputusan untuk mengadakan di luar kota merupakan suatu kesalahan. Terlebih di musim pandemi Covid-19. Sehingga hal ini perlu menjadi penegasan bagi ASN lainnya untuk tetap patuh terhadap aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Baik pemerintah pusat maupun daerah.

”Kalau rapat koordinasi dimanapun boleh. Tapi, saat ini kan memang sudah ada larangan untuk (tidak) keluar daerah. Sebenarnya hal-hal seperti itu tidak boleh dilakukan,” paparnya.

Sujatmiko menambahkan, dari foto acara rapat koordinasi Puskesmas Dlanggu juga terlihat tidak mengenakan masker. Padahal, di dalam peraturan sudah dijelaskan untuk selalu mengedepankan protokol kesehatan (prokes). Lebih-lebih sebagai tenaga kesehatan (nakes). Termasuk, dalam acara rapat sekalipun. Namun, dari konfirmasi yang didapat dinkes, kepala Puskesmas Dlanggu beralasan pelepasan masker tersebut sebagai syarat dokumentasi saja. Setelah itu, mereka tetap menjalani rapat menggunakan masker. ”Kalau foto tanpa menggunakan masker tersebut bisa dijelaskan, kata kapusnya (Rita). Bahwa, saat foto itu memang dilepas, tapi setelah foto langsung digunakan lagi,” tandasnya.

Baca Juga :  Musim Pancaroba, DBD Mulai Mengganas Lagi

Dalam foto yang beredar tersebut, dari tiga perempuan pimpinan rakor, hanya satu orang yang mengenakan masker. Sedangkan, Rita dan seorang perempuan lagi tampak melepas maskernya di atas meja.

Sebelumnya, selama dua hari, UPT Puskesmas Dlanggu, Kabupaten Mojokerto justru menggelar rapat koordinasi di luar kota. Rapat koordinasi dibalut agenda persiapan BLUD (Badan Layanan Usaha Daerah) dan RE Akreditasi tahun 2021 ini juga diselingi agenda outbound dan refreshing. Rombongan yang dipimpin Kepala UPT Puskesmas Dlanggu Rita Sugihati ini menginap di Hotel Nirwana I Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

Sedangkan agenda outbound dipusatkan di Mojosemi Forest Park. Namun, acara yang berlangsung dari Jumat (25/12) pagi hingga Sabtu (26/12) siang ini mengganggu pelayanan puskesmas. Selain tenaga medis dan pegawai yang terbatas, sopir ambulans terpaksa menggunakan warga sipil saat melayani pasien. Acara tersebut dikabarkan diikuti 50 orang dalam satu rombongan bus. (oce)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/