alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

eLKISI Science Camp #2021, Cetak Santri Tangguh, Kreatif, dan Inovatif

PONPES eLKISI menggelar kegiatan eLKISI Science Camp#2021 pada  23 -25 Oktober 2021  di Bumi Perkemahan Edupark IIBS Desa Mojodadi Kecamatan Pungging. Agenda rutin tahunan yang digelar dalam rangka Hari Santri dan Hari Sumpah Pemuda 2021 ini dibuka Wakil Ketua Kwarcab Mojokerto Kak Sundono didampingi Pengurus Kwarcab Kabupaten Mojokerto dan Pengurus Ponpes eLKISI, Sabtu (23/10).

Kak Sundono mengapresiasai kegiatan ini, kemah tersebut merupakan wahana pengembangan moral, spiritual, mental ,dan pendidikan generasi muda agar memiliki jiwa kepemimpinan. ’’Kita ingin dengan kemah ini para generasi muda khususnya santri dan pelajar dapat mengisi pembangunan dengan berbagai ide kreatif yang diwujudkan dalam suatu karya, sehingga dapat meneruskan perjuangan Bangsa Indonesia,’’ katanya.

Pramuka memiliki empat tingkatan, antara lain: tingkatan pertama adalah Pramuka Siaga yakni anggota rentan usia mulai dari 7-10 tahun. Tingkatan yang kedua Pramuka Penggalang memiliki anggota dengan rentan usia 11-15 tahun. Tingkatan ketiga adalah Penegak, yang di dalamnya berisi anggota dengan rentang usia 16 hingga 20 tahun. Tingkatan pandega merupakan tingkatan pramuka mulai dari usia 21 -25 tahun atau disebut juga dengan Senior Rover.

Baca Juga :  1.221 Warga Alami Gangguan Jiwa, Dipicu Stres dan Depresi

Selanjutnya Pramuka Garuda adalah seorang anggota muda Gerakan Pramuka yang telah mencapai kecakapan dan penghargaan tertinggi pada masing-masing jenjang Pendidikan Kepramukaan, baik itu Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega tentunya. ’’Semua tingkatkan itu bisa ditempuh dengan SKU atau Syarat Kecakapan Umum dan semoga ini bisa dicapai,’’ tambahnya.

Direktur eLKISI KH Faturahman MPdi menjelaskan eLKISI Science Camp#2021 merupakan program outdoor science yang sangat menarik, menyenangkan dan menantang bagi para santri menyukai petualangan dan rasa ingin tahu yang besar terhadap ilmu pengetahuan. ’’Program yang diterapkan bagi santri SMP dan SMA ini diambil dari ilmu-ilmu sains di luar kurikulum sekolah. Sehingga apa yang didapat oleh pelajar pada program ini dapat melengkapi ilmu yang diperoleh di sekolah,’’ ujarnya.

Ketua Panitia eLKISI Science Camp#2021 Ustad Agung mengatakan ada beberapa kegiatan perpaduan keagamaan dan kepramukaan digelar pada event kemah. Untuk kegiatan kepramukaan meliputi PBB, penjelajahan, peta pita, P3K, mengukur alam, sandi, memasak, pentas seni, api unggun, dan tarik tambang putra. ’’Ini untuk melatih jiwa organisasi dan kepemimpinan para santri,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pengelola Diminta Tegas Terapkan Prokes

Sedangkan, kegiatan keagamaan antara lain salat berjamaah dan tauziah, tahfid Quran dan hadits. Selain itu, ada praktik science enterpreneur membuat hiasan kunci dari bahan kimia dan tumbuhan. Sedangkan untuk iptek yakni praktik ilmu astronomi dengan pendampingan dari Lapan Pasuruan. ’’Kegiatan ini perpaduan kegiatan pramuka dan keagamaan. Peserta pramuka dari siswa dan santri diharapkan semakin baik, semakin rajin, dan berdisiplin tinggi, punya banyak kelebihan dan optimis,’’ tambahnya.

Pembina Pramuka Ponpes eLKISI Kak Munif berharap kegiatan ini dapat membangun minat para siswa dan santri terhadap gerakan pramuka dalam upaya meningkatkan etos kerja yang tinggi yang dibalut dengan kesederhanaan dalam keseharian. ’’Kemah ini  mendukung kemandirian santri dan juga dapat mendorong santri untuk lebih aktif, mandiri, unggul demi negara dan agama sehingga dapat meningkatkan rasa ukhuwah, solidaritas social, dan kerjasama,’’ pungkasnya. (bas/fen)

PONPES eLKISI menggelar kegiatan eLKISI Science Camp#2021 pada  23 -25 Oktober 2021  di Bumi Perkemahan Edupark IIBS Desa Mojodadi Kecamatan Pungging. Agenda rutin tahunan yang digelar dalam rangka Hari Santri dan Hari Sumpah Pemuda 2021 ini dibuka Wakil Ketua Kwarcab Mojokerto Kak Sundono didampingi Pengurus Kwarcab Kabupaten Mojokerto dan Pengurus Ponpes eLKISI, Sabtu (23/10).

Kak Sundono mengapresiasai kegiatan ini, kemah tersebut merupakan wahana pengembangan moral, spiritual, mental ,dan pendidikan generasi muda agar memiliki jiwa kepemimpinan. ’’Kita ingin dengan kemah ini para generasi muda khususnya santri dan pelajar dapat mengisi pembangunan dengan berbagai ide kreatif yang diwujudkan dalam suatu karya, sehingga dapat meneruskan perjuangan Bangsa Indonesia,’’ katanya.

Pramuka memiliki empat tingkatan, antara lain: tingkatan pertama adalah Pramuka Siaga yakni anggota rentan usia mulai dari 7-10 tahun. Tingkatan yang kedua Pramuka Penggalang memiliki anggota dengan rentan usia 11-15 tahun. Tingkatan ketiga adalah Penegak, yang di dalamnya berisi anggota dengan rentang usia 16 hingga 20 tahun. Tingkatan pandega merupakan tingkatan pramuka mulai dari usia 21 -25 tahun atau disebut juga dengan Senior Rover.

Baca Juga :  Bupati Fokus Pemulihan Ekonomi dan Perlindungan Tenaga Kerja

Selanjutnya Pramuka Garuda adalah seorang anggota muda Gerakan Pramuka yang telah mencapai kecakapan dan penghargaan tertinggi pada masing-masing jenjang Pendidikan Kepramukaan, baik itu Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega tentunya. ’’Semua tingkatkan itu bisa ditempuh dengan SKU atau Syarat Kecakapan Umum dan semoga ini bisa dicapai,’’ tambahnya.

Direktur eLKISI KH Faturahman MPdi menjelaskan eLKISI Science Camp#2021 merupakan program outdoor science yang sangat menarik, menyenangkan dan menantang bagi para santri menyukai petualangan dan rasa ingin tahu yang besar terhadap ilmu pengetahuan. ’’Program yang diterapkan bagi santri SMP dan SMA ini diambil dari ilmu-ilmu sains di luar kurikulum sekolah. Sehingga apa yang didapat oleh pelajar pada program ini dapat melengkapi ilmu yang diperoleh di sekolah,’’ ujarnya.

Ketua Panitia eLKISI Science Camp#2021 Ustad Agung mengatakan ada beberapa kegiatan perpaduan keagamaan dan kepramukaan digelar pada event kemah. Untuk kegiatan kepramukaan meliputi PBB, penjelajahan, peta pita, P3K, mengukur alam, sandi, memasak, pentas seni, api unggun, dan tarik tambang putra. ’’Ini untuk melatih jiwa organisasi dan kepemimpinan para santri,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Penderita DBD Terus Bertambah
- Advertisement -

Sedangkan, kegiatan keagamaan antara lain salat berjamaah dan tauziah, tahfid Quran dan hadits. Selain itu, ada praktik science enterpreneur membuat hiasan kunci dari bahan kimia dan tumbuhan. Sedangkan untuk iptek yakni praktik ilmu astronomi dengan pendampingan dari Lapan Pasuruan. ’’Kegiatan ini perpaduan kegiatan pramuka dan keagamaan. Peserta pramuka dari siswa dan santri diharapkan semakin baik, semakin rajin, dan berdisiplin tinggi, punya banyak kelebihan dan optimis,’’ tambahnya.

Pembina Pramuka Ponpes eLKISI Kak Munif berharap kegiatan ini dapat membangun minat para siswa dan santri terhadap gerakan pramuka dalam upaya meningkatkan etos kerja yang tinggi yang dibalut dengan kesederhanaan dalam keseharian. ’’Kemah ini  mendukung kemandirian santri dan juga dapat mendorong santri untuk lebih aktif, mandiri, unggul demi negara dan agama sehingga dapat meningkatkan rasa ukhuwah, solidaritas social, dan kerjasama,’’ pungkasnya. (bas/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/