alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Pencairan Mepet, Lembaga Keteteran Penyaluran

Insentif Guru TPQ, Sebagian Disalurkan setelah Lebaran

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tak semua guru Taman Pendidikan Alquran (TPQ) mendapat penyaluran insentif sebelum Lebaran. Keterbatasan waktu pencairan membuat lembaga penyalur tak bisa mendistribusikan secara tuntas sehingga sedianya dilanjutkan setelah Lebaran.

Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Mojokerto Masruchan, membenarkan jika dana hibah sebagai insentif guru TPQ di lembaganya sudah cair sejak Rabu (27/4). Hanya saja, dengan banyaknya jumlah guru yang menjadi sasaran, lembaga sendiri tak mampu menyalurkan secara tuntas sebelum Lebaran. ’’Cuma kita ngambilnya (Rp 1,48 miliar) kalau kita tidak konfirmasi satu hari sebelumnya kan tidak bisa. Ini kita ambil (uang) seadanya dulu,’’ ungkapnya.

Menurutnya, dengan jumlah 7.419 guru TPQ di bawah naungan LP Maarif NU, sebelumnya lembaga menerima transfer dari pemerintah daerah sebesar Rp 1,48 miliar. Dengan begitu tiap tenaga pendidik mendapatkan insentif Rp 200 ribu. ’’Yang jelas, seadanya dulu (uang) kita ambil, kita distribusikan, tidak mungkinlah semuanya, karena jumlahnya juga begitu banyak, tujuh ribu lebih,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Pasca Kebakaran, Jalur Pendakian Penanggungan Diperketat

Di lain sisi, hari ini (29/4) sudah masuk cuti bersama. Bank juga sudah tutup. Sehingga karena keterbatasan waktu, secara otomatis penyaluran juga tidak bisa dilakukan secara cepat sesuai target atau sebelum lebaran. ’’Tapi, yang jelas, besok (hari ini) sudah ada bisa dibagi, entah berapa orang, lainnya mungkin setelah hari raya karena besok (hari ini) sudah libur,’’ tuturnya.

Sebagai simbolis penyaluran, ada beberapa guru TPQ dari perwakilan tiap lembaga diundang ke Pemkab Mojokerto tadi malam usai saat taraweh. Hal itu menjadi bukti jika uang hibah untuk insentif guru TPQ yang tersebar di 18 kecamatan, pencairan benar-benar sudah dilakukan. ’’Secara simbolis, langsung diserahkan oleh Ibu Bupati,’’ ungkap Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Mojokerto Nunuk Djatmiko.

Baca Juga :  RPH Tak Sembelih Sapi Sakit

Sesuai data yang ada, total ada 7500 guru yang menjadi sasaran. Rinciannya, 7.419 guru TPQ di lembaga Ma’arif NU, 10 guru TPQ di LDII dan Muhammadiyah ada sekitar 71 guru TPQ. Sebelumnya, setelah terjadi kesimpangsiuran kepastian pencairan insentif bagi guru TPQ, akhirnya muncul titik terang.

Itu setelah dilakukan pemeriksaan kelengkapan syarat pencairan insentif bagi guru Taman Pendidikan Alquran (TPQ) oleh Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko. Sebelum Sekdakab turun tangan, pencairan dana insentif bagi guru TPQ sempat simpang siur. Ketidakpastian pencairan sempat mencuat lantaran disebut-sebut terdapat kendala pada layanan SIPD. ’’Setelah saya cek, apa yang menjadi persyaratan sudah terpenuhi. Jadi sebagai bentuk pelayanan dari pemerintah, insentif guru TPQ yang tahun ini kita anggarkan di APBD murni sudah bisa cair,’’ ungkap Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko. (ori/fen)

Insentif Guru TPQ, Sebagian Disalurkan setelah Lebaran

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tak semua guru Taman Pendidikan Alquran (TPQ) mendapat penyaluran insentif sebelum Lebaran. Keterbatasan waktu pencairan membuat lembaga penyalur tak bisa mendistribusikan secara tuntas sehingga sedianya dilanjutkan setelah Lebaran.

Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Mojokerto Masruchan, membenarkan jika dana hibah sebagai insentif guru TPQ di lembaganya sudah cair sejak Rabu (27/4). Hanya saja, dengan banyaknya jumlah guru yang menjadi sasaran, lembaga sendiri tak mampu menyalurkan secara tuntas sebelum Lebaran. ’’Cuma kita ngambilnya (Rp 1,48 miliar) kalau kita tidak konfirmasi satu hari sebelumnya kan tidak bisa. Ini kita ambil (uang) seadanya dulu,’’ ungkapnya.

Menurutnya, dengan jumlah 7.419 guru TPQ di bawah naungan LP Maarif NU, sebelumnya lembaga menerima transfer dari pemerintah daerah sebesar Rp 1,48 miliar. Dengan begitu tiap tenaga pendidik mendapatkan insentif Rp 200 ribu. ’’Yang jelas, seadanya dulu (uang) kita ambil, kita distribusikan, tidak mungkinlah semuanya, karena jumlahnya juga begitu banyak, tujuh ribu lebih,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Haul Ke-34 Mbah Ilyas Dihadiri Kiai Imam Hambali-Kiai Mujayyid

Di lain sisi, hari ini (29/4) sudah masuk cuti bersama. Bank juga sudah tutup. Sehingga karena keterbatasan waktu, secara otomatis penyaluran juga tidak bisa dilakukan secara cepat sesuai target atau sebelum lebaran. ’’Tapi, yang jelas, besok (hari ini) sudah ada bisa dibagi, entah berapa orang, lainnya mungkin setelah hari raya karena besok (hari ini) sudah libur,’’ tuturnya.

Sebagai simbolis penyaluran, ada beberapa guru TPQ dari perwakilan tiap lembaga diundang ke Pemkab Mojokerto tadi malam usai saat taraweh. Hal itu menjadi bukti jika uang hibah untuk insentif guru TPQ yang tersebar di 18 kecamatan, pencairan benar-benar sudah dilakukan. ’’Secara simbolis, langsung diserahkan oleh Ibu Bupati,’’ ungkap Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Mojokerto Nunuk Djatmiko.

Baca Juga :  Inspektorat Dalami Keterlibatan Pendamping PKH
- Advertisement -

Sesuai data yang ada, total ada 7500 guru yang menjadi sasaran. Rinciannya, 7.419 guru TPQ di lembaga Ma’arif NU, 10 guru TPQ di LDII dan Muhammadiyah ada sekitar 71 guru TPQ. Sebelumnya, setelah terjadi kesimpangsiuran kepastian pencairan insentif bagi guru TPQ, akhirnya muncul titik terang.

Itu setelah dilakukan pemeriksaan kelengkapan syarat pencairan insentif bagi guru Taman Pendidikan Alquran (TPQ) oleh Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko. Sebelum Sekdakab turun tangan, pencairan dana insentif bagi guru TPQ sempat simpang siur. Ketidakpastian pencairan sempat mencuat lantaran disebut-sebut terdapat kendala pada layanan SIPD. ’’Setelah saya cek, apa yang menjadi persyaratan sudah terpenuhi. Jadi sebagai bentuk pelayanan dari pemerintah, insentif guru TPQ yang tahun ini kita anggarkan di APBD murni sudah bisa cair,’’ ungkap Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko. (ori/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/