alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Dua Anggota DPRD Kota Terpapar Covid-19

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kewaspadaan penyebaran Covid-19 di perkantoran harus lebih ditingkatkan. Kali ini, giliran kantor DPRD Kota Mojokerto yang ditemukan kasus SARS-CoV-2. Dua anggota dewan dikabarkan terkonfirmasi positif dan menjalani isolasi di rumah sakit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, temuan kasus itu bermula ketika sejumlah anggota DPRD Kota Mojokerto menjalani rapid test. Dari hasil tersebut, terdapat lima orang yang diketahui reaktif.

Selanjutnya, lima anggota dewan yang reaktif tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan uji swab. Dari hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) itu, diketahui dua anggota dewan yang terkonfirmasi positif. ’’Tiga anggota dewan lainnya negatif. Dua yang positif sedang dirawat di rumah sakit,’’ ungkap sumber internal dewan.

Dikonfirmasi, Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto mengaku belum mendapatkan informasi anggota dewan yang terkonfirmasi positif Covid-19. ’’Tidak ada laporan ke saya. Dan lagi, kalau masalah itu kan privasi, tim medis lah (yang tahu),’’ ungkapnya.

Namun, politisi PDIP ini mengaku jika beberapa waktu lalu dirinya termasuk dari salah satu anggota dewan yang diketahui reaktif dari hasil rapid test. Tes cepat itu dilakukan sepulangnya dari Kota Hujan, Bogor, sebelum Hari Raya Natal lalu. ’’Kalau saya memang kapan hari dari Bogor rapid, reaktif,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Okupansi Penumpang KA Diprediksi Naik

Namun, setelah ditindak lanjuti dengan uji swab, Itok, sapaan akrab Sunarto, mendapatkan hasil negatif. Tidak hanya itu, dia juga kembali mengulang tes PCR untuk kali keduanya. ’’Selang dua hari, swab lagi dan hasilnya negatif,’’ tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kota Mojokerto Mokhammad Efendi juga mengaku belum mengantongi informasi dari anggota dewan yang dikabarkan terkonfirmasi positif. Menurutnya, hasil pemeriksaan medis menjadi kewenangan sepenuhnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto dan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto. ’’Gugus tugas yang tahu persis,’’ bebernya.

Meski demikian, Effendi tak menampik jika sebelumnya ada sejumlah anggota dewan yang reaktif dari hasil rapid test. Selain Ketua DPRD Kota Mojokerto, tes usap reaktif juga dialami oleh Suliyat anggota Fraksi PDIP dan Gunawan dari Fraksi Gerakan Keadilan Pembangunan (F-GKP). Namun, ketiganya sudah dipastikan negatif Covid-19. ’’Setelah swab dua kali, negatif,’’ bebernya.

Disinggung terkait hasil swab dua anggota lain yang sebelumnya juga reaktif, Effendi menyebut tidak mengetahuinya. Masing-masing adalah salah satu anggota dari Fraksi GKP dan Fraksi Partai Demokrat. Meski begitu, dia mengatakan jika kedua anggota legislatif itu memang tengah sakit. ’’Kalau dari informasi yang kami dapat itu tifus dan ada riwayat penyakit. Tapi apakah Covid-19 atau tidak, kami tidak tahu,’’ tandasnya.

Sementara itu, dari hasil penerlusuran Jawa Pos Radar Mojokerto, dua anggota DPRD Kota Mojokerto hingga Senin (28/12) tercatat sedang menjalani perawatan di ruang isolasi Covid-19 di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. ’’Ada dua (anggota dewan kota) yang masih kita rawat. Kondisinya tidak apa-apa,’’ ujar salah satu petugas medis RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo.

Baca Juga :  DPRD Usik Dana Kelurahan

Terpisah, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Gaguk Tri Prasetyo belum bisa dimintai keterangan. Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto ini mengatakan sedang mengikuti agenda rapat di luar kota. ’’Maaf masih rapat,’’ tulis Gaguk melalui pesan WhatsApp (WA).

Dengan temuan kasus Covid-19 pada anggota DPRD Kota Mojokerto itu semakin menambah daftar catatan penyebaran virus korona di perkantoran dalam sebulan terakhir. Sebaran kasus Covid-19 sebelumnya kembali ditemukan di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. Sebanyak empat tenaga kesehatan (nakes) juga terpapar virus SARS-CoV-2. Bahkan, satu di antaranya gugur pekan lalu.

Awal Desember, Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto juga sempat melakukan lockdown sementara. Langkah antisipatiif itu dilakukan setelah terdapat tiga orang staf yang diketahui terkonfirmasi positif Covid-19. Sebelumnya, Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Mojokerto juga terpaksa harus menutup sementara pelayanan sementara pada akhir November lalu setelah lima petugas terkonfirmasi positif Covid-19. 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kewaspadaan penyebaran Covid-19 di perkantoran harus lebih ditingkatkan. Kali ini, giliran kantor DPRD Kota Mojokerto yang ditemukan kasus SARS-CoV-2. Dua anggota dewan dikabarkan terkonfirmasi positif dan menjalani isolasi di rumah sakit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, temuan kasus itu bermula ketika sejumlah anggota DPRD Kota Mojokerto menjalani rapid test. Dari hasil tersebut, terdapat lima orang yang diketahui reaktif.

Selanjutnya, lima anggota dewan yang reaktif tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan uji swab. Dari hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) itu, diketahui dua anggota dewan yang terkonfirmasi positif. ’’Tiga anggota dewan lainnya negatif. Dua yang positif sedang dirawat di rumah sakit,’’ ungkap sumber internal dewan.

Dikonfirmasi, Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto mengaku belum mendapatkan informasi anggota dewan yang terkonfirmasi positif Covid-19. ’’Tidak ada laporan ke saya. Dan lagi, kalau masalah itu kan privasi, tim medis lah (yang tahu),’’ ungkapnya.

Namun, politisi PDIP ini mengaku jika beberapa waktu lalu dirinya termasuk dari salah satu anggota dewan yang diketahui reaktif dari hasil rapid test. Tes cepat itu dilakukan sepulangnya dari Kota Hujan, Bogor, sebelum Hari Raya Natal lalu. ’’Kalau saya memang kapan hari dari Bogor rapid, reaktif,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Baru Dicairkan dari Bank, Rp 29 Juta Ditaruh Jok Motor Dirogoh Pencuri

Namun, setelah ditindak lanjuti dengan uji swab, Itok, sapaan akrab Sunarto, mendapatkan hasil negatif. Tidak hanya itu, dia juga kembali mengulang tes PCR untuk kali keduanya. ’’Selang dua hari, swab lagi dan hasilnya negatif,’’ tandasnya.

- Advertisement -

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kota Mojokerto Mokhammad Efendi juga mengaku belum mengantongi informasi dari anggota dewan yang dikabarkan terkonfirmasi positif. Menurutnya, hasil pemeriksaan medis menjadi kewenangan sepenuhnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto dan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto. ’’Gugus tugas yang tahu persis,’’ bebernya.

Meski demikian, Effendi tak menampik jika sebelumnya ada sejumlah anggota dewan yang reaktif dari hasil rapid test. Selain Ketua DPRD Kota Mojokerto, tes usap reaktif juga dialami oleh Suliyat anggota Fraksi PDIP dan Gunawan dari Fraksi Gerakan Keadilan Pembangunan (F-GKP). Namun, ketiganya sudah dipastikan negatif Covid-19. ’’Setelah swab dua kali, negatif,’’ bebernya.

Disinggung terkait hasil swab dua anggota lain yang sebelumnya juga reaktif, Effendi menyebut tidak mengetahuinya. Masing-masing adalah salah satu anggota dari Fraksi GKP dan Fraksi Partai Demokrat. Meski begitu, dia mengatakan jika kedua anggota legislatif itu memang tengah sakit. ’’Kalau dari informasi yang kami dapat itu tifus dan ada riwayat penyakit. Tapi apakah Covid-19 atau tidak, kami tidak tahu,’’ tandasnya.

Sementara itu, dari hasil penerlusuran Jawa Pos Radar Mojokerto, dua anggota DPRD Kota Mojokerto hingga Senin (28/12) tercatat sedang menjalani perawatan di ruang isolasi Covid-19 di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. ’’Ada dua (anggota dewan kota) yang masih kita rawat. Kondisinya tidak apa-apa,’’ ujar salah satu petugas medis RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo.

Baca Juga :  Sunarto Terpilih Jadi Ketua DPRD Kota Mojokerto

Terpisah, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Gaguk Tri Prasetyo belum bisa dimintai keterangan. Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto ini mengatakan sedang mengikuti agenda rapat di luar kota. ’’Maaf masih rapat,’’ tulis Gaguk melalui pesan WhatsApp (WA).

Dengan temuan kasus Covid-19 pada anggota DPRD Kota Mojokerto itu semakin menambah daftar catatan penyebaran virus korona di perkantoran dalam sebulan terakhir. Sebaran kasus Covid-19 sebelumnya kembali ditemukan di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. Sebanyak empat tenaga kesehatan (nakes) juga terpapar virus SARS-CoV-2. Bahkan, satu di antaranya gugur pekan lalu.

Awal Desember, Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto juga sempat melakukan lockdown sementara. Langkah antisipatiif itu dilakukan setelah terdapat tiga orang staf yang diketahui terkonfirmasi positif Covid-19. Sebelumnya, Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Mojokerto juga terpaksa harus menutup sementara pelayanan sementara pada akhir November lalu setelah lima petugas terkonfirmasi positif Covid-19. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/