alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Alun-Alun Jadi Pusat Keramaian di Malam Tahun Baru 2019

MOJOKERTO – Momen pergantain tahun benar-benar menjadi atensi kepolisian. Selain rawan tindak kejahatan, berkumpulnya massa di pusat keramaian juga berpotensi menyebabkan lalu lintas crowded.

Utamanya di pusat kota, seperti alun-alun dan Benteng Pancasila (Benpas). Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono, menjelaskan, momen perayaan malam pergantian tahun 2019 memang tak pernah lepas dari aktivitas masyarakat yang terus meningkat.

Kondisi itu secara otomatis akan diikuti dengan meningkatnya volume kendaraan. ’’Di mana ada keramaian, di situ pasti ada peningkatan volume kendaraan,’’ katanya. Termasuk di wilayah kota. Bahkan, hasil pemetaan di lapangan, sejumlah pusat keramaian menjadi atensi. Baik terkait aksi kriminalitas atau kemacetan.

’’Kalau di kota ada dua. Satu di alun-alun dan selebihnya di Jalan Benpas,’’ tambahnya. Sebab, bagaimanapun juga dua lokasi itu dipastikan tak pernah lepas dari berjubelnya masyarakat saat merayakan malam pergantian tahun.

Penebalan keamanan dan pengawasan tentu akan ditingkatkan. Mulai dari patroli hingga pengaturan lalu lintas. ’’Wilayah trouble memang lebih diantisipasi di pusat-pusat keramaian,’’ tambah Kasatlantas Polresta Mojokerto, AKP Kadek Oka Suparta, kemarin.

Baca Juga :  Sulit Batasi Kunjungan

Sementara itu, untuk keramaian di wisata lebih mengarah di wilayah Kabupaten Mojokerto. Menurut Kadek, meski beberapa hari ini belum ada peningkatan signifikan, sesuai evaluasi tahun sebelumnya, dua lokasi alun-alun dan Jalan Benpas itu masih menjadi lokasi yang perlu diwaspadai.

Menyusul dipastikan akan terjadi penumpukan kendaraan yang signifikan. Hal itu tak lepas, secara geografis keduanya merupakan pusat keramaian di wilayah kota. Sebagai antipasi menekan crowded di tengah kota, sejumlah rekayasa lalu lintas disiapkan.

Mulai dari sistem buka tutup jalur hingga contraflow atau menjadikan dua jalur jadi satu. Seperti di sepanjang Jalan Benpas. Jika kini di jalur itu masih berfungsi dua arah. Namun, di pergatian tahun nanti dipastikan dua lajur itu dijadikan satu dari arah barat atau kota saja.

Sementara untuk masyarakat yang kembali ke Jalan Gajah Mada dan Jalan Bhayangkara akan diarahkan berputar ke Jalan Empunala. ’’Di lorong atau di bawah rel Jalan Benpas nanti juga akan ditutup untuk menghindari crossing,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pemkab Serahkan Bantuan Logistik Bencana Banjir Jotangan

Begitu juga di alun-alun sebagai jantung kota dan jujukan menghabiskan malam pergantian tahun. Tingginya aktivitas masyarakat, menuntut petugas melakukan penutupan jalan di pertigaan Makodim 0815 Mojokerto.

Rencananya penutupan dimulai pada pukul 19.00 WIB. Bagi pengendara yang hendak menuju Jalan Majapahit akan diarahkan ke timur ke Jalan Hayam Wuruk atau kawasan jogging track hingga pertigaan rumdin wali kota menuju Jalan Letkol Sumarjo.

Sedangkan jalan di antara Mako Korem dan Kodim Mojokerto, lebih difungsikan sebagai tempat parkir. ’’Dari situ masyarkat berjalan kaki ke alun-alun. Jadi, area alun-alun steril tidak ada parkir kendaraan, ’’ tandasnya.

Sementara itu, untuk Jalan Ahmad Yani, petugas hanya membuka menuju Jalan Majapahit. Pengendara jalan dilarang memutar di kawasan alun-alun seperti hari-hari biasa. ’’Di pertigaan di depan pos pam nanti akan kita berikan pembatas,’’ tandasnya. 

 

MOJOKERTO – Momen pergantain tahun benar-benar menjadi atensi kepolisian. Selain rawan tindak kejahatan, berkumpulnya massa di pusat keramaian juga berpotensi menyebabkan lalu lintas crowded.

Utamanya di pusat kota, seperti alun-alun dan Benteng Pancasila (Benpas). Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono, menjelaskan, momen perayaan malam pergantian tahun 2019 memang tak pernah lepas dari aktivitas masyarakat yang terus meningkat.

Kondisi itu secara otomatis akan diikuti dengan meningkatnya volume kendaraan. ’’Di mana ada keramaian, di situ pasti ada peningkatan volume kendaraan,’’ katanya. Termasuk di wilayah kota. Bahkan, hasil pemetaan di lapangan, sejumlah pusat keramaian menjadi atensi. Baik terkait aksi kriminalitas atau kemacetan.

’’Kalau di kota ada dua. Satu di alun-alun dan selebihnya di Jalan Benpas,’’ tambahnya. Sebab, bagaimanapun juga dua lokasi itu dipastikan tak pernah lepas dari berjubelnya masyarakat saat merayakan malam pergantian tahun.

- Advertisement -

Penebalan keamanan dan pengawasan tentu akan ditingkatkan. Mulai dari patroli hingga pengaturan lalu lintas. ’’Wilayah trouble memang lebih diantisipasi di pusat-pusat keramaian,’’ tambah Kasatlantas Polresta Mojokerto, AKP Kadek Oka Suparta, kemarin.

Baca Juga :  Empat Kecamatan Waspada Banjir dan Longsor

Sementara itu, untuk keramaian di wisata lebih mengarah di wilayah Kabupaten Mojokerto. Menurut Kadek, meski beberapa hari ini belum ada peningkatan signifikan, sesuai evaluasi tahun sebelumnya, dua lokasi alun-alun dan Jalan Benpas itu masih menjadi lokasi yang perlu diwaspadai.

Menyusul dipastikan akan terjadi penumpukan kendaraan yang signifikan. Hal itu tak lepas, secara geografis keduanya merupakan pusat keramaian di wilayah kota. Sebagai antipasi menekan crowded di tengah kota, sejumlah rekayasa lalu lintas disiapkan.

Mulai dari sistem buka tutup jalur hingga contraflow atau menjadikan dua jalur jadi satu. Seperti di sepanjang Jalan Benpas. Jika kini di jalur itu masih berfungsi dua arah. Namun, di pergatian tahun nanti dipastikan dua lajur itu dijadikan satu dari arah barat atau kota saja.

Sementara untuk masyarakat yang kembali ke Jalan Gajah Mada dan Jalan Bhayangkara akan diarahkan berputar ke Jalan Empunala. ’’Di lorong atau di bawah rel Jalan Benpas nanti juga akan ditutup untuk menghindari crossing,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Tuntaskan Semua Sasaran Fisik

Begitu juga di alun-alun sebagai jantung kota dan jujukan menghabiskan malam pergantian tahun. Tingginya aktivitas masyarakat, menuntut petugas melakukan penutupan jalan di pertigaan Makodim 0815 Mojokerto.

Rencananya penutupan dimulai pada pukul 19.00 WIB. Bagi pengendara yang hendak menuju Jalan Majapahit akan diarahkan ke timur ke Jalan Hayam Wuruk atau kawasan jogging track hingga pertigaan rumdin wali kota menuju Jalan Letkol Sumarjo.

Sedangkan jalan di antara Mako Korem dan Kodim Mojokerto, lebih difungsikan sebagai tempat parkir. ’’Dari situ masyarkat berjalan kaki ke alun-alun. Jadi, area alun-alun steril tidak ada parkir kendaraan, ’’ tandasnya.

Sementara itu, untuk Jalan Ahmad Yani, petugas hanya membuka menuju Jalan Majapahit. Pengendara jalan dilarang memutar di kawasan alun-alun seperti hari-hari biasa. ’’Di pertigaan di depan pos pam nanti akan kita berikan pembatas,’’ tandasnya. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/