alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Manfaatkan Waktu Senggang, Sebulan Produksi Empat Kodi

Predikat ibu rumah tangga bukan berarti tidak bisa berkreasi. Justru, melalui tangan-tangan ulet dan terampil mereka bisa bikin kreasi rajutan menarik. Sepatu rajut contohnya yang sekarang booming. 

KOTA Mojokerto dikenal pula sebagai daerah penghasil sepatu. Selain produk sepatu pabrikan, sepatu bikinan perajin warga Mojokerto juga dikenal luas hingga seantero nusantara. Tak pelak, predikat sebagai Kota Sepatu juga pantas disematkan kepada Kota Mojokerto.

Di tengah banyaknya bertaburan produk sepatu, kini marak diperjualbelikan sepatu rajut. Pembuatan sepatu dengan metode rajut ini sebenarnya sudah dikenal lama. Hanya saja, pengaplikasian teknik ini pada sepatu baru dilakukan.

Pada pabrikan kelas nasional, teknik ini juga tengah banyak dibicarakan dan diproduksi. Sepatu rajut tidak sedikit yang dikerjakan para perajin. Nah, di Kota Mojokerto ini, teknik rajut sepatu ini rupanya telah berkembang.

Para penggeraknya adalah ibu-ibu rumah tangga. Mereka secara mandiri berlatih membikin produk rajutan. Kemudian menyeriusi produk sepatu rajut. Awalnya teknik rajut dipelajari secara otodidak. Dari koneksi pertemanan, teknik rajut pun berkembang. Tapi ada pula yang belajar ke kursus secara khusus.

Muslikah, koordinator Komunitas Rajut Mojokerto, menceritakan, setiap bulannya banyak teman sesama perajut berkumpul. Mereka saling berbagi produk rajutan. Awalnya memang terkesan iseng dan sekadar bersilaturahmi.

Baca Juga :  Rawan Bencana Alam, Pemkab Mojokerto Matangkan Mitigasi

Namun, karena banyak yang suka, produk sepatu rajutan diseriusi. ’’Kita biasa kerjakan di rumah masing-masing. Sepatu rajut itu yang banyak,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Sepatu rajut ini terbilang unik. Karena, rajutan langsung dikenakan sejak sol sepatu hingga bagian atas. Sehingga, bagi pemakainya sepatu rajut mirip memakai kaos kaki biasa. Bedanya, bisa langsung dibuat jalan-jalan.

Biasanya, penggemar sepatu rajut ini kalangan menengah atas. Karena, harganya lebih mahal dibanding sepatu buatan perajin sepatu biasa. Atau sepatu sandal karet yang banyak bertebaran di Mojokerto.

’’Kalau di Mojokerto baru saja dikenal. Kalau di luar kota sudah lama. Terutama kota-kota besar,’’ sambung ibu asal Kalimati Kelurahan Jagalan Kota Mojokerto ini. Grup rajut ini memasarkan produknya baik secara langsung maupun pesanan.

Media pemesanannya offline dan online. Kalau online, mereka memanfaatkan jejaring media sosial yang gampang diakses. Untuk jalur ini, biasanya pemesannya dari luar kota. ’’Kami juga pernah ikut pameran di Pasuruan. Antusias pengunjung juga lumayan,’’ tutur perempuan 37 tahun ini.

Mereka juga menunjuk salah satu anggota sebagai bagian pemasaran. Jadi, selain memasarkan lewat offline dan online, juga ditawarkan ke tempat-tempat penjualan sepatu. ’’Ada yang bagian memasarkan. Jadi, digarap di rumah. Sebulan dikumpulkan bisa empat kodi,’’ lanjut dia.

Baca Juga :  Pohon Tumbang Timpa Warkop

Komunitas rajut ini sudah berjalan dua tahun terakhir ini. Memang tidak gampang menekuni produk rajutan. Karena membutuhkan ketelatenan dan keuletan tersendiri. Produk seperti sepatu rajut dibutuhkan ketelatenan dari si pembuatnya.

Sehari bisa diselesaikan satu pasang sepatu. Untuk soal ukuran, bisa disesuaikan dengan klebut. Semacam, alat ukuran size sepatu. Karena membutuhkan ketelatenan, tak jarang ada ibu-ibu yang tidak melanjutkan. Atau keluar dari komunitas.

Dimaklumi karena mereka harus menunaikan tugas sebagai ibu rumah tangga. Meski demikian, komunitas rajut ini selalu mendukung anggotanya yang memproduksi sepatu rajut. ’’Selain sepatu, kita juga buat sandal sampai tas rajut,’’ rincinya. Produk handmade ini sangat cocok bagi kaum Hawa.

Karena rajutan bisa disesuaikan warna, corak, ukuran, hingga variasi lainnya. Yang paling menguntungkan yakni, sepatu rajut dijamin tidak mengelupas dengan solnya. ’’Untuk dipakai di kaki sangat nyaman. Anti-nglongkop karena ini benar-benar dirajut ke solnya. Jadi tidak perlu dijahit lagi ke tukang sol sepatu,’’ pungkasnya. 

Predikat ibu rumah tangga bukan berarti tidak bisa berkreasi. Justru, melalui tangan-tangan ulet dan terampil mereka bisa bikin kreasi rajutan menarik. Sepatu rajut contohnya yang sekarang booming. 

KOTA Mojokerto dikenal pula sebagai daerah penghasil sepatu. Selain produk sepatu pabrikan, sepatu bikinan perajin warga Mojokerto juga dikenal luas hingga seantero nusantara. Tak pelak, predikat sebagai Kota Sepatu juga pantas disematkan kepada Kota Mojokerto.

Di tengah banyaknya bertaburan produk sepatu, kini marak diperjualbelikan sepatu rajut. Pembuatan sepatu dengan metode rajut ini sebenarnya sudah dikenal lama. Hanya saja, pengaplikasian teknik ini pada sepatu baru dilakukan.

Pada pabrikan kelas nasional, teknik ini juga tengah banyak dibicarakan dan diproduksi. Sepatu rajut tidak sedikit yang dikerjakan para perajin. Nah, di Kota Mojokerto ini, teknik rajut sepatu ini rupanya telah berkembang.

- Advertisement -

Para penggeraknya adalah ibu-ibu rumah tangga. Mereka secara mandiri berlatih membikin produk rajutan. Kemudian menyeriusi produk sepatu rajut. Awalnya teknik rajut dipelajari secara otodidak. Dari koneksi pertemanan, teknik rajut pun berkembang. Tapi ada pula yang belajar ke kursus secara khusus.

Muslikah, koordinator Komunitas Rajut Mojokerto, menceritakan, setiap bulannya banyak teman sesama perajut berkumpul. Mereka saling berbagi produk rajutan. Awalnya memang terkesan iseng dan sekadar bersilaturahmi.

Baca Juga :  Jaga Mata Air, Tebar Akar Wangi Di Lereng Gunung

Namun, karena banyak yang suka, produk sepatu rajutan diseriusi. ’’Kita biasa kerjakan di rumah masing-masing. Sepatu rajut itu yang banyak,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Sepatu rajut ini terbilang unik. Karena, rajutan langsung dikenakan sejak sol sepatu hingga bagian atas. Sehingga, bagi pemakainya sepatu rajut mirip memakai kaos kaki biasa. Bedanya, bisa langsung dibuat jalan-jalan.

Biasanya, penggemar sepatu rajut ini kalangan menengah atas. Karena, harganya lebih mahal dibanding sepatu buatan perajin sepatu biasa. Atau sepatu sandal karet yang banyak bertebaran di Mojokerto.

’’Kalau di Mojokerto baru saja dikenal. Kalau di luar kota sudah lama. Terutama kota-kota besar,’’ sambung ibu asal Kalimati Kelurahan Jagalan Kota Mojokerto ini. Grup rajut ini memasarkan produknya baik secara langsung maupun pesanan.

Media pemesanannya offline dan online. Kalau online, mereka memanfaatkan jejaring media sosial yang gampang diakses. Untuk jalur ini, biasanya pemesannya dari luar kota. ’’Kami juga pernah ikut pameran di Pasuruan. Antusias pengunjung juga lumayan,’’ tutur perempuan 37 tahun ini.

Mereka juga menunjuk salah satu anggota sebagai bagian pemasaran. Jadi, selain memasarkan lewat offline dan online, juga ditawarkan ke tempat-tempat penjualan sepatu. ’’Ada yang bagian memasarkan. Jadi, digarap di rumah. Sebulan dikumpulkan bisa empat kodi,’’ lanjut dia.

Baca Juga :  Pohon Tumbang Timpa Warkop

Komunitas rajut ini sudah berjalan dua tahun terakhir ini. Memang tidak gampang menekuni produk rajutan. Karena membutuhkan ketelatenan dan keuletan tersendiri. Produk seperti sepatu rajut dibutuhkan ketelatenan dari si pembuatnya.

Sehari bisa diselesaikan satu pasang sepatu. Untuk soal ukuran, bisa disesuaikan dengan klebut. Semacam, alat ukuran size sepatu. Karena membutuhkan ketelatenan, tak jarang ada ibu-ibu yang tidak melanjutkan. Atau keluar dari komunitas.

Dimaklumi karena mereka harus menunaikan tugas sebagai ibu rumah tangga. Meski demikian, komunitas rajut ini selalu mendukung anggotanya yang memproduksi sepatu rajut. ’’Selain sepatu, kita juga buat sandal sampai tas rajut,’’ rincinya. Produk handmade ini sangat cocok bagi kaum Hawa.

Karena rajutan bisa disesuaikan warna, corak, ukuran, hingga variasi lainnya. Yang paling menguntungkan yakni, sepatu rajut dijamin tidak mengelupas dengan solnya. ’’Untuk dipakai di kaki sangat nyaman. Anti-nglongkop karena ini benar-benar dirajut ke solnya. Jadi tidak perlu dijahit lagi ke tukang sol sepatu,’’ pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/