alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Banjir Parah, Akses Terputus, Warga Terancam Terisolasi

TAK HANYA menyebabkan banjir. Hujan deras pada Minggu (27/12) malam juga mengakibatkan jembatan putus. Sedangkan dua ruas jalan di dua kecamatan tersebut mengalami longsor. Kerusakan ini terjadi akibat terjangan arus sungai yang meluap. Akibatnya, warga terganggu, bahkan di antaranya terancam terisolasi.

Jembatan putus ini terjadi di Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong. Jembatan tersebut merupakan akses penghubung antardesa. Setelah kejadian tersebut, warga yang hendak melintas harus memutar arah sekitar 6 kilometer (Km).

Kepala Desa Suru Suyono mengatakan, jembatan putus akibat luapan aliran hujan deras dari daerah lain. Sebelumnya jembatan tersebut juga sudah ambrol sejak 12 Desember lalu. Dari luas jalan 3 meter, saat ini tinggal sekitar setengah meter yang bisa dilalui. ”Sejak ambrol itu baru kita uruk dengan tanah,” ungkapnya.

Jembatan tidak mampu menahan derasnya arus sungai yang melintas. Kini warga Desa Suru dan Desa Bangeran yang terhubung lewat jembatan tersebut harus mencari alternatif lain. Mereka harus memutar arah sejauh 6 Km untuk tiba di seberang jembatan.

Sementara itu, hujan lebat juga membuat dua jalan ambrol. Masing-masing jalan ambrol berada di Dusun/Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, serta di Dusun Bantengan, Desa Bendung, Kecamatan Jetis. Jalan di Dusun/Desa Banyulegi tergerus seluas 15 meter. Titik gerusan tersebut berada tepat di sisi timur jembatan yang melintasi aliran sungai anak Kali Lamong. Hujan deras yang membuat aliran sungai meluap mengakibatkan jalan tersebut tergerus hingga mengalami longsor.

Baca Juga :  Ponsel Bunyi, Hilang Konsentrasi, Grandis Kecelakaan di Tol

Kepala Dusun Banyulegi Eko Nur Afianto menyatakan, seluruh ruas jalan mengalami longsor. Jalan hanya bisa dilalui pengendara sepeda motor melalui bahu jalan sisi selatan. Sedangkan warga yang takut melintas harus memutar sejauh kurang lebih sekitar 3 Km. ”Jalannya longsor karena banjir tadi malam itu (Minggu, Red). Saking derasnya sampai tergerus gitu,” ungkapnya.

Selain menggerus jalan, banjir juga menyebabkan empat rumah warga yang berada di sekitar jembatan terendam. Warga yang terdampak dievakusi ke balai dusun setempat. Kondisi tidak jauh beda menimpa warga Dusun Bantengan, Desa Bendung, yang terancam terisolasi lantaran satu-satunya akses keluar kampung hampir terputus. Dari luasan jalan 6 meter, kini tinggal sekitar 1 meter luas yang dapat dilalui.

Baca Juga :  Kali Lamong Urung Dinormalisasi

BPBD Kabupaten Mojokerto mencatat, terdapat 2 titik penahan jalan yang mengalami kerusahan. ”Penahan jalan ambrol dan jalan tergerus akibat air hujan yang mengalir dari hutan kayu putih milik Perhutani,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto M. Zaini. 

Pihaknya menegaskan, akibat kerusakan tersebut akseswarga terancam terputus. Apabila tidak segera ditangani, mereka  bisa terisolir. Banjir yang melanda dua kecamatan dan mengakibatkan berbagai kerusakan ini memantik perhatian pihak terkait.

Kepala DPUPR Kabupaten Mojokerto Bambang Purwanto menambahkan, jembatan putus dan jalan longsor akan segera mendapat penanganan. Dia memastikan, dalam waktu dekat akan dilakukan penanganan darutar berupa pemasangan bronjong terhadap jalan longsor. ”Terkait penahan jalan yang rusak sudah kami siapkan bronjong-bronjong tinggal nanti kerja sama dengan pihak desa,” ungkapnya.

Terkait jembatan putus, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak desa serta pihak kecamatan terkait pembangunan jembatan. ”Kemarin (pihak desa) sudah memajukan besi yang buat jembatan itu, dan pak camatnya sudah saya hubungi. Nanti segera kita kerjakan,” tandasnya. (adi)

TAK HANYA menyebabkan banjir. Hujan deras pada Minggu (27/12) malam juga mengakibatkan jembatan putus. Sedangkan dua ruas jalan di dua kecamatan tersebut mengalami longsor. Kerusakan ini terjadi akibat terjangan arus sungai yang meluap. Akibatnya, warga terganggu, bahkan di antaranya terancam terisolasi.

Jembatan putus ini terjadi di Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong. Jembatan tersebut merupakan akses penghubung antardesa. Setelah kejadian tersebut, warga yang hendak melintas harus memutar arah sekitar 6 kilometer (Km).

Kepala Desa Suru Suyono mengatakan, jembatan putus akibat luapan aliran hujan deras dari daerah lain. Sebelumnya jembatan tersebut juga sudah ambrol sejak 12 Desember lalu. Dari luas jalan 3 meter, saat ini tinggal sekitar setengah meter yang bisa dilalui. ”Sejak ambrol itu baru kita uruk dengan tanah,” ungkapnya.

Jembatan tidak mampu menahan derasnya arus sungai yang melintas. Kini warga Desa Suru dan Desa Bangeran yang terhubung lewat jembatan tersebut harus mencari alternatif lain. Mereka harus memutar arah sejauh 6 Km untuk tiba di seberang jembatan.

Sementara itu, hujan lebat juga membuat dua jalan ambrol. Masing-masing jalan ambrol berada di Dusun/Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, serta di Dusun Bantengan, Desa Bendung, Kecamatan Jetis. Jalan di Dusun/Desa Banyulegi tergerus seluas 15 meter. Titik gerusan tersebut berada tepat di sisi timur jembatan yang melintasi aliran sungai anak Kali Lamong. Hujan deras yang membuat aliran sungai meluap mengakibatkan jalan tersebut tergerus hingga mengalami longsor.

Baca Juga :  Banjir Makin Parah, Bumil, Balita, dan Lansia Dievakuasi

Kepala Dusun Banyulegi Eko Nur Afianto menyatakan, seluruh ruas jalan mengalami longsor. Jalan hanya bisa dilalui pengendara sepeda motor melalui bahu jalan sisi selatan. Sedangkan warga yang takut melintas harus memutar sejauh kurang lebih sekitar 3 Km. ”Jalannya longsor karena banjir tadi malam itu (Minggu, Red). Saking derasnya sampai tergerus gitu,” ungkapnya.

- Advertisement -

Selain menggerus jalan, banjir juga menyebabkan empat rumah warga yang berada di sekitar jembatan terendam. Warga yang terdampak dievakusi ke balai dusun setempat. Kondisi tidak jauh beda menimpa warga Dusun Bantengan, Desa Bendung, yang terancam terisolasi lantaran satu-satunya akses keluar kampung hampir terputus. Dari luasan jalan 6 meter, kini tinggal sekitar 1 meter luas yang dapat dilalui.

Baca Juga :  Rumah Ayah Bupati Digeledah, Uang Perusahaan Rp 4 Miliar Disita

BPBD Kabupaten Mojokerto mencatat, terdapat 2 titik penahan jalan yang mengalami kerusahan. ”Penahan jalan ambrol dan jalan tergerus akibat air hujan yang mengalir dari hutan kayu putih milik Perhutani,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto M. Zaini. 

Pihaknya menegaskan, akibat kerusakan tersebut akseswarga terancam terputus. Apabila tidak segera ditangani, mereka  bisa terisolir. Banjir yang melanda dua kecamatan dan mengakibatkan berbagai kerusakan ini memantik perhatian pihak terkait.

Kepala DPUPR Kabupaten Mojokerto Bambang Purwanto menambahkan, jembatan putus dan jalan longsor akan segera mendapat penanganan. Dia memastikan, dalam waktu dekat akan dilakukan penanganan darutar berupa pemasangan bronjong terhadap jalan longsor. ”Terkait penahan jalan yang rusak sudah kami siapkan bronjong-bronjong tinggal nanti kerja sama dengan pihak desa,” ungkapnya.

Terkait jembatan putus, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak desa serta pihak kecamatan terkait pembangunan jembatan. ”Kemarin (pihak desa) sudah memajukan besi yang buat jembatan itu, dan pak camatnya sudah saya hubungi. Nanti segera kita kerjakan,” tandasnya. (adi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/