alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Dishub Sebar Puluhan CCTV, Pantau Masa Angkutan Mudik Lebaran

MOJOKERTO – Dalam rangka mempersiapkan masa Angkutan Lebaran 2019, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto telah melakukan sejumlah upaya guna menjamin keamanan, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas.

Salah satunya dengan memantau sejumlah titik ruas jalan di Kota Onde-Onde menggunakan 55 unit CCTV (closed circuit television). Di samping itu, sebanyak 44 personel disiagakan selama selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, menjelaskan, masa Angkutan Lebaran telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 37 Tahun 2019 tentang Pengaturan Lalu Lintas pada Masa Angkutan Lebaran.

Terhitung selama 16 hari, dan mulai diberlakukan hari ini. ’’Masa Angkutan Lebaran ditetapkan mulai H-7 sampai H+7. Sehingga dimulai 29 Mei besok (hari ini, Red) sampai dengan 13 Juni nanti,’’ terangnya.

Selama rentang waktu itu, jelas Gaguk, pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah dalam mengantisipasi terjadinya gangguan lalu lintas. Antara lain, menyiagakan 44 petugas selama masa Angkutan Lebaran.

Sebagian di antaranya ditugaskan untuk siaga di 4 pos pengamanan (pospam) dan 1 pos pelayanan terpadu (posyan) yang tersebar di seluruh kota. ’’Ada 22 personel Dishub yang kami tugaskan di 5 pos tersebut,’’ ujarnya.

Masing-masing pospam di alun-alun, Kelenteng Hok Sian Kiong, Sunrise Mall, dan di Sekar Putih. Sedangkan 1 posyan di depan Masjid Almas, Jalan Bypass Mojokerto. Di samping itu, ada 11 personel difokuskan mengendalikan arus lalu lintas. Mereka disiagakan di ruang Area Traffic Control System (ATCS) di Kantor Dishub Kota Mojokerto.

Baca Juga :  Bantuan Sembako Masih Proses Packing

Gaguk memaparkan, di ruang operasional ATCS itu, petugas terus melakukan pemantauan pengendalian, dan mengatur traffic light di ruas dan simpang jalan melalui ruang operasional. ”Kami sudah pasang 55 CCTV yang tersebar di 12 titik ruas jalan dan simpang di kota, semuanya kita pantau di ruang ATCS kami,” tandasnya.

Selain pemantauan, di ruang kendali tersebut, petugas bisa melakukan penguraian kepadatan lalu-lintas dengan melakukan penyesuaian program waktu traffic light. Dishub akan menyiagakan personel secara bergiliran selama masa Angkutan Lebaran, mulai H-7 hingga H+7 nanti.

Di sisi lain, Dishub menerjunkan 11 personel untuk melakukan ramp check kendaraan bus di Terminal Kertajaya Mojokerto. Dalam hal ini, bekerja sama dengan UPT LLAJ Mojokerto Dishub Jatim. Menurut Gaguk, agenda yang telah dilakukan mulai 27 Mei hingga 31 Mei nanti bertujuan untuk memastikan kelayakan kendaraan umum.

’’Sehingga jumlah personel Dishub yang terlibat dalam operasi Angkutan Lebaran ini sejumlah  44 petugas,’’ tandasnya. Dia menambahkan, salah satu dalam Permenhub 37 Tahun 2019 juga mengatur tentang pembatasan operasional mobil angkutan.

Meliputi, mobil barang dengan sumbu 3 atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, dengan kereta gandengan, maupun mobil barang digunakan untuk mengangkut bahan galian. Seperti tanah, pasir, batu, bahan tambang, dan bahan bangunan.

Baca Juga :  Maksimalkan Potensi Daerah dan Percepat Penyerapan Anggaran

Disebutkannya, waktu pembatasan dibagi menjadi dua periode. Pertama, dilakukan sebelum Lebaran yang dimulai sejak Kamis (30/5) besok hingga 2 Juni mendatang. Sedangkan periode kedua mulai berlaku pasca Idul Fitri nanti, yaitu mulai 8-10 Juni.

’’Dilakukan pembatasan operasional mobil barang karena diperkirakan akan terjadi puncak kepadatan lalu lintas, yaitu pada masa arus mudik dan arus balik Lebaran,’’ imbuhnya.

Namun, pembatasan operasional terdapat pengecualian bagi mobil barang pengangkut BBM dan BBG; pengangkut ternak; air minum dalam kemasan; bahan pangan pokok; uang dan pos; truk untuk mengangkut motor mudik gratis; serta menangkut barang ekspor-impor dari dan ke pelabuhan.

Di Jawa Timur (Jatim), lokasi pembatasan operasional mobil barang juga terbagi dua jalur. Pertama, di ruas jalan tol dan jalan nasional. Meliputi Jalan Tol Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Kertosono-Mojokerto, Mojokerto-Surabaya. Juga berlaku bagi tol Surabaya-Gempol, Gempol-Porong, Gempol-Pandaan, Gempol-Pasuruan, Pasuruan-Probolingo, serta jalan tol Pandaan-Malang.

Sementara di jalur jalan nasional berlaku mulai dari Pandaan-Malang, Probolingggo-Lumajang, Jombang-Caruban, serta Banyuwangi-Jember. ’’Dengan demikian, jika ada mobil angkutan barang dari Mojokerto angkut ke Mojoagung (Kabupaten Jombang) tidak apa-apa. Karena tidak termasuk jalur pembatasan operasional,’’ pungkasnya. 

MOJOKERTO – Dalam rangka mempersiapkan masa Angkutan Lebaran 2019, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto telah melakukan sejumlah upaya guna menjamin keamanan, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas.

Salah satunya dengan memantau sejumlah titik ruas jalan di Kota Onde-Onde menggunakan 55 unit CCTV (closed circuit television). Di samping itu, sebanyak 44 personel disiagakan selama selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, menjelaskan, masa Angkutan Lebaran telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 37 Tahun 2019 tentang Pengaturan Lalu Lintas pada Masa Angkutan Lebaran.

Terhitung selama 16 hari, dan mulai diberlakukan hari ini. ’’Masa Angkutan Lebaran ditetapkan mulai H-7 sampai H+7. Sehingga dimulai 29 Mei besok (hari ini, Red) sampai dengan 13 Juni nanti,’’ terangnya.

Selama rentang waktu itu, jelas Gaguk, pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah dalam mengantisipasi terjadinya gangguan lalu lintas. Antara lain, menyiagakan 44 petugas selama masa Angkutan Lebaran.

Sebagian di antaranya ditugaskan untuk siaga di 4 pos pengamanan (pospam) dan 1 pos pelayanan terpadu (posyan) yang tersebar di seluruh kota. ’’Ada 22 personel Dishub yang kami tugaskan di 5 pos tersebut,’’ ujarnya.

- Advertisement -

Masing-masing pospam di alun-alun, Kelenteng Hok Sian Kiong, Sunrise Mall, dan di Sekar Putih. Sedangkan 1 posyan di depan Masjid Almas, Jalan Bypass Mojokerto. Di samping itu, ada 11 personel difokuskan mengendalikan arus lalu lintas. Mereka disiagakan di ruang Area Traffic Control System (ATCS) di Kantor Dishub Kota Mojokerto.

Baca Juga :  Sebulan Nihil Pasien, Isoter Claket Ditutup

Gaguk memaparkan, di ruang operasional ATCS itu, petugas terus melakukan pemantauan pengendalian, dan mengatur traffic light di ruas dan simpang jalan melalui ruang operasional. ”Kami sudah pasang 55 CCTV yang tersebar di 12 titik ruas jalan dan simpang di kota, semuanya kita pantau di ruang ATCS kami,” tandasnya.

Selain pemantauan, di ruang kendali tersebut, petugas bisa melakukan penguraian kepadatan lalu-lintas dengan melakukan penyesuaian program waktu traffic light. Dishub akan menyiagakan personel secara bergiliran selama masa Angkutan Lebaran, mulai H-7 hingga H+7 nanti.

Di sisi lain, Dishub menerjunkan 11 personel untuk melakukan ramp check kendaraan bus di Terminal Kertajaya Mojokerto. Dalam hal ini, bekerja sama dengan UPT LLAJ Mojokerto Dishub Jatim. Menurut Gaguk, agenda yang telah dilakukan mulai 27 Mei hingga 31 Mei nanti bertujuan untuk memastikan kelayakan kendaraan umum.

’’Sehingga jumlah personel Dishub yang terlibat dalam operasi Angkutan Lebaran ini sejumlah  44 petugas,’’ tandasnya. Dia menambahkan, salah satu dalam Permenhub 37 Tahun 2019 juga mengatur tentang pembatasan operasional mobil angkutan.

Meliputi, mobil barang dengan sumbu 3 atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, dengan kereta gandengan, maupun mobil barang digunakan untuk mengangkut bahan galian. Seperti tanah, pasir, batu, bahan tambang, dan bahan bangunan.

Baca Juga :  Bangkitkan Kembali Spirit Majapahit, Wali Kota Ngremo Bareng Suami

Disebutkannya, waktu pembatasan dibagi menjadi dua periode. Pertama, dilakukan sebelum Lebaran yang dimulai sejak Kamis (30/5) besok hingga 2 Juni mendatang. Sedangkan periode kedua mulai berlaku pasca Idul Fitri nanti, yaitu mulai 8-10 Juni.

’’Dilakukan pembatasan operasional mobil barang karena diperkirakan akan terjadi puncak kepadatan lalu lintas, yaitu pada masa arus mudik dan arus balik Lebaran,’’ imbuhnya.

Namun, pembatasan operasional terdapat pengecualian bagi mobil barang pengangkut BBM dan BBG; pengangkut ternak; air minum dalam kemasan; bahan pangan pokok; uang dan pos; truk untuk mengangkut motor mudik gratis; serta menangkut barang ekspor-impor dari dan ke pelabuhan.

Di Jawa Timur (Jatim), lokasi pembatasan operasional mobil barang juga terbagi dua jalur. Pertama, di ruas jalan tol dan jalan nasional. Meliputi Jalan Tol Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Kertosono-Mojokerto, Mojokerto-Surabaya. Juga berlaku bagi tol Surabaya-Gempol, Gempol-Porong, Gempol-Pandaan, Gempol-Pasuruan, Pasuruan-Probolingo, serta jalan tol Pandaan-Malang.

Sementara di jalur jalan nasional berlaku mulai dari Pandaan-Malang, Probolingggo-Lumajang, Jombang-Caruban, serta Banyuwangi-Jember. ’’Dengan demikian, jika ada mobil angkutan barang dari Mojokerto angkut ke Mojoagung (Kabupaten Jombang) tidak apa-apa. Karena tidak termasuk jalur pembatasan operasional,’’ pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/