alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Pemugaran RTLH Tuntas, Komisi E DPRD Jatim Beri Apresiasi

Penyelenggaraan East Java Green Scout Innovation (EJGSI) 2020 Zona V di Kabupaten Mojokerto, memasuki hari kedua, Senin (28/9). Sejumlah target kegiatan yang ditetapkan telah dicapai oleh seratus anggota Pramuka yang notabene para penegak dan pandega, sekaligus dewan kerja cabang dan brigade penolong di Kabupaten Mojokerto.

Mereka dengan penuh antusias mengikuti berbagai kegiatan yang diagendakan sambil mematuhi protokol kesehatan. Kemarin, giliran membersihkan dan mempercantik lingkungan Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari.

Kegiatan ini dilakukan untuk memupuk gerakan kerelawanan yang diprakarsai Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur serta didukung Pemerintah Provinsi dan Komisi E DPRD Jawa Timur ini juga berhasil merampungkan proses pemugaran delapan unit rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga yang tersebar di lima dusun dalam lingkungan Desa Modopuro. Masing-masing di Dusun Modopuro, Bebekan, Bangsri, Gedang, dan Sememi.

Sejumlah peserta melakukan bersih-bersih lingkungan. Di sekitaran rumah milik warga yang kini layak huni dan terlihat lebih sedap dipandang usai menjalani pemugaran. Termasuk, memasang plakat EJGSI sebagai penanda pemugaran telah tuntas. Serta, pemasangan plakat berisi Dasa Dharma Pramuka.

Pemugaran delapan unit RTLH itu telah berlangsung sejak awal Juli lalu. Proses ini melibatkan para anggota Pramuka bersama warga sekitar. Mulai proses pembongkaran, pembangunan ulang, hingga penyelesaian akhir.

Baca Juga :  RA-KB Islam Ar Rohmah Pekukuhan Mojosari Gelar Pekan Ramadan Ceria

Aksi kepedulian dari program EJGSI 2020 ini menuai banyak pujian. Salah satunya dari H. Suwandi Firdaus, SE, SH. M.Hum. Anggota Komisi E DPRD Jatim yang berangkat dari Dapil Mojokerto dan Jombang ini hadir langsung ke Desa Modopuro, didampingi perwakilan dari Kwarda Jatim dan Kwarcab Kabupaten Mojokerto, kemarin. Ia meninjau beberapa RTLH yang telah selesai dilakukan pemugaran melalui kegiatan EJGSI 2020. 

Suwandi mengaku sangat mendukung kegiatan EJGSI ini. Dia berkomitmen akan terus membantu dan mendorong kegiatan tersebut agar terus terlaksana pada tahun-tahun selanjutnya. ”Kegiatan seperti ini (EJGSI) mendorong anak muda untuk selalu ingat pada jati dirinya dan melakukan kerjasama serta saling menolong. ’’Saya harap kegiatan seperti ini berlanjut. Karena dampaknya secara nyata bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” sebutnya.

Ia berharap, EJGSI 2020 dapat bermanfaat untuk masyarakat luas. Suwandi meyakini, semangat pengabdian yang ditunjukkan Pramuka dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. ’’Tetap mengabdi di manapun berada dengan menanamkan jiwa ikhlas Bhakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana. Serta, tetap patuhi protokol kesehatan,’’ pesannya.

Panitia EJGSI 2020 Zona V di Kabupaten Mojokerto, Sundono, berterimakasih atas semangat dari para peserta dalam melakukan beragam kegiatan. ”Pada hari kedua ini, peserta juga berkegiatan pengecatan lingkungan sekitar. Termasuk fasilitas umum, menghias gapura dan menanam 30 tanaman hias,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Jalur Tol Semakin Sunyi

Antusiasme masyarakat, lanjut Sundono, juga ditunjukkan dengan dukungan mereka yang membantu persiapan kegiatan. Masyarakat juga menyiapkan fasilitas cuci tangan untuk digunakan para peserta. ’’Kami targetkan selesai dalam satu hari (kemarin) untuk pengecatan dan menghias lingkungan,’’ kata pria yang juga seorang Wakil Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Mojokerto itu.

Putri Giarni Srisedarni, seorang peserta dari Ambalan Gajah Mada-Tribuana Tunga Dewi SMAN 1 Puri mengaku, cukup bahagia terlibat dalam gerakan EJGSI 2020 tersebut. Selama dua hari ini, Putri mengaku menikmati berbagai kegiatan yang telah diagendakan.

Selain menambah teman, EJGSI 2020 juga menjadi pengalaman baru bagi dirinya. ”Kami senang bisa membuat lingkungan menjadi lebih bersih dan menarik karena nuansa kampung yang warna warni. Masyarakat juga senang,’’ kata Giarni .

Senada disampakan Zakidatul Mustafit dari SMAN 1 Mojosari. Apalagi, berbagai kegiatan yang mereka lakukan, seperti pengecatan pagar jalan menjadi perhatian masyarakat. Karena, lokasinya berada di jalur utama kota Mojosari. ”Semoga sedikit dari yang kami lakukan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. Khususnya Desa Modopuro. Kami senang bisa melaksanakan kegiatan yang bermanfaat,” katanya. (bas)

Penyelenggaraan East Java Green Scout Innovation (EJGSI) 2020 Zona V di Kabupaten Mojokerto, memasuki hari kedua, Senin (28/9). Sejumlah target kegiatan yang ditetapkan telah dicapai oleh seratus anggota Pramuka yang notabene para penegak dan pandega, sekaligus dewan kerja cabang dan brigade penolong di Kabupaten Mojokerto.

Mereka dengan penuh antusias mengikuti berbagai kegiatan yang diagendakan sambil mematuhi protokol kesehatan. Kemarin, giliran membersihkan dan mempercantik lingkungan Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari.

Kegiatan ini dilakukan untuk memupuk gerakan kerelawanan yang diprakarsai Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur serta didukung Pemerintah Provinsi dan Komisi E DPRD Jawa Timur ini juga berhasil merampungkan proses pemugaran delapan unit rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga yang tersebar di lima dusun dalam lingkungan Desa Modopuro. Masing-masing di Dusun Modopuro, Bebekan, Bangsri, Gedang, dan Sememi.

Sejumlah peserta melakukan bersih-bersih lingkungan. Di sekitaran rumah milik warga yang kini layak huni dan terlihat lebih sedap dipandang usai menjalani pemugaran. Termasuk, memasang plakat EJGSI sebagai penanda pemugaran telah tuntas. Serta, pemasangan plakat berisi Dasa Dharma Pramuka.

Pemugaran delapan unit RTLH itu telah berlangsung sejak awal Juli lalu. Proses ini melibatkan para anggota Pramuka bersama warga sekitar. Mulai proses pembongkaran, pembangunan ulang, hingga penyelesaian akhir.

Baca Juga :  Rehab Masjid Agung Al Fattah Kembali Dipoles Anggaran Rp 15 Miliar

Aksi kepedulian dari program EJGSI 2020 ini menuai banyak pujian. Salah satunya dari H. Suwandi Firdaus, SE, SH. M.Hum. Anggota Komisi E DPRD Jatim yang berangkat dari Dapil Mojokerto dan Jombang ini hadir langsung ke Desa Modopuro, didampingi perwakilan dari Kwarda Jatim dan Kwarcab Kabupaten Mojokerto, kemarin. Ia meninjau beberapa RTLH yang telah selesai dilakukan pemugaran melalui kegiatan EJGSI 2020. 

- Advertisement -

Suwandi mengaku sangat mendukung kegiatan EJGSI ini. Dia berkomitmen akan terus membantu dan mendorong kegiatan tersebut agar terus terlaksana pada tahun-tahun selanjutnya. ”Kegiatan seperti ini (EJGSI) mendorong anak muda untuk selalu ingat pada jati dirinya dan melakukan kerjasama serta saling menolong. ’’Saya harap kegiatan seperti ini berlanjut. Karena dampaknya secara nyata bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” sebutnya.

Ia berharap, EJGSI 2020 dapat bermanfaat untuk masyarakat luas. Suwandi meyakini, semangat pengabdian yang ditunjukkan Pramuka dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. ’’Tetap mengabdi di manapun berada dengan menanamkan jiwa ikhlas Bhakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana. Serta, tetap patuhi protokol kesehatan,’’ pesannya.

Panitia EJGSI 2020 Zona V di Kabupaten Mojokerto, Sundono, berterimakasih atas semangat dari para peserta dalam melakukan beragam kegiatan. ”Pada hari kedua ini, peserta juga berkegiatan pengecatan lingkungan sekitar. Termasuk fasilitas umum, menghias gapura dan menanam 30 tanaman hias,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Jelang Kedaluwarsa, Ribuan Alat Rapid Test Ditarik

Antusiasme masyarakat, lanjut Sundono, juga ditunjukkan dengan dukungan mereka yang membantu persiapan kegiatan. Masyarakat juga menyiapkan fasilitas cuci tangan untuk digunakan para peserta. ’’Kami targetkan selesai dalam satu hari (kemarin) untuk pengecatan dan menghias lingkungan,’’ kata pria yang juga seorang Wakil Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Mojokerto itu.

Putri Giarni Srisedarni, seorang peserta dari Ambalan Gajah Mada-Tribuana Tunga Dewi SMAN 1 Puri mengaku, cukup bahagia terlibat dalam gerakan EJGSI 2020 tersebut. Selama dua hari ini, Putri mengaku menikmati berbagai kegiatan yang telah diagendakan.

Selain menambah teman, EJGSI 2020 juga menjadi pengalaman baru bagi dirinya. ”Kami senang bisa membuat lingkungan menjadi lebih bersih dan menarik karena nuansa kampung yang warna warni. Masyarakat juga senang,’’ kata Giarni .

Senada disampakan Zakidatul Mustafit dari SMAN 1 Mojosari. Apalagi, berbagai kegiatan yang mereka lakukan, seperti pengecatan pagar jalan menjadi perhatian masyarakat. Karena, lokasinya berada di jalur utama kota Mojosari. ”Semoga sedikit dari yang kami lakukan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. Khususnya Desa Modopuro. Kami senang bisa melaksanakan kegiatan yang bermanfaat,” katanya. (bas)

Artikel Terkait

Most Read

Kepala Dipukul Pakai Ukulele

Upah Buruh Kota Tidak Naik

Artikel Terbaru


/