alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, May 23, 2022

Maskawin Umrah Bareng, Momongan Pasrah sang Khaliq

Sepuluh hari menjelang pelantikan, Wali Kota Mojokerto terpilih Ika Puspitasari resmi menanggalkan status sebagai single parent.

Perempuan yang akrab disapa Ning Ita itu resmi dipinang pengusaha asal Banyuwangi. Bagaimana kisah romantikanya?

RABU (28/11) siang kemarin sejumlah tamu silih berganti berdatangan ke kediaman Ita di Jalan RA Basuni Nomor 111, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Kedatangan mereka tak lain untuk mengucapkan selamat atas pernikahan kedua mempelai. Sebab, pada hari itu, Wali Kota Mojokerto terpilih tersebut resmi dipersunting pria bernama Supriyadi Karima Syaiful.

Acara resepsi tersebut terbilang cukup sederhana. Tidak ada kursi pelaminan yang mewah. Hanya sekadar dekorasi tenda dengan nuansa putih dan kuning keemasan.

Sementara Ita mengenakan dress code pengantin dominasi warna krem soft dipadu pernak-pernik khas pengantin modern. Sederhana namun elegan.

Sementara pasangannya hanya mengenakan kemaja putih dibalut jas warna hitam. Tidak banyak pejabat yang menghadiri acara walimatul ursy itu.

Yang nampak hanya dari anggota keluarga dan rekan kerja dari kedua mempelai. Kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Ita mengaku, sebenarnya telah melangsungkan akad nikah sejak tiga bulan lalu.

Tepatnya pada 20 September 2018 atau 10 Muharram 1440 Hijriah. Namun, baru kemarin keduanya resmi tercatat sebagai pasangan suami istri sah di Kantor Urusan Agama (KUA) Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  Wisuda Dibubarkan Polisi, Klaim Kantongi Izin, Polisi Berang

”Jadi, 10 Muharam itu proses lamaran sekaligus langsung menikah,” terangnya ditemui di sela menyambut tamu resepsi

Ita mengatakan, tanggal pernikahan tersebut dipilih karena dianggap cukup sakral. Sebab, akad nikah Rasulullah dengan Siti Khadijah juga dilaksanakan tepat pada 10 Muharam.

Proses tersebut dilakukan di Kota Osing Banyuwangi. Pada saat itu, Supriyadi mempersunting Ita dengan maskawin atau mahar ibadah umrah.

Oleh sebab itu, kedua pasangan tersebut menjalankan ibadah sunah ke Tanah Suci pada 13-23 November lalu. ”Kami berangkat umrah berdua. Berdoa di sana (Makkah) memohonkan agar menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah,” paparnya.

Selain itu, selama di Masjidilharam, Ita mengaku memanjatkan doa supaya amanah dalam memimpin Kota Mojokerto.

Pasalnya, pada 8 Desember nanti, dia resmi dilantik bersama Wawali Kota Mojokerto terpilih Ahmad Rizal Zakariyah untuk memimpin Kota Onde-Onde periode 2018-2023.

Dengan demikian, Ita akan menyandang dua status sekaligus. Sebagai ibu rumah tangga dan ibu wali kota. Meski demikian, perempuan 39 tahun ini berkomitmen untuk menjalankan kedua tugas itu dengan sebaik-baiknya.

”Saya punya harapan dan keyakinan. Dengan kehadiran beliau (Supriyadi, Red) sebagai pendamping saya, bisa menyempurnakan kekurangan keterbatasan saya sebagai perempuan,” tukasnya.

Dia menceritakan tentang awal mula pertemuan dengan suaminya. Keduanya kali pertama bertemu ketika ada acara partai politik (parpol) di Semanggi, Jakarta tahun 2016.

Kebetulan, baik Ita maupun Supriyadi menyandang sebagai Ketua DPC Partai Nasdem Kabupaten Mojokerto dan Banyuwangi.

Baca Juga :  Cheng Beng di Bejijong

Dari pertemuan tersebut putri H. Jakfaril dan Hj. Fatimah ini kemudian memiliki hubungan pertemanan.

Keduanya kerap saling berdiskusi tentang berbagai hal. Selain sesama profesi sebagai politisi, suami yang bergelar insinyur tersebut juga memiliki latar belakang sebagai pengusaha.

”Tidak ada momen punya hubungan dekat. Karena selama tiga tahun itu, tidak ada pendekatan secara pribadi. Hanya sekadar teman,” ujar perempuan asal Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto ini.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, adik kandung Bupati Mojokerto nonaktif Mustofa Kamal Pasa (MKP) ini, melabuhkan hatinya kepada Supriyadi.

Hingga akhirnya, mereka berdua bersepakat untuk melangsungkan ikatan pernikahan pada 20 September lalu.

”Siapa yang menyangka saya diperjodohkan dengan beliau (suami). Semuanya karena takdir, kebetulan kami juga sama-sama single,” bebernya.

Sementara itu, dari sejumlah tamu undangan, terlihat Wakil Wali Kota Mojokerto terpilih Ahmad Rizal Zakaria dan juga Ikfina Mustofa Kamal Pasa, istri MKP.

Ita menambahkan, memang sengaja hanya mengundang orang terdekat saja. Karena acara tersebut sekaligus dijadikan sebagai momen untuk acara reuni keluarga besarnya yang saat Hari Raya Idul Fitri lalu tidak bisa terlaksana.

Ketika disinggung terkait rencana menambah momongan, Ita menyatakan akan menyerahkan kepada sang Khaliq. ”Kita jalani saja yang terbaik. Karena yang punya kehendak Allah,” pungkasnya.

Sepuluh hari menjelang pelantikan, Wali Kota Mojokerto terpilih Ika Puspitasari resmi menanggalkan status sebagai single parent.

Perempuan yang akrab disapa Ning Ita itu resmi dipinang pengusaha asal Banyuwangi. Bagaimana kisah romantikanya?

RABU (28/11) siang kemarin sejumlah tamu silih berganti berdatangan ke kediaman Ita di Jalan RA Basuni Nomor 111, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Kedatangan mereka tak lain untuk mengucapkan selamat atas pernikahan kedua mempelai. Sebab, pada hari itu, Wali Kota Mojokerto terpilih tersebut resmi dipersunting pria bernama Supriyadi Karima Syaiful.

- Advertisement -

Acara resepsi tersebut terbilang cukup sederhana. Tidak ada kursi pelaminan yang mewah. Hanya sekadar dekorasi tenda dengan nuansa putih dan kuning keemasan.

Sementara Ita mengenakan dress code pengantin dominasi warna krem soft dipadu pernak-pernik khas pengantin modern. Sederhana namun elegan.

Sementara pasangannya hanya mengenakan kemaja putih dibalut jas warna hitam. Tidak banyak pejabat yang menghadiri acara walimatul ursy itu.

Yang nampak hanya dari anggota keluarga dan rekan kerja dari kedua mempelai. Kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Ita mengaku, sebenarnya telah melangsungkan akad nikah sejak tiga bulan lalu.

Tepatnya pada 20 September 2018 atau 10 Muharram 1440 Hijriah. Namun, baru kemarin keduanya resmi tercatat sebagai pasangan suami istri sah di Kantor Urusan Agama (KUA) Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga :  Kota Mojokerto Daerah Stunting Terendah di Jatim

”Jadi, 10 Muharam itu proses lamaran sekaligus langsung menikah,” terangnya ditemui di sela menyambut tamu resepsi

Ita mengatakan, tanggal pernikahan tersebut dipilih karena dianggap cukup sakral. Sebab, akad nikah Rasulullah dengan Siti Khadijah juga dilaksanakan tepat pada 10 Muharam.

Proses tersebut dilakukan di Kota Osing Banyuwangi. Pada saat itu, Supriyadi mempersunting Ita dengan maskawin atau mahar ibadah umrah.

Oleh sebab itu, kedua pasangan tersebut menjalankan ibadah sunah ke Tanah Suci pada 13-23 November lalu. ”Kami berangkat umrah berdua. Berdoa di sana (Makkah) memohonkan agar menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah,” paparnya.

Selain itu, selama di Masjidilharam, Ita mengaku memanjatkan doa supaya amanah dalam memimpin Kota Mojokerto.

Pasalnya, pada 8 Desember nanti, dia resmi dilantik bersama Wawali Kota Mojokerto terpilih Ahmad Rizal Zakariyah untuk memimpin Kota Onde-Onde periode 2018-2023.

Dengan demikian, Ita akan menyandang dua status sekaligus. Sebagai ibu rumah tangga dan ibu wali kota. Meski demikian, perempuan 39 tahun ini berkomitmen untuk menjalankan kedua tugas itu dengan sebaik-baiknya.

”Saya punya harapan dan keyakinan. Dengan kehadiran beliau (Supriyadi, Red) sebagai pendamping saya, bisa menyempurnakan kekurangan keterbatasan saya sebagai perempuan,” tukasnya.

Dia menceritakan tentang awal mula pertemuan dengan suaminya. Keduanya kali pertama bertemu ketika ada acara partai politik (parpol) di Semanggi, Jakarta tahun 2016.

Kebetulan, baik Ita maupun Supriyadi menyandang sebagai Ketua DPC Partai Nasdem Kabupaten Mojokerto dan Banyuwangi.

Baca Juga :  Daripada Dibuang, Mending Dijemur lalu Ditukar Panci

Dari pertemuan tersebut putri H. Jakfaril dan Hj. Fatimah ini kemudian memiliki hubungan pertemanan.

Keduanya kerap saling berdiskusi tentang berbagai hal. Selain sesama profesi sebagai politisi, suami yang bergelar insinyur tersebut juga memiliki latar belakang sebagai pengusaha.

”Tidak ada momen punya hubungan dekat. Karena selama tiga tahun itu, tidak ada pendekatan secara pribadi. Hanya sekadar teman,” ujar perempuan asal Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto ini.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, adik kandung Bupati Mojokerto nonaktif Mustofa Kamal Pasa (MKP) ini, melabuhkan hatinya kepada Supriyadi.

Hingga akhirnya, mereka berdua bersepakat untuk melangsungkan ikatan pernikahan pada 20 September lalu.

”Siapa yang menyangka saya diperjodohkan dengan beliau (suami). Semuanya karena takdir, kebetulan kami juga sama-sama single,” bebernya.

Sementara itu, dari sejumlah tamu undangan, terlihat Wakil Wali Kota Mojokerto terpilih Ahmad Rizal Zakaria dan juga Ikfina Mustofa Kamal Pasa, istri MKP.

Ita menambahkan, memang sengaja hanya mengundang orang terdekat saja. Karena acara tersebut sekaligus dijadikan sebagai momen untuk acara reuni keluarga besarnya yang saat Hari Raya Idul Fitri lalu tidak bisa terlaksana.

Ketika disinggung terkait rencana menambah momongan, Ita menyatakan akan menyerahkan kepada sang Khaliq. ”Kita jalani saja yang terbaik. Karena yang punya kehendak Allah,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/