alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Terjebak Macet, Tiga CJH Nyaris Tertinggal Rombongan Berangkat ke Tanah Suci

TIGA calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Mojokerto terlambat datang saat pemberangkatan 446 CJH di Pendapa Kabupaten Mojokerto, Selasa (28/6) pagi. Tiga CJH dalam satu keluarga tersebut bahkan tampak berlarian dan dibayangi kepanikan, khawatir tertinggal bus pengantar menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Dikabarkan, keterlambatan kedatangan mereka dalam seremonial keberangkatan yang dilepas Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, ini lantaran sedang dalam proses upacara pelepasan dari rumah dan terjebak kemacaten.

NYARIS TERTINGGAL: CJH yang datang terlambat nyaris tertinggal rombongan. Mereka terlambat lantaran terjebak kemacetan.

Beruntung, tiga CJH yang tergabung dalam KBIH Al Haromain itu tetap ditunggu panitia dari Kemenag dan Pemkab Mojokerto. Sehingga tidak sampai tertinggal. Namun, mereka sempat dibayangi kepanikan.

Terlihat, tidak saja berlarian menuju bus ketika masuk halaman pemkab, tetapi mereka sempat kebingungan ketika ingin membuka bagasi bus untuk menaruh tas tenteng bawaan. Karena bagasi sudah dalam kondisi terkunci. Sehingga barang bawaan mereka terpaksa dibawa ke dalam bus.

”Mereka ini dalam satu keluarga. Informasinya, karena sebelum berangkat ke pemkab ada proses pemberangkatan di rumah mereka. Ketika berangkat mereka juga terjebak kemacetan. Tapi, Alhamdulillah, tidak sampai tertinggal. Kita tunggu sampai mereka datang dan dipastikan naik bus,” ungkap Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto, Barozi.

Baca Juga :  Kopi jadi Pendongkrak Ekonomi

Pukul 10.30, 446 tergabung dalam kloter 34 ini resmi dilepas Bupati Mojokerto dengan didampingi jajaran pejabat pemkab dan Kemenag Kabupaten Mojokerto. Mereka diantar menggunakan 10 armada bus menuju asrama Haji Sukilolo Surabaya.

Dijadwalkan keesokan harinya, CJH tersebut resmi diterbangkan menuju Tanah Suci menggunakan maskapai Saudi Arabia Airlines.

Sementara, para keluarga pengantar hanya bisa melepas dari kejauhan sembari melambaikan tangan. Tidak sedikit pula, keluarga pengantar mengabadikan momen pelepasan ini menggunakan video kamera smartphone.

Sebelum keberangkatan, semua CJH dilengkapi dengan kartu kesehatan yang menunjukkan kondisi kesehatan masing-masing CJH. Kartu tersebut dibagikan sebelum 446 CJH naik bus.

Mengingat, kartu kesehatan di dalamnya menjelaskan tentang riwayat kesehatan, dan hasil tes PCR CJH. Sehingga bagi CJH yang hasil PCR-nya dinyatakan negatif, diperbolehkan menunaikan ibadah haji.

Baca Juga :  Ketum PSSI Pastikan Tak Ada Tiket Dijual Langsung di Stadion

Di samping itu, semua CJH juga membawa barang kelengkapan kesehatan untuk menghadapi cuaca ekstrem ketika tiba di Tanah Suci. Di antaranya, payung, sprayer, pelembab bibir, dan kaus kaki. Untuk menghindari tubuh dari sengatan matahari langsung. Terutama, ketika memasuki puncak ibadah haji di Arafah.

BERLARI: CJH yang datang terlambat berlari memasuki bus rombongan haji.

Yanata Valdinasari, CJH asal Bangsal, Kabupaten Mojokerto, mengaku dirinya telah menyiapkan bekal untuk menjaga kondisi kesehatan tetap fit sebelum berangkat. ”Ya, perbanyak air minum. Membawa payung, pelembab bibir, sprayer, dan kaus kaki,” tutur Yanata.

Di Kabupaten Mojokerto, pada musim haji tahun ini, tercatat ada 778 CJH. Mereka diberangkatan dalam lima tahap dari Pemdapa Pemkab Mojokerto. Terakhir keberangkatan dilakukan pada 1 Juli mendatang. Mereka tergabung dalam kloter penyangga atau gabungan, dan 1 kloter utuh.

Untuk kloter penyangga CJH Kabupaten Mojokerto, dijadwalkan terbang bersama CJH asal daerah lain di Jatim dan luar Jatim. Seperti Surabaya, Pasuruan, dan Palembang. (ris/fen)

TIGA calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Mojokerto terlambat datang saat pemberangkatan 446 CJH di Pendapa Kabupaten Mojokerto, Selasa (28/6) pagi. Tiga CJH dalam satu keluarga tersebut bahkan tampak berlarian dan dibayangi kepanikan, khawatir tertinggal bus pengantar menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Dikabarkan, keterlambatan kedatangan mereka dalam seremonial keberangkatan yang dilepas Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, ini lantaran sedang dalam proses upacara pelepasan dari rumah dan terjebak kemacaten.

NYARIS TERTINGGAL: CJH yang datang terlambat nyaris tertinggal rombongan. Mereka terlambat lantaran terjebak kemacetan.

Beruntung, tiga CJH yang tergabung dalam KBIH Al Haromain itu tetap ditunggu panitia dari Kemenag dan Pemkab Mojokerto. Sehingga tidak sampai tertinggal. Namun, mereka sempat dibayangi kepanikan.

Terlihat, tidak saja berlarian menuju bus ketika masuk halaman pemkab, tetapi mereka sempat kebingungan ketika ingin membuka bagasi bus untuk menaruh tas tenteng bawaan. Karena bagasi sudah dalam kondisi terkunci. Sehingga barang bawaan mereka terpaksa dibawa ke dalam bus.

”Mereka ini dalam satu keluarga. Informasinya, karena sebelum berangkat ke pemkab ada proses pemberangkatan di rumah mereka. Ketika berangkat mereka juga terjebak kemacetan. Tapi, Alhamdulillah, tidak sampai tertinggal. Kita tunggu sampai mereka datang dan dipastikan naik bus,” ungkap Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto, Barozi.

Baca Juga :  Warga Tolak Pendirian Tower, Dekat Permukiman, Khawatir Terkena Dampak

Pukul 10.30, 446 tergabung dalam kloter 34 ini resmi dilepas Bupati Mojokerto dengan didampingi jajaran pejabat pemkab dan Kemenag Kabupaten Mojokerto. Mereka diantar menggunakan 10 armada bus menuju asrama Haji Sukilolo Surabaya.

- Advertisement -

Dijadwalkan keesokan harinya, CJH tersebut resmi diterbangkan menuju Tanah Suci menggunakan maskapai Saudi Arabia Airlines.

Sementara, para keluarga pengantar hanya bisa melepas dari kejauhan sembari melambaikan tangan. Tidak sedikit pula, keluarga pengantar mengabadikan momen pelepasan ini menggunakan video kamera smartphone.

Sebelum keberangkatan, semua CJH dilengkapi dengan kartu kesehatan yang menunjukkan kondisi kesehatan masing-masing CJH. Kartu tersebut dibagikan sebelum 446 CJH naik bus.

Mengingat, kartu kesehatan di dalamnya menjelaskan tentang riwayat kesehatan, dan hasil tes PCR CJH. Sehingga bagi CJH yang hasil PCR-nya dinyatakan negatif, diperbolehkan menunaikan ibadah haji.

Baca Juga :  Kopi jadi Pendongkrak Ekonomi

Di samping itu, semua CJH juga membawa barang kelengkapan kesehatan untuk menghadapi cuaca ekstrem ketika tiba di Tanah Suci. Di antaranya, payung, sprayer, pelembab bibir, dan kaus kaki. Untuk menghindari tubuh dari sengatan matahari langsung. Terutama, ketika memasuki puncak ibadah haji di Arafah.

BERLARI: CJH yang datang terlambat berlari memasuki bus rombongan haji.

Yanata Valdinasari, CJH asal Bangsal, Kabupaten Mojokerto, mengaku dirinya telah menyiapkan bekal untuk menjaga kondisi kesehatan tetap fit sebelum berangkat. ”Ya, perbanyak air minum. Membawa payung, pelembab bibir, sprayer, dan kaus kaki,” tutur Yanata.

Di Kabupaten Mojokerto, pada musim haji tahun ini, tercatat ada 778 CJH. Mereka diberangkatan dalam lima tahap dari Pemdapa Pemkab Mojokerto. Terakhir keberangkatan dilakukan pada 1 Juli mendatang. Mereka tergabung dalam kloter penyangga atau gabungan, dan 1 kloter utuh.

Untuk kloter penyangga CJH Kabupaten Mojokerto, dijadwalkan terbang bersama CJH asal daerah lain di Jatim dan luar Jatim. Seperti Surabaya, Pasuruan, dan Palembang. (ris/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/