alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Cuaca di Tanah Suci Terik, CJH Kabupaten Mojokerto Bawa Penangkal Panas

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seluruh CJH Kabupaten Mojokertk yang berangkat ke Tanah Suci telah memenuhi persyaratan administrasi hingga kesehatan. Mereka juga membawa barang kelengkapan kesehatan untuk menghadapi cuaca ekstrem ketika tiba di Tanah Suci.

Di antaranya, payung, sprayer, pelembab bibir, dan kaus kaki. Peralatan itu untuk menghindari tubuh dari sengatan matahari langsung. Terutama, ketika memasuki puncak ibadah haji di Arafah.

Yanata Valdinasari, CJH asal Bangsal, Kabupaten Mojokerto, mengaku dirinya telah menyiapkan bekal untuk menjaga kondisi kesehatan tetap fit sebelum berangkat. ”Ya, perbanyak air minum. Membawa payung, pelembab bibir, sprayer, dan kaus kaki,” tutur Yanata.

Di Kabupaten Mojokerto, pada musim haji tahun ini, tercatat ada 778 CJH. Mereka diberangkatan dalam lima tahap dari Pemdapa Pemkab Mojokerto. Terakhir keberangkatan dilakukan pada 1 Juli mendatang. Mereka tergabung dalam kloter penyangga atau gabungan, dan 1 kloter utuh.

Baca Juga :  Bandel, Ratusan Napi Lapas Mojokerto Dilayar

Untuk kloter penyangga CJH Kabupaten Mojokerto, dijadwalkan terbang bersama CJH asal daerah lain di Jatim dan luar Jatim. Seperti Surabaya, Pasuruan, dan Palembang.

Diketahui sebelumnya, Selasa (28/6), sebanyak 446 CJH Kabupaten Mojokerto berangkat ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Mereka diberangkatkan Bupati Ikfina Fahmawati dari pendopo Pemkab.

Semua CJH telah dilengkapi dengan kartu kesehatan yang menunjukkan kondisi kesehatan masing-masing CJH. Kartu tersebut dibagikan sebelum 446 CJH naik bus.

Mengingat, kartu kesehatan di dalamnya menjelaskan tentang riwayat kesehatan, dan hasil tes PCR CJH. Sehingga bagi CJH yang hasil PCR-nya dinyatakan negatif, diperbolehkan menunaikan ibadah haji. (ris/fen)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seluruh CJH Kabupaten Mojokertk yang berangkat ke Tanah Suci telah memenuhi persyaratan administrasi hingga kesehatan. Mereka juga membawa barang kelengkapan kesehatan untuk menghadapi cuaca ekstrem ketika tiba di Tanah Suci.

Di antaranya, payung, sprayer, pelembab bibir, dan kaus kaki. Peralatan itu untuk menghindari tubuh dari sengatan matahari langsung. Terutama, ketika memasuki puncak ibadah haji di Arafah.

Yanata Valdinasari, CJH asal Bangsal, Kabupaten Mojokerto, mengaku dirinya telah menyiapkan bekal untuk menjaga kondisi kesehatan tetap fit sebelum berangkat. ”Ya, perbanyak air minum. Membawa payung, pelembab bibir, sprayer, dan kaus kaki,” tutur Yanata.

Di Kabupaten Mojokerto, pada musim haji tahun ini, tercatat ada 778 CJH. Mereka diberangkatan dalam lima tahap dari Pemdapa Pemkab Mojokerto. Terakhir keberangkatan dilakukan pada 1 Juli mendatang. Mereka tergabung dalam kloter penyangga atau gabungan, dan 1 kloter utuh.

Baca Juga :  Polisi Kota Mojokerto Janji Segera Ungkap Kasus Pencabulan

Untuk kloter penyangga CJH Kabupaten Mojokerto, dijadwalkan terbang bersama CJH asal daerah lain di Jatim dan luar Jatim. Seperti Surabaya, Pasuruan, dan Palembang.

Diketahui sebelumnya, Selasa (28/6), sebanyak 446 CJH Kabupaten Mojokerto berangkat ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Mereka diberangkatkan Bupati Ikfina Fahmawati dari pendopo Pemkab.

- Advertisement -

Semua CJH telah dilengkapi dengan kartu kesehatan yang menunjukkan kondisi kesehatan masing-masing CJH. Kartu tersebut dibagikan sebelum 446 CJH naik bus.

Mengingat, kartu kesehatan di dalamnya menjelaskan tentang riwayat kesehatan, dan hasil tes PCR CJH. Sehingga bagi CJH yang hasil PCR-nya dinyatakan negatif, diperbolehkan menunaikan ibadah haji. (ris/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/