alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Saturday, August 13, 2022

Ditinggal Kerja, Satu Rumah Warga Kemasan Tani Ludes Terbakar

GONDANG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kebakaran melanda rumah warga di Dusun Ketanen, Desa Kemasantani, Kecamatan Gondang, kemarin siang. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Kobaran api melalap seluruh barang berharga hingga rata dengan tanah. Kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta.

Api menyasar rumah milik Suparno, 49. Sekitar pukul 14.10, salah seorang tetangga korban mendapati kepulan asap di atas atap rumah korban. Hal tersebut lantas dilaporkan ke perangkat desa setempat untuk diteruskan ke Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto. Tak ingin kebakaran meluas, warga berupaya memadamkan api dengan alat seadanya sembari menunggu tim damkar tiba.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat mangatakan, dua unit armada damkar diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan si jago merah. Lantaran bangunan rumah semi permanen itu terdiri dari bahan bambu, dengan cepat api merambat. Bahkan, hampir seluruh bagian dan seisi rumah dilalap kobaran api. ”Kami terjunkan dua armada damkar ke lokasi. Untuk area terdampak kebakaran seluas 5×9 meter persegi. Itu seluas area bangunan rumah,” terangnya.

Baca Juga :  Diduga Terlindas Alat Berat, Seorang Pekerja Pabrik Kertas Ngoro Tewas

Dibantu warga, petugas damkar berjibaku menjinakkan api. Hingga kebakaran dinyatakan benar-benar padam sekitar pukul 15.10. Sementara itu, hasil penyelidikan petugas kepolisian menunjukkan kebakaran diduga dipicu akibat korsleting listrik. Saat kejadian, rumah sedang dalam kondisi kosong. ”Dugaan sementara, kebakaran dipicu akibat terjadinya korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa karena kondisi rumah sedang kosong ditinggal pemiliknya,” ungkap Kapolsek Gondang AKP Syaiful Isro.

Saat api menjalar, Suparno dan istri serta seorang anaknya tidak sedang di rumah. Suparno dan istri saat itu tengah bekerja. ”Saat kejadian korban dan istri sedang bekerja. Keduanya kerja serabutan. Informasinya, keduanya biasa cari rumput dan ikut jadi buruh tani. Dan anaknya sedang keluar,” tambahnya. Lebih lanjut, kerugian material yang ditimbulkan mencapai Rp 100 juta. Sebab, seluruh bagian rumah ludes terbakar hingga rata tak tersisa.

Baca Juga :  Tingkatkan Minat dan Bakat Siswa, Gelar Aksi Kreasi Ramadan 2022

”Karena bangunan semi permanen dengan gedek. Barang berharga seperti TV, kulkas, surat berharga dan perabot lainnya, habis tak tersisa. Sudah kami koordinasikan, untuk sementara ini kebutuhan makan sehari-hari keluarga korban akan dibantu dari Pemdes Kemasantani,” tandas Isro kepada Jawa Pos Radar Mojokerto , kemarin. (vad/ron)

GONDANG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kebakaran melanda rumah warga di Dusun Ketanen, Desa Kemasantani, Kecamatan Gondang, kemarin siang. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Kobaran api melalap seluruh barang berharga hingga rata dengan tanah. Kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta.

Api menyasar rumah milik Suparno, 49. Sekitar pukul 14.10, salah seorang tetangga korban mendapati kepulan asap di atas atap rumah korban. Hal tersebut lantas dilaporkan ke perangkat desa setempat untuk diteruskan ke Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto. Tak ingin kebakaran meluas, warga berupaya memadamkan api dengan alat seadanya sembari menunggu tim damkar tiba.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat mangatakan, dua unit armada damkar diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan si jago merah. Lantaran bangunan rumah semi permanen itu terdiri dari bahan bambu, dengan cepat api merambat. Bahkan, hampir seluruh bagian dan seisi rumah dilalap kobaran api. ”Kami terjunkan dua armada damkar ke lokasi. Untuk area terdampak kebakaran seluas 5×9 meter persegi. Itu seluas area bangunan rumah,” terangnya.

Baca Juga :  Ribuan Lulusan SMP di Mojokerto Lirik Sekolah Swasta

Dibantu warga, petugas damkar berjibaku menjinakkan api. Hingga kebakaran dinyatakan benar-benar padam sekitar pukul 15.10. Sementara itu, hasil penyelidikan petugas kepolisian menunjukkan kebakaran diduga dipicu akibat korsleting listrik. Saat kejadian, rumah sedang dalam kondisi kosong. ”Dugaan sementara, kebakaran dipicu akibat terjadinya korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa karena kondisi rumah sedang kosong ditinggal pemiliknya,” ungkap Kapolsek Gondang AKP Syaiful Isro.

Saat api menjalar, Suparno dan istri serta seorang anaknya tidak sedang di rumah. Suparno dan istri saat itu tengah bekerja. ”Saat kejadian korban dan istri sedang bekerja. Keduanya kerja serabutan. Informasinya, keduanya biasa cari rumput dan ikut jadi buruh tani. Dan anaknya sedang keluar,” tambahnya. Lebih lanjut, kerugian material yang ditimbulkan mencapai Rp 100 juta. Sebab, seluruh bagian rumah ludes terbakar hingga rata tak tersisa.

Baca Juga :  Netralitas ASN Diawasi Empat Lembaga

”Karena bangunan semi permanen dengan gedek. Barang berharga seperti TV, kulkas, surat berharga dan perabot lainnya, habis tak tersisa. Sudah kami koordinasikan, untuk sementara ini kebutuhan makan sehari-hari keluarga korban akan dibantu dari Pemdes Kemasantani,” tandas Isro kepada Jawa Pos Radar Mojokerto , kemarin. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/