alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Waspada Penyakit Kolera, CJH Diminta Jaga Kebersihan

MOJOKERTO – Kurang dari sebulan lagi, calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Mojokerto bakal terbang menuju Tanah Suci. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mengimbau agar mereka tetap menjaga kondisi kesehatan selama sisa masa tunggu ini.

Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto, Hartadi mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan penyuluhan kesehatan kepada 1.889 CJH yang akan bertolak melaksankan rukun Islam kelima itu. ”Sebelum berangkat, kesehatan harus benar-benar dijaga, karena haji merupakan ibadah fisik,” ujarnya kemarin.

Selain itu, yang menjadi kewaspadaan adalah mencegah terpapar penyakit menular ketika selama di Tanah Suci. Salah satu bentuk pencegahannya dengan vaksinasi. Sebagaimana diketahui, pada pemeriksaan kesehatan tahap kedua, CJH diwajibkan melaksanakan vaksinasi meningitis untuk membendung penyakit radang otak.

Tak hanya itu, CJH disarankan melakukan vaksin infulenza agar tidak mudah terpapar penyakit flu. Hartadi menyatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga memberikan atensi terhadap penyebaran penyakit kolera. ”Untuk kolera tidak bisa dicegah dengan vaksin. Pencegahannya hanya dengan menjaga kebersihan diri saja,” terangnya.

Baca Juga :  Jalan-Trotoar Digerojok Rp 120 Miliar

Kolera merupakan penyakit yang mudah menular melalui makanan yang terkontaminasi oleh bakteri vibrio cholerae. Oleh sebab itu, CJH diimbau selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan atau buang air besar (BAB). ”Hati-hati terhadap penularan itu (kolera) karena di sana kumpul dengan banyak orang,” paparnya.

Dia menyarakan kepada CJH agar tidak menunda makan. Pasalnya, semakin lama makanan dibiarkan, akan semakin besar potensi terkontaminasi kuman atau bakteri. ”Ketika ada dropping makanan jangan sampai ditunda, sesegera mungkin untuk dimakan. Karena di sana (Makkah, Red) makanan tidak bertahan lama atau cepat basi,” terangnya.

Dia menjelaskan, apabila terjangkit kolera, seseorang akan mengalami gejala hampir sama dengan diare. Yakni, ditandai terlalu sering BAB, kotoran yang dikeluarkan berlendir, dan disertai nyeri usus. ”Kalau parah bisa sampai keluar darah,” ujarnya. Jika tidak segera tertangani, dikhawatirkan bisa menyebabkan dehidrasi.

Baca Juga :  Senin Depan Sekolah Dimulai Lagi, tapi tanpa Tatap Muka

Hartadi menjelaskan, untuk penanganan dengan minum oralit. Serta banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi. ”Kalau dehidrasi biasanya badan jadi lemas. Petugas kesehatan haji sudah kami bekali obat untuk itu (kolera),” tandasnya.

Hartadi menambahkan, setiap kloter terdapat petugas Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) bertugas mendampingi jamah selama menjalankan ibadah haji. Tim medis tersebut terdiri dari satu dokter dan dua perawat di setiap kloter. ”Mereka mendampingi mulai terbang dan sampai di asrama. Ketika jamaah pindah ke Armina (Arafah, Mina, dan Muzdalifah) dan  Madinah juga selalu ikut di kloter itu,” pungkasnya. 

 

MOJOKERTO – Kurang dari sebulan lagi, calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Mojokerto bakal terbang menuju Tanah Suci. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mengimbau agar mereka tetap menjaga kondisi kesehatan selama sisa masa tunggu ini.

Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto, Hartadi mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan penyuluhan kesehatan kepada 1.889 CJH yang akan bertolak melaksankan rukun Islam kelima itu. ”Sebelum berangkat, kesehatan harus benar-benar dijaga, karena haji merupakan ibadah fisik,” ujarnya kemarin.

Selain itu, yang menjadi kewaspadaan adalah mencegah terpapar penyakit menular ketika selama di Tanah Suci. Salah satu bentuk pencegahannya dengan vaksinasi. Sebagaimana diketahui, pada pemeriksaan kesehatan tahap kedua, CJH diwajibkan melaksanakan vaksinasi meningitis untuk membendung penyakit radang otak.

Tak hanya itu, CJH disarankan melakukan vaksin infulenza agar tidak mudah terpapar penyakit flu. Hartadi menyatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga memberikan atensi terhadap penyebaran penyakit kolera. ”Untuk kolera tidak bisa dicegah dengan vaksin. Pencegahannya hanya dengan menjaga kebersihan diri saja,” terangnya.

Baca Juga :  Jalan-Trotoar Digerojok Rp 120 Miliar

Kolera merupakan penyakit yang mudah menular melalui makanan yang terkontaminasi oleh bakteri vibrio cholerae. Oleh sebab itu, CJH diimbau selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan atau buang air besar (BAB). ”Hati-hati terhadap penularan itu (kolera) karena di sana kumpul dengan banyak orang,” paparnya.

Dia menyarakan kepada CJH agar tidak menunda makan. Pasalnya, semakin lama makanan dibiarkan, akan semakin besar potensi terkontaminasi kuman atau bakteri. ”Ketika ada dropping makanan jangan sampai ditunda, sesegera mungkin untuk dimakan. Karena di sana (Makkah, Red) makanan tidak bertahan lama atau cepat basi,” terangnya.

- Advertisement -

Dia menjelaskan, apabila terjangkit kolera, seseorang akan mengalami gejala hampir sama dengan diare. Yakni, ditandai terlalu sering BAB, kotoran yang dikeluarkan berlendir, dan disertai nyeri usus. ”Kalau parah bisa sampai keluar darah,” ujarnya. Jika tidak segera tertangani, dikhawatirkan bisa menyebabkan dehidrasi.

Baca Juga :  Lagi, Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Tol Sumo Bertambah

Hartadi menjelaskan, untuk penanganan dengan minum oralit. Serta banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi. ”Kalau dehidrasi biasanya badan jadi lemas. Petugas kesehatan haji sudah kami bekali obat untuk itu (kolera),” tandasnya.

Hartadi menambahkan, setiap kloter terdapat petugas Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) bertugas mendampingi jamah selama menjalankan ibadah haji. Tim medis tersebut terdiri dari satu dokter dan dua perawat di setiap kloter. ”Mereka mendampingi mulai terbang dan sampai di asrama. Ketika jamaah pindah ke Armina (Arafah, Mina, dan Muzdalifah) dan  Madinah juga selalu ikut di kloter itu,” pungkasnya. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/