alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

164 Orang Berebut Jabatan Kades, Ngarjo, dan Randuharjo Jadi Favorit

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penjaringan bakal calon (bacalon) dalam pilkades serentak di Kabupaten Mojokerto berakhir, kemarin (27/6). Total ada 164 warga yang ikut berebut di 41 desa yang tersebar di 15 kecamatan. Delapan desa di antaranya diikuti lebih dari lima kompetitor pendaftar.

Seperti di Desa Ngarjo, Kecamatan Mojoanyar, tercatat hingga terakhir pendaftaran, ada sebelas warga yang mendaftarkan diri. Mereka yang berasal dari berbagai wilayah ini ingin berebut menjadi orang nomor satu di desa tersebut. ’’Sebelas bakal calon yang mendaftar ini, tujuh warga asli Ngarjo, termasuk incumbent. Sedangkan empat lainnya dari luar desa,’’ ungkap ketua BPD Ngarjo, Ahiyat, kemarin.

Empat warga luar yang ikut meramaikan ini berasal dari wilayah Kecamatan Ngoro, Bangsal, Sooko, dan Gedeg. Secara pasti dirinya tak tahu apa yang menjadi motivasi mereka berebut di desanya. Yang jelas, dengan membeludaknya warga yang mendaftar menjadikan proses pesta demokrasi di desanya kian menarik. ’’Yang jelas kita berpedoman pada tatib. Semaksimal mungkin kita trasparan agar pelaksanaan juga tetap kondusif meski dengan banyaknya warga yang mendaftar,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Bansos Uang Pengganti BPNT di Kabupaten Bermasalah

Selain Ngarjo, sesuai data Jawa Pos Radar Mojokerto, pelamar sebelas orang juga ada di Desa Randuharjo, Kecamatan Pungging. ’’Jadi sesuai data yang masuk ke kami, memang ada dua desa yang pendaftarnya sebanyak 11 bakal calon. Itu di Desa Ngarjo dan Randuharjo,’’ ungkap Kepala DPMD Kabupaten Mojokerto, Yudha Akbar Prabowo, dikonfirmasi terpisah.

Dua desa itu menjadi desa favorit pelamar yang maju meramiakan helatan pilkades September mendatang. Menurutnya, total ada 164 warga yang mendaftar di 41 desa yang tersebar di 15 kecamatan. Selain dua desa tersebut, ada enam desa lain yang juga diikuti lebih dari lima bacalon. Di antaranya, 10 bacalon di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, dan Desa Candiharjo, Kecamatan Ngoro, delapan bacalon di Desa Canggu, Kecamatan Jetis, tujuh bacalon di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan dan Awang-awang, Kecamatan Mojosari, serta enam bacalon di Desa Kemasantani, Kecamatan Gondang. ’’Selain itu ada dua desa juga yang bacalonnya lima orang. Sedangkan empat desa empat bacalon, 14 desa tiga bacalon, dan 13 desa dua bacalon,’’ paparnya.

Baca Juga :  Jamaah Bisa Kembali Mencium dan Sentuh Ka'bah

Berakhirnya pendaftaran kemarin, kini ratusan bacalon masih diberi kesempatan melengkapi berkas yang menjadi syarat pendaftaran sampai 4 Juni. Dilanjut tahapan verifikasi yang bakal berlangsung sampai 20 Juli. Setelahnya, 22-25 Juli, panitia baru bisa mengetahui berapa calon yang berhak diseleksi. Baru setelahnya panitia menetapkan calon kades pada 25 Juli. (ori/ron)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penjaringan bakal calon (bacalon) dalam pilkades serentak di Kabupaten Mojokerto berakhir, kemarin (27/6). Total ada 164 warga yang ikut berebut di 41 desa yang tersebar di 15 kecamatan. Delapan desa di antaranya diikuti lebih dari lima kompetitor pendaftar.

Seperti di Desa Ngarjo, Kecamatan Mojoanyar, tercatat hingga terakhir pendaftaran, ada sebelas warga yang mendaftarkan diri. Mereka yang berasal dari berbagai wilayah ini ingin berebut menjadi orang nomor satu di desa tersebut. ’’Sebelas bakal calon yang mendaftar ini, tujuh warga asli Ngarjo, termasuk incumbent. Sedangkan empat lainnya dari luar desa,’’ ungkap ketua BPD Ngarjo, Ahiyat, kemarin.

Empat warga luar yang ikut meramaikan ini berasal dari wilayah Kecamatan Ngoro, Bangsal, Sooko, dan Gedeg. Secara pasti dirinya tak tahu apa yang menjadi motivasi mereka berebut di desanya. Yang jelas, dengan membeludaknya warga yang mendaftar menjadikan proses pesta demokrasi di desanya kian menarik. ’’Yang jelas kita berpedoman pada tatib. Semaksimal mungkin kita trasparan agar pelaksanaan juga tetap kondusif meski dengan banyaknya warga yang mendaftar,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Jamaah Bisa Kembali Mencium dan Sentuh Ka'bah

Selain Ngarjo, sesuai data Jawa Pos Radar Mojokerto, pelamar sebelas orang juga ada di Desa Randuharjo, Kecamatan Pungging. ’’Jadi sesuai data yang masuk ke kami, memang ada dua desa yang pendaftarnya sebanyak 11 bakal calon. Itu di Desa Ngarjo dan Randuharjo,’’ ungkap Kepala DPMD Kabupaten Mojokerto, Yudha Akbar Prabowo, dikonfirmasi terpisah.

Dua desa itu menjadi desa favorit pelamar yang maju meramiakan helatan pilkades September mendatang. Menurutnya, total ada 164 warga yang mendaftar di 41 desa yang tersebar di 15 kecamatan. Selain dua desa tersebut, ada enam desa lain yang juga diikuti lebih dari lima bacalon. Di antaranya, 10 bacalon di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, dan Desa Candiharjo, Kecamatan Ngoro, delapan bacalon di Desa Canggu, Kecamatan Jetis, tujuh bacalon di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan dan Awang-awang, Kecamatan Mojosari, serta enam bacalon di Desa Kemasantani, Kecamatan Gondang. ’’Selain itu ada dua desa juga yang bacalonnya lima orang. Sedangkan empat desa empat bacalon, 14 desa tiga bacalon, dan 13 desa dua bacalon,’’ paparnya.

Baca Juga :  90 Siswa SMAN 1 Bangsal Gagal SNMPTN

Berakhirnya pendaftaran kemarin, kini ratusan bacalon masih diberi kesempatan melengkapi berkas yang menjadi syarat pendaftaran sampai 4 Juni. Dilanjut tahapan verifikasi yang bakal berlangsung sampai 20 Juli. Setelahnya, 22-25 Juli, panitia baru bisa mengetahui berapa calon yang berhak diseleksi. Baru setelahnya panitia menetapkan calon kades pada 25 Juli. (ori/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/