alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 17, 2022

Antispasi Banjir Musiman, Satpol PP Nyemplung Saluran Air

MOJOKERTO – Semakin tingginya intensitas hujan membuat Pemkot Mojokerto meningkatkan kewaspadaan terhadap datangnya musibah.

Atensi dititikberatkan pada banjir. Selasa (27/11) Satlak Pengendalian Bencana Kota melakukan pengecekan terhadap fungsi saluran air dan rumah pompa.

Kabid Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Mojokerto, Hatta Amrullah, mengatakan, terdapat 16 titik rumah pompa yang tersebar di titik rawan banjir di kota.

Dia memastikan, seluruh mesin penyedot air tersebut telah berfungsi. ’’Untuk persiapan menghadapi musim penghujan, semua rumah pompa sudah posisi ready,’’ terangnya usai mengecek rumah pompa di Jalan Pahlawan.

Di samping itu, kesiapan personel juga telah disiagakan. Menurut Hatta, masing-masing rumah pompa telah dijadwalkan petugas jaga yang piket selama 24 jam penuh.

Baca Juga :  Pohon Tumbang Timpa Warkop

Itu dilakukan sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan. Di sisi lain, dari 16 rumah pompa air tersebut, tujuh di antaranya telah dipasang dengan sistem otomatis.

’’Ketika debit air sudah mulai naik, tanpa petugas pun pompa sudah bisa menyala secara otomatis,’’ terangnya.

Dalam rangka pemantauan, Satlak Penanggulangan Bencana juga berkoordinasi dengan petugas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Itu lantaran belum rampungnya proyek normalisasi Sungai Brantas yang berada di hilir. Selain banjir, antisipasi juga dilakukan terhadap sejumlah musibah lainnya yang rentan terjadi saat musim penghujan.

Seperti pohon angin kencang maupun pohon tumbang. Satlak juga bekerja sama dengan tagana dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan (PUPR).

Baca Juga :  Seleksi CPNS Dilanjutkan September

Guna mewaspadai musibah yang lebih parah, pihaknya juga mengaku telah menyiagakan lima unit perahu karet. Perahu dari pengadaan kurang lebih Rp 116 juta dari APBD 2018 itu disiapkan sebagai sarana evakuasi korban terdampak banjir.

’’Tapi harapan kami perahu tidak sampai kita gunakan. Hanya sebagai antisipasi saja,’’ paparnya. Karena itu, satlak juga meminta kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di saluran air.

Sebab, sebagian besar sampah yang menghambat saluran air selama ini berasal dari sampah rumah tanga. Selain dapat menghambat aliran air, sampah tersbeut juga berpotensi menyumbat mesin pompa air.

’’Karena setiap hari kita membersihakan dari bak kontrol, khawatirnya jika sampah itu lolos saringan, maka bisa merusak pompa,’’ pungkasnya. 

 

MOJOKERTO – Semakin tingginya intensitas hujan membuat Pemkot Mojokerto meningkatkan kewaspadaan terhadap datangnya musibah.

Atensi dititikberatkan pada banjir. Selasa (27/11) Satlak Pengendalian Bencana Kota melakukan pengecekan terhadap fungsi saluran air dan rumah pompa.

Kabid Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Mojokerto, Hatta Amrullah, mengatakan, terdapat 16 titik rumah pompa yang tersebar di titik rawan banjir di kota.

Dia memastikan, seluruh mesin penyedot air tersebut telah berfungsi. ’’Untuk persiapan menghadapi musim penghujan, semua rumah pompa sudah posisi ready,’’ terangnya usai mengecek rumah pompa di Jalan Pahlawan.

- Advertisement -

Di samping itu, kesiapan personel juga telah disiagakan. Menurut Hatta, masing-masing rumah pompa telah dijadwalkan petugas jaga yang piket selama 24 jam penuh.

Baca Juga :  Pasar Murah Untuk Hindari Panic Buying

Itu dilakukan sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan. Di sisi lain, dari 16 rumah pompa air tersebut, tujuh di antaranya telah dipasang dengan sistem otomatis.

’’Ketika debit air sudah mulai naik, tanpa petugas pun pompa sudah bisa menyala secara otomatis,’’ terangnya.

Dalam rangka pemantauan, Satlak Penanggulangan Bencana juga berkoordinasi dengan petugas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Itu lantaran belum rampungnya proyek normalisasi Sungai Brantas yang berada di hilir. Selain banjir, antisipasi juga dilakukan terhadap sejumlah musibah lainnya yang rentan terjadi saat musim penghujan.

Seperti pohon angin kencang maupun pohon tumbang. Satlak juga bekerja sama dengan tagana dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan (PUPR).

Baca Juga :  Meski Sukses, Tetap Sederhana dan Tidak Menuruti Gengsi

Guna mewaspadai musibah yang lebih parah, pihaknya juga mengaku telah menyiagakan lima unit perahu karet. Perahu dari pengadaan kurang lebih Rp 116 juta dari APBD 2018 itu disiapkan sebagai sarana evakuasi korban terdampak banjir.

’’Tapi harapan kami perahu tidak sampai kita gunakan. Hanya sebagai antisipasi saja,’’ paparnya. Karena itu, satlak juga meminta kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di saluran air.

Sebab, sebagian besar sampah yang menghambat saluran air selama ini berasal dari sampah rumah tanga. Selain dapat menghambat aliran air, sampah tersbeut juga berpotensi menyumbat mesin pompa air.

’’Karena setiap hari kita membersihakan dari bak kontrol, khawatirnya jika sampah itu lolos saringan, maka bisa merusak pompa,’’ pungkasnya. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/