alexametrics
22.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Raup Omzet Belasan Juta Per Hari

LOREOMAH kini cukup sukses menjelma sebagai salah satu jujugan wisata kuliner favorit di kawasan Trawas. Terbukti, jumlah pengunjung yang terus bertambah setiap harinya.

Manajer pengelola Loreomah Heri Setiawan mengatakan, saat peak season, pelanggan Loreomah bisa tembus 600 pengunjung. ’’Biasanya saat Sabtu dan Minggu pada awal bulan, pengunjung sangat padat,’’ kata Heri.

Selain menawarkan view indah Gunung Penanggungan, menu makanan dan minuman tradisional yang disuguhkan cukup menjadi magnet wisatawan. Termasuk, tampilan live musik dari band akustik setempat juga menjadi daya tarik tersendiri.

Di sela menikmati hidangan, pengunjung juga bisa berinteraksi langsung dengan ikut bernyanyi di panggung. Konsep ini terbukti sukses memikat pengunjung. Alhasil, pendapatan yang diraup cukup fantastis. ’’Kalau peak season, omzet kita bisa pada kisaran Rp 17 juta sampai Rp 18 juta per hari,’’ ujar Heri.

Baca Juga :  DPD PKS Mojokerto Buka Posko Takjil Gratis Selama Ramadan

Momen bulan Ramadan ini juga tak luput dari perhatian pengelola untuk mendongkrak omzet Loreomah. Yakni, dengan menyiapkan paket berbuka bersama, serta family gathering. Sasarannya, bermacam komunitas dan keluarga yang ingin berbuka bersama.

’’Salah satu yang kita siapkan, menikmati berbuka bersama dengan iringan live musik religi. Dan, Alhamdulillah, saat ini cukup banyak komunitas motor dan mobil serta keluarga yang sudah reservasi ke kita. Harapannya omzet Loreomah akan makin bertambah,’’ tandasnya.

Ketua BUMDes Mitra Warga Sri Suhartono juga mengamini keberadaan unit BUMDes Wisata Kuliner Loreomah yang sangat mendongkrak PAD dan perekonomian warga. ’’Dan, yang tak kalah penting hasilnya juga bisa membuat desa melakukan aksi kemanusiaan serta pembangunan desa,’’ ungkapnya. (ori/fen)

Baca Juga :  Desa Medali, Kecamatan Puri, Jadikan Ikon UKM Alas Kaki di Mojokerto

LOREOMAH kini cukup sukses menjelma sebagai salah satu jujugan wisata kuliner favorit di kawasan Trawas. Terbukti, jumlah pengunjung yang terus bertambah setiap harinya.

Manajer pengelola Loreomah Heri Setiawan mengatakan, saat peak season, pelanggan Loreomah bisa tembus 600 pengunjung. ’’Biasanya saat Sabtu dan Minggu pada awal bulan, pengunjung sangat padat,’’ kata Heri.

Selain menawarkan view indah Gunung Penanggungan, menu makanan dan minuman tradisional yang disuguhkan cukup menjadi magnet wisatawan. Termasuk, tampilan live musik dari band akustik setempat juga menjadi daya tarik tersendiri.

Di sela menikmati hidangan, pengunjung juga bisa berinteraksi langsung dengan ikut bernyanyi di panggung. Konsep ini terbukti sukses memikat pengunjung. Alhasil, pendapatan yang diraup cukup fantastis. ’’Kalau peak season, omzet kita bisa pada kisaran Rp 17 juta sampai Rp 18 juta per hari,’’ ujar Heri.

Baca Juga :  Pohon Tumbang Timpa Warkop

Momen bulan Ramadan ini juga tak luput dari perhatian pengelola untuk mendongkrak omzet Loreomah. Yakni, dengan menyiapkan paket berbuka bersama, serta family gathering. Sasarannya, bermacam komunitas dan keluarga yang ingin berbuka bersama.

’’Salah satu yang kita siapkan, menikmati berbuka bersama dengan iringan live musik religi. Dan, Alhamdulillah, saat ini cukup banyak komunitas motor dan mobil serta keluarga yang sudah reservasi ke kita. Harapannya omzet Loreomah akan makin bertambah,’’ tandasnya.

- Advertisement -

Ketua BUMDes Mitra Warga Sri Suhartono juga mengamini keberadaan unit BUMDes Wisata Kuliner Loreomah yang sangat mendongkrak PAD dan perekonomian warga. ’’Dan, yang tak kalah penting hasilnya juga bisa membuat desa melakukan aksi kemanusiaan serta pembangunan desa,’’ ungkapnya. (ori/fen)

Baca Juga :  Gencarkan Patroli dan Swab Acak

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/