alexametrics
31.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 17, 2022

Wisatawan Dievakuasi, Air Panas Ditutup

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ratusan wisatawan Pemandian Air Panas Pacet terpaksa harus dievakuasi, Jumat (27/12). Menggunakan pengeras suara, pengunjung yang sedang asyik berendam diminta beranjak meninggalkan kolam. Cuaca cukup ekstrem. Hujan deras membuat debit aliran sungai meningkat tajam. Bahkan, membawa material potongan pohon. Warnanya pun hitam pekat.

’’Kami tidak mau ambil risiko. Cuaca tidak bersahabat,’’ ungkap Koordinator Kolam dan Air Panas, Suharto, Jumat (27/12).

Selaku penanggung jawab, dia mengatakan, tak mau kecolongan dengan kondisi cuaca ekstrem kali ini. Untuk itu, sebagai antisipasi, pihaknya langsung meminta pengunjung yang ada di dalam kolam dan air panas untuk segera keluar meinggalkan lokasi.

Aliran air di Sungai Dawuhan yang melintas di barat kolam juga cukup deras. Debit air yang berasal dari lereng Gunung Welirang meningkat tajam 30 menit setelah hujan turun. Bahkan, derasnya air membuat semua pipa yang selama ini dimanfaatkan Perhutani dan Disparpora Kabupaten Mojokerto sebagai saluran air ke tempat pemandian ikut terbawa banjir.

Meningkatnya debit disebabkan hujan deras yang tejadi sejak pukul 13.00. Bahkan, hingga malam kemarin tak kunjung reda. ’’Pipa saluran air juga habis semua diterjang banjir bandang,’’ katanya.

Menurutnya, debit air sudah menyentuh bibir sungai. Kondisi air pun hampir meluber. ’’Banyak potongan-potongan pohon besar juga terbawa,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Upah Buruh Kota Tidak Naik

Setidaknya ada seratusan lebih pengunjung yang berada di dalam kolam dengan cepat diminta keluar dari kolam. ’’Itu antisipasi saya. Langsung saya umumkan dari pengeras suara,’’ papar Suharto.

Namun, di tengah evakuasi, ada sekitar tiga pengunjung yang meminta ganti uang tiket yang sudah dibeli. Asalannya, mereka baru saja masuk dan belum sampai berendam. Karena demi keselamatan, Suharto langsung menggantinya. Dirinya juga minta maaf lantaran upaya evakuasi ini memang merupakan langkah antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi, cuaca ekstrem yang tejadi saat ini termasuk faktor alam bukan faktor manusia. ’’Kita hanya berupaya antisipasi saja. Saya tidak mau kejadian 2002 terulang. Kalau ada apa-apa hitungan detik. Lebih baik menyelamatkan diri sebelum terjadi apa-apa,’’ paparnya.

Pengelola khawatir, jika tidak secepatnya diantisipasi, seperti halnya mengevakuasi wisatawan yang berada di dalam, kejadian yang menewaskan puluhan orang pada banjir bandang tahun 2002 silam terulang. Apalagi, tidak hanya deras dan debit air meningkat, warna air dalam aliran sungai juga pekat hitam.

Perubahan warna ini diduga karena dipicu kebakaran hutan hebat yang terjadi di musim kemarau lalu. ’’Jadi, untuk sementara, sekarang kolam renang dan air panas kami tutup total sampai kondisi cuaca kembali normal,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Suplai Air Delapan Kecamatan Terputus

Tidak hanya kolam, sejumlah pilihan wisata yang berada di Wanawisata Air Panas Padusan juga ditutup. Petugas tidak menghendaki ada aktivitas di dalam lokasi wisata. Baik itu Pemandian Qom-Qom yang menjadi pemandian air panas kelas VIP, Coban Canggu, dan sejumlah wisata lainnya. ’’Besok (hari ini, red) rencana langsung kita lakukan kerja bakti. Termasuk pemasangan pipa yang terbawa banjir bandang,’’ ujarnya.

Cuaca ekstrem kali ini memang menjadi kendala dan ancaman tersendiri bagi pengelola atau pun pengunjung. Kendati begitu, pihaknya sudah menyadari, lantaran cuaca itu sudah menjadi kehendak Tuhan. ’’Yang penting kita harus bisa menjaga keselamatan pengunjung dan kita sendiri,’’ tuturnya.

Suharto tetap bersyukur, derasnya air bah tersebut tidak sampai membawa material bebatuan besar. Sebab, sebelum memasuki musim hujan, mitigasi bencana sudah dilakukan jauh-jauh hari. Dengan melibatkan berbagai unsur. Terdiri TNI, Polri, Perhutani, LMDH, Tahura, dan BPBD, petugas gabungan ini sudah menyisir aliran sungai yang ada di area Air Panas Pacet. Mulai dari hulu sampai hilir. Giat itu dilakukan tiap jelang musim hujan untuk mengantisipasi sumbatan air di alran sungai yang berakibat pada banjir bandang. ’’Tapi jika tadi masih ada pongan-potongan pohon besar yang terbawa, saya prediksi dari atas gunung,’’ pungkasnya. 

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ratusan wisatawan Pemandian Air Panas Pacet terpaksa harus dievakuasi, Jumat (27/12). Menggunakan pengeras suara, pengunjung yang sedang asyik berendam diminta beranjak meninggalkan kolam. Cuaca cukup ekstrem. Hujan deras membuat debit aliran sungai meningkat tajam. Bahkan, membawa material potongan pohon. Warnanya pun hitam pekat.

’’Kami tidak mau ambil risiko. Cuaca tidak bersahabat,’’ ungkap Koordinator Kolam dan Air Panas, Suharto, Jumat (27/12).

Selaku penanggung jawab, dia mengatakan, tak mau kecolongan dengan kondisi cuaca ekstrem kali ini. Untuk itu, sebagai antisipasi, pihaknya langsung meminta pengunjung yang ada di dalam kolam dan air panas untuk segera keluar meinggalkan lokasi.

Aliran air di Sungai Dawuhan yang melintas di barat kolam juga cukup deras. Debit air yang berasal dari lereng Gunung Welirang meningkat tajam 30 menit setelah hujan turun. Bahkan, derasnya air membuat semua pipa yang selama ini dimanfaatkan Perhutani dan Disparpora Kabupaten Mojokerto sebagai saluran air ke tempat pemandian ikut terbawa banjir.

Meningkatnya debit disebabkan hujan deras yang tejadi sejak pukul 13.00. Bahkan, hingga malam kemarin tak kunjung reda. ’’Pipa saluran air juga habis semua diterjang banjir bandang,’’ katanya.

Menurutnya, debit air sudah menyentuh bibir sungai. Kondisi air pun hampir meluber. ’’Banyak potongan-potongan pohon besar juga terbawa,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Pedagang Burung Bingung, Aturan Satwa Dilindungi Minim Sosialisasi
- Advertisement -

Setidaknya ada seratusan lebih pengunjung yang berada di dalam kolam dengan cepat diminta keluar dari kolam. ’’Itu antisipasi saya. Langsung saya umumkan dari pengeras suara,’’ papar Suharto.

Namun, di tengah evakuasi, ada sekitar tiga pengunjung yang meminta ganti uang tiket yang sudah dibeli. Asalannya, mereka baru saja masuk dan belum sampai berendam. Karena demi keselamatan, Suharto langsung menggantinya. Dirinya juga minta maaf lantaran upaya evakuasi ini memang merupakan langkah antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi, cuaca ekstrem yang tejadi saat ini termasuk faktor alam bukan faktor manusia. ’’Kita hanya berupaya antisipasi saja. Saya tidak mau kejadian 2002 terulang. Kalau ada apa-apa hitungan detik. Lebih baik menyelamatkan diri sebelum terjadi apa-apa,’’ paparnya.

Pengelola khawatir, jika tidak secepatnya diantisipasi, seperti halnya mengevakuasi wisatawan yang berada di dalam, kejadian yang menewaskan puluhan orang pada banjir bandang tahun 2002 silam terulang. Apalagi, tidak hanya deras dan debit air meningkat, warna air dalam aliran sungai juga pekat hitam.

Perubahan warna ini diduga karena dipicu kebakaran hutan hebat yang terjadi di musim kemarau lalu. ’’Jadi, untuk sementara, sekarang kolam renang dan air panas kami tutup total sampai kondisi cuaca kembali normal,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Sepatu Sport Branded Diskon Besar

Tidak hanya kolam, sejumlah pilihan wisata yang berada di Wanawisata Air Panas Padusan juga ditutup. Petugas tidak menghendaki ada aktivitas di dalam lokasi wisata. Baik itu Pemandian Qom-Qom yang menjadi pemandian air panas kelas VIP, Coban Canggu, dan sejumlah wisata lainnya. ’’Besok (hari ini, red) rencana langsung kita lakukan kerja bakti. Termasuk pemasangan pipa yang terbawa banjir bandang,’’ ujarnya.

Cuaca ekstrem kali ini memang menjadi kendala dan ancaman tersendiri bagi pengelola atau pun pengunjung. Kendati begitu, pihaknya sudah menyadari, lantaran cuaca itu sudah menjadi kehendak Tuhan. ’’Yang penting kita harus bisa menjaga keselamatan pengunjung dan kita sendiri,’’ tuturnya.

Suharto tetap bersyukur, derasnya air bah tersebut tidak sampai membawa material bebatuan besar. Sebab, sebelum memasuki musim hujan, mitigasi bencana sudah dilakukan jauh-jauh hari. Dengan melibatkan berbagai unsur. Terdiri TNI, Polri, Perhutani, LMDH, Tahura, dan BPBD, petugas gabungan ini sudah menyisir aliran sungai yang ada di area Air Panas Pacet. Mulai dari hulu sampai hilir. Giat itu dilakukan tiap jelang musim hujan untuk mengantisipasi sumbatan air di alran sungai yang berakibat pada banjir bandang. ’’Tapi jika tadi masih ada pongan-potongan pohon besar yang terbawa, saya prediksi dari atas gunung,’’ pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/