alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Gudang Pesantren Terbakar

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto ­– Kebakaran melalap gudang Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an (PPTQ) An- Nawawy Putra, di Dusun Mengelo Utara, Desa/Kecamatan Sooko, kamarin pagi. Diduga, kobaran api dipicu tingginya suhu ruangan di dalam gudang.

Kali pertama api diketahui mulai menyebar pukul 10.20. Api tampak melalap gudang berukuran 6×3 meter persegi di lantai tiga pondok pesantren. Safi’i, 40, warga sekitar, menyebut, tidak tahu pasti penyebabkan kebakaran tersebut. Meski begitu, dia bersama sejumlah warga lainnya langsung berupaya memadamkan api dengan alat seadanya saat melihat kobaran api di lantai tiga itu. ’’Kalau penyebab kurang tahu, tiba-tiba muncul api di bagian gudang lantai tiga itu,’’ terangnya.

Baca Juga :  Gudang Produksi Pigura di Pungging Dilalap Api

Titik api yang berada di lantai tiga, menjadi kendala bagi warga saat proses pemadaman. ”Karena merasa kesulitan baru kita panggil damkar untuk proses pemadaman,” imbuhnya. Beruntung, kobaran api tak menjalar ke bagian gedung ponpes lainnya hingga Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Mojokerto tiba di lokasi.

Dua unit damkar BPBD Kabupaten Mojokerto diterjunkan ke lokasi. Petugas menduga, peristiwa kebakaran tersebut dipicu tingginya suhu dalam ruangan gudang yang membuat sejumlah barang bekas terbakar. Apalagi, gudang tersebut dipenuhi sejumlah bahan yang mudah terbakar. Di antaranya, kayu, bantal, hingga buku bekas.

”Jarak antara atap yang terbuat dari seng dengan barang-barang bekas yang mudah terbakar itu sangat dekat, hanya sekitar dua meter. Sehingga, itu memungkinkan memicu munculnya api saat cuaca sedang panas-panasnya. Apalagi, di sekitar lokasi gak ada saluran listrik,” terang Danpos Pemadam Kebakaraan BPBD Kabupaten Mojokerto Soekamto.

Baca Juga :  Tanggul Sungai Watudakon Kritis, 15 Rumah Warga Mengkhawatirkan

Berunutung, tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Lantaran para santri putra penghuni pondok tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di gedung lain. Sementara, kerugian material tengah dalam penaksiran petugas. Api berhasil dijinakkan dalam waktu yang relatif singkat. (vad/ron)

 

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto ­– Kebakaran melalap gudang Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an (PPTQ) An- Nawawy Putra, di Dusun Mengelo Utara, Desa/Kecamatan Sooko, kamarin pagi. Diduga, kobaran api dipicu tingginya suhu ruangan di dalam gudang.

Kali pertama api diketahui mulai menyebar pukul 10.20. Api tampak melalap gudang berukuran 6×3 meter persegi di lantai tiga pondok pesantren. Safi’i, 40, warga sekitar, menyebut, tidak tahu pasti penyebabkan kebakaran tersebut. Meski begitu, dia bersama sejumlah warga lainnya langsung berupaya memadamkan api dengan alat seadanya saat melihat kobaran api di lantai tiga itu. ’’Kalau penyebab kurang tahu, tiba-tiba muncul api di bagian gudang lantai tiga itu,’’ terangnya.

Baca Juga :  175 PJU di Jalur Cangar-Batu Rusak

Titik api yang berada di lantai tiga, menjadi kendala bagi warga saat proses pemadaman. ”Karena merasa kesulitan baru kita panggil damkar untuk proses pemadaman,” imbuhnya. Beruntung, kobaran api tak menjalar ke bagian gedung ponpes lainnya hingga Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Mojokerto tiba di lokasi.

Dua unit damkar BPBD Kabupaten Mojokerto diterjunkan ke lokasi. Petugas menduga, peristiwa kebakaran tersebut dipicu tingginya suhu dalam ruangan gudang yang membuat sejumlah barang bekas terbakar. Apalagi, gudang tersebut dipenuhi sejumlah bahan yang mudah terbakar. Di antaranya, kayu, bantal, hingga buku bekas.

”Jarak antara atap yang terbuat dari seng dengan barang-barang bekas yang mudah terbakar itu sangat dekat, hanya sekitar dua meter. Sehingga, itu memungkinkan memicu munculnya api saat cuaca sedang panas-panasnya. Apalagi, di sekitar lokasi gak ada saluran listrik,” terang Danpos Pemadam Kebakaraan BPBD Kabupaten Mojokerto Soekamto.

Baca Juga :  Identik Pekerjaan Kasar, Hasil Tak Menentu

Berunutung, tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Lantaran para santri putra penghuni pondok tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di gedung lain. Sementara, kerugian material tengah dalam penaksiran petugas. Api berhasil dijinakkan dalam waktu yang relatif singkat. (vad/ron)

- Advertisement -

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/