alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Disnaker Usulkan 75 Ribu Pekerja Dapat Subsidi Rp 600 Ribu

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 75 ribu pekerja yang terdaftar dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Mojokerto telah terverifikasi dan diusulkan untuk menerima subsidi gaji. Data daftar ribuan pekerja itu sudah disetor dinas tenaga kerja (Disnaker) ke Kementerian Ketenagakerjaan  untuk dilakukan verifikasi ulang dan validasi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja  (Disnaker) Kabupaten Mojokerto Nugraha Budi Sulistya menyebutkan, total ada 75 ribu pekerja yang diusulkan mendapat bantuan subsidi gaji dari pemerintah. Angka itu, lebih rendah dari total 85 ribu pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. ’’75 ribu pekerja ini data sudah kami setorkan ke pusat,’’ ungkap Nugraha.

Hanya, pihaknya belum bisa memastikan apakah dari semua angka tersebut bisa menerima subsidi gaji senilai Rp 2,4 juta yang digelontorkan pemerintah atau tidak. Sebab, sejauh ini, pemerintah daerah sebatas melakukan verifikasi data para pekerja sesuai peraturan Kemenaker RI. Meliputi, lanjut Nugraha, kepemilikan dan pesnyesuaian nomor induk kependudukan (NIK), kepersertaan aktif di BPJS Ketenagakerjaan sampai Juli 2020, dan harus mengirimkan rekening atas nama pekerja yang diusulkan.

Baca Juga :  Kabupaten Ada Tambahan Lima Kasus Positif, Tukang Sepatu pun Terpapar

Sebagai penentu, sekaligus dilakukan validasi untuk penerima kewenangan penuh kementerian. Sebaliknya, lanjut dia, untuk selisih 10 ribu pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan ini setelah dicek ternyata tidak patuh. ’’Tidak patuh ini maksudnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaannya sudah tidak aktif,’’ tuturnya. Dia menambahkan, data 75 ribu pekerja yang disetorkan tersebut selanjutkan akan dilakukan verifikasi dan validasi ulang olah kementerian. Sebelum akhirnya bantuan subsidi gaji Rp 600 ribu selama empat bulan dicairkan.

Namun, Nugraha kembali menegaskan, belum bisa memastikan kapan subsidi gaji di Kabupaten Mojokerto dicairkan. Setelah Kamis (27/8) Presiden Jokowi (Jokowi) juga me-launching penyaluran bantuan pemerintah berupa subsidi gaji atau upah. Pencairan akan langsung dilakukan oleh pemerintah pusat dan langsung masuk ke rekening penerima masing-masing.

Baca Juga :  Tebing Longsor, Tutup Separuh Jalan

Setelah dana terealisasi, Nugraha berharap daya beli masyarakat akan naik. ’’Dengan subsidi paling tidak bisa menjaga daya beli, syukur-syukur bisa meningkatkan daya beli masyarakat untuk pertumbuhan ekonomi. Daya beli naik, ekonomi bisa tumbuh, meski belum signifikan,’’ paparnya. Dengan pencairan sebanyak empat kali, sama halnya setiap pekerja akan menerima total subsidi upah Rp 2,4 juta. ’’Kami masih menunggu jadwal transfernya,’’ imbuhnya.

Jika total 75 ribu pekerja di Kabupaten Mojokerto dinyatakan lolos, menurut dia, total anggaran yang dikucurkan mencapai sekitar Rp 1,3 miliar. Dia berharap tidak ada data yang menyimpang sehingga bantuan tersebut benar-benar bisa diterima para pekerja di sektor formal dan informal. ’’Dari 75 ribu pekerja itu, 50 ribu merupakan buruh pabrik,’’ tegasnya. 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 75 ribu pekerja yang terdaftar dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Mojokerto telah terverifikasi dan diusulkan untuk menerima subsidi gaji. Data daftar ribuan pekerja itu sudah disetor dinas tenaga kerja (Disnaker) ke Kementerian Ketenagakerjaan  untuk dilakukan verifikasi ulang dan validasi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja  (Disnaker) Kabupaten Mojokerto Nugraha Budi Sulistya menyebutkan, total ada 75 ribu pekerja yang diusulkan mendapat bantuan subsidi gaji dari pemerintah. Angka itu, lebih rendah dari total 85 ribu pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. ’’75 ribu pekerja ini data sudah kami setorkan ke pusat,’’ ungkap Nugraha.

Hanya, pihaknya belum bisa memastikan apakah dari semua angka tersebut bisa menerima subsidi gaji senilai Rp 2,4 juta yang digelontorkan pemerintah atau tidak. Sebab, sejauh ini, pemerintah daerah sebatas melakukan verifikasi data para pekerja sesuai peraturan Kemenaker RI. Meliputi, lanjut Nugraha, kepemilikan dan pesnyesuaian nomor induk kependudukan (NIK), kepersertaan aktif di BPJS Ketenagakerjaan sampai Juli 2020, dan harus mengirimkan rekening atas nama pekerja yang diusulkan.

Baca Juga :  11 Kursi Bakal Dilelang

Sebagai penentu, sekaligus dilakukan validasi untuk penerima kewenangan penuh kementerian. Sebaliknya, lanjut dia, untuk selisih 10 ribu pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan ini setelah dicek ternyata tidak patuh. ’’Tidak patuh ini maksudnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaannya sudah tidak aktif,’’ tuturnya. Dia menambahkan, data 75 ribu pekerja yang disetorkan tersebut selanjutkan akan dilakukan verifikasi dan validasi ulang olah kementerian. Sebelum akhirnya bantuan subsidi gaji Rp 600 ribu selama empat bulan dicairkan.

Namun, Nugraha kembali menegaskan, belum bisa memastikan kapan subsidi gaji di Kabupaten Mojokerto dicairkan. Setelah Kamis (27/8) Presiden Jokowi (Jokowi) juga me-launching penyaluran bantuan pemerintah berupa subsidi gaji atau upah. Pencairan akan langsung dilakukan oleh pemerintah pusat dan langsung masuk ke rekening penerima masing-masing.

Baca Juga :  Kampung 76 Merdeka Heppiiii, Kreatif dan Inovatif Bangun Desa

Setelah dana terealisasi, Nugraha berharap daya beli masyarakat akan naik. ’’Dengan subsidi paling tidak bisa menjaga daya beli, syukur-syukur bisa meningkatkan daya beli masyarakat untuk pertumbuhan ekonomi. Daya beli naik, ekonomi bisa tumbuh, meski belum signifikan,’’ paparnya. Dengan pencairan sebanyak empat kali, sama halnya setiap pekerja akan menerima total subsidi upah Rp 2,4 juta. ’’Kami masih menunggu jadwal transfernya,’’ imbuhnya.

- Advertisement -

Jika total 75 ribu pekerja di Kabupaten Mojokerto dinyatakan lolos, menurut dia, total anggaran yang dikucurkan mencapai sekitar Rp 1,3 miliar. Dia berharap tidak ada data yang menyimpang sehingga bantuan tersebut benar-benar bisa diterima para pekerja di sektor formal dan informal. ’’Dari 75 ribu pekerja itu, 50 ribu merupakan buruh pabrik,’’ tegasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/