alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Berkat Program JKN, Suci Jalani Operasi Tanpa Biaya

MOJOKERTO – Suciningtias, 68 tahun, merupakan peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri yang telah merasakan manfaat yang nyata dalam pengobatan diabetes melitus hingga akhirnya dilakukan tindakan operasi. Baginya memiliki jaminan kesehatan dirasa sangat penting untuk melindungi tubuh dari penyakit apalagi usia yang semakin bertambah.

“Akhir tahun 2018 ketika malam hari merasa tidak enak badan, pusing, mual, berkeringat dan kaki merasakan nyeri dan kesemutan. Oleh keluarga langsung di bawa ke RS Reksa Waluya Mojokerto. Saat itu dirinya mengira hanya sakit biasa. Namun hasil dari beberapa pemeriksaan, betapa terkejutnya oleh dokter didiagnosa mengidap diabetes melitus. Tidak bisa dibayangkan jika sampai saat ini tidak mendaftar JKN dan saya harus mengeluarkan biaya sendiri dan mahal, apalagi pengobatan ini terus berlanjut,” cerita Suci.

Suci melanjutkan, setelah menjalani kontrol secara rutin terdapat kejadian yang menyebabkan kakinya terluka akibat jatuh. Seiring berjalan waktu, akibat pola makan yang tidak teratur kaki Suci sering mengeluarkan nanah.
“Ketika kontrol di rumah sakit, dari hasil berbagai pemeriksaan dokter menyarankan untuk melakukan tindakan operasi dan langsung dijadwalkan untuk operasi. Tak terbayangkan dengan biaya operasi yang mahal,” tuturnya.

Baca Juga :  Pegawai Bolos Pasca Lebaran, Terancam Tidak Terima TPP

Mengetahui saran dokter, Suci bergegas untuk pulang. Ia langsung berdiskusi dengan anggota keluarganya. Dari hasil itu, keluarga mendukung penuh untuk kesembuhannya.

“Setelah semua mendukung, saya yakin untuk melakukan operasi. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar tanpa kendala. semua tindakan operasi maupun rawat inap ditanggung sepenuhnya oleh program JKN dan tidak ada perbedaan antara pasien umum dan BPJS Kesehatan. Tidak bisa dibayangkan jika sampai saat ini tidak mendaftar JKN dan saya harus mengeluarkan biaya sendiri, mungkin saya sudah menjual rumah untuk operasi ini,“ ungkapnya.

Ia mengapresiasi pelayanan yang didapatnya selama dirumah sakit. Menurutnya, fasilitas yang diterimanya tak ada beda dengan pasien umum. Ruangan kamar yang bersih, tenaga medis kesehatan yang ramah dan pelayanan yang baik.

“Saya merasa tenang karena perawatan sudah tidak mengeluarkan biaya. Pelayanan yang sangat cepat dalam melayani dan semua biaya gratis sudah di tanggung oleh BPJS Kesehatan,” ucapnya.

Baca Juga :  Terpeleset usai Mancing, Pemuda Lengkong Mojoanyar Tewas Tenggelam

Lebih lanjut, Suci mengungkapkan kepuasannya setelah menjalani operasi. Apa yang ia takutkan selama ini tak ada satu pun yang terbukti. Ia mengaku jika biaya operasi tak ada yang keluar dari kantong pribadi. Ia berterima kasih dan bersyukur telah menjadi peserta JKN serta mendukung agar Program JKN terus hadir di tengah masyarakat demi sebuah program yang begitu bermanfaat. Tak lupa, dirinya mengimbau kepada para peserta JKN untuk selalu rutin membayar iuran.

“Menjadi peserta JKN merupakan proteksi diri sejak dini dan tidak perlu takut untuk mengeluarkan biaya sendiri. Merasakan sakit tentu tak enak. Kesembuhan menjadi hal yang berharga saat sedang sakit. Bahkan, tak sedikit orang yang rela mengeluarkan banyak uang agar bisa sembuh. Meskipun ketika tidak sakit dapat mendonasikan iuran kepada mereka yang sedang membutuhkannya,” tutup Suci. (*/fen)

MOJOKERTO – Suciningtias, 68 tahun, merupakan peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri yang telah merasakan manfaat yang nyata dalam pengobatan diabetes melitus hingga akhirnya dilakukan tindakan operasi. Baginya memiliki jaminan kesehatan dirasa sangat penting untuk melindungi tubuh dari penyakit apalagi usia yang semakin bertambah.

“Akhir tahun 2018 ketika malam hari merasa tidak enak badan, pusing, mual, berkeringat dan kaki merasakan nyeri dan kesemutan. Oleh keluarga langsung di bawa ke RS Reksa Waluya Mojokerto. Saat itu dirinya mengira hanya sakit biasa. Namun hasil dari beberapa pemeriksaan, betapa terkejutnya oleh dokter didiagnosa mengidap diabetes melitus. Tidak bisa dibayangkan jika sampai saat ini tidak mendaftar JKN dan saya harus mengeluarkan biaya sendiri dan mahal, apalagi pengobatan ini terus berlanjut,” cerita Suci.

Suci melanjutkan, setelah menjalani kontrol secara rutin terdapat kejadian yang menyebabkan kakinya terluka akibat jatuh. Seiring berjalan waktu, akibat pola makan yang tidak teratur kaki Suci sering mengeluarkan nanah.
“Ketika kontrol di rumah sakit, dari hasil berbagai pemeriksaan dokter menyarankan untuk melakukan tindakan operasi dan langsung dijadwalkan untuk operasi. Tak terbayangkan dengan biaya operasi yang mahal,” tuturnya.

Baca Juga :  Upah Buruh Kota Tidak Naik

Mengetahui saran dokter, Suci bergegas untuk pulang. Ia langsung berdiskusi dengan anggota keluarganya. Dari hasil itu, keluarga mendukung penuh untuk kesembuhannya.

“Setelah semua mendukung, saya yakin untuk melakukan operasi. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar tanpa kendala. semua tindakan operasi maupun rawat inap ditanggung sepenuhnya oleh program JKN dan tidak ada perbedaan antara pasien umum dan BPJS Kesehatan. Tidak bisa dibayangkan jika sampai saat ini tidak mendaftar JKN dan saya harus mengeluarkan biaya sendiri, mungkin saya sudah menjual rumah untuk operasi ini,“ ungkapnya.

Ia mengapresiasi pelayanan yang didapatnya selama dirumah sakit. Menurutnya, fasilitas yang diterimanya tak ada beda dengan pasien umum. Ruangan kamar yang bersih, tenaga medis kesehatan yang ramah dan pelayanan yang baik.

- Advertisement -

“Saya merasa tenang karena perawatan sudah tidak mengeluarkan biaya. Pelayanan yang sangat cepat dalam melayani dan semua biaya gratis sudah di tanggung oleh BPJS Kesehatan,” ucapnya.

Baca Juga :  Dibatasi Mengakses 11 Aplikasi, Siapkan Tim Teknis, Antisipasi Kendala

Lebih lanjut, Suci mengungkapkan kepuasannya setelah menjalani operasi. Apa yang ia takutkan selama ini tak ada satu pun yang terbukti. Ia mengaku jika biaya operasi tak ada yang keluar dari kantong pribadi. Ia berterima kasih dan bersyukur telah menjadi peserta JKN serta mendukung agar Program JKN terus hadir di tengah masyarakat demi sebuah program yang begitu bermanfaat. Tak lupa, dirinya mengimbau kepada para peserta JKN untuk selalu rutin membayar iuran.

“Menjadi peserta JKN merupakan proteksi diri sejak dini dan tidak perlu takut untuk mengeluarkan biaya sendiri. Merasakan sakit tentu tak enak. Kesembuhan menjadi hal yang berharga saat sedang sakit. Bahkan, tak sedikit orang yang rela mengeluarkan banyak uang agar bisa sembuh. Meskipun ketika tidak sakit dapat mendonasikan iuran kepada mereka yang sedang membutuhkannya,” tutup Suci. (*/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/