alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Petani Kutorejo Temukan Tatanan Bata Kuno di Ladang Singkong

KUTOREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seorang petani di Dusun Kutorejo, Desa Kutorejo, Kabupaten Mojokerto menemukan batu bata kuno di ladang singkong. Lokasi itu berada tak jauh dari punden Mbah Wiroyudho.

Itu bermula saat Mislan, salah satu petani setempat hendak mencari sisa singkong yang sudah panen di lahan milik Tulus. Batu bata yang masih tertata itu memiliki ukuran bervariasi. Kurang lebih sekitar dua meter. “Strukturnya diapit batu-batu alam yang sepertinya ditata rapi. Sebagian isiannya dari struktur bata,” ucap Mislan.

Lalu, Mislan menambahkan areal persawahan tempat penemuan situs ini dikenal dengan julukan Tanah Santren. Pun, di dekat temuan yang diduga objek cagar budaya ini terdapat makam yang dipundenkan. Yakni Makam Mbah Wiroyudho.

Baca Juga :  Kepergok dalam Kamar Kos, Pasangan Ini Ngaku Sudah Nikah Siri

 “Kalau cerita turun temurunnya, dulu persawahan ini pemukiman warga. Tapi,  karena ada wabah yang menimpa warga disini akhirnya tempatnya ditinggalkan kemudian jadi hutan belantara,” jelas Mislan. (oce/fen)

KUTOREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seorang petani di Dusun Kutorejo, Desa Kutorejo, Kabupaten Mojokerto menemukan batu bata kuno di ladang singkong. Lokasi itu berada tak jauh dari punden Mbah Wiroyudho.

Itu bermula saat Mislan, salah satu petani setempat hendak mencari sisa singkong yang sudah panen di lahan milik Tulus. Batu bata yang masih tertata itu memiliki ukuran bervariasi. Kurang lebih sekitar dua meter. “Strukturnya diapit batu-batu alam yang sepertinya ditata rapi. Sebagian isiannya dari struktur bata,” ucap Mislan.

Lalu, Mislan menambahkan areal persawahan tempat penemuan situs ini dikenal dengan julukan Tanah Santren. Pun, di dekat temuan yang diduga objek cagar budaya ini terdapat makam yang dipundenkan. Yakni Makam Mbah Wiroyudho.

Baca Juga :  Empat Pasien Korban Laka Belum Dirujuk ke Surabaya

 “Kalau cerita turun temurunnya, dulu persawahan ini pemukiman warga. Tapi,  karena ada wabah yang menimpa warga disini akhirnya tempatnya ditinggalkan kemudian jadi hutan belantara,” jelas Mislan. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/