alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Ratusan Calon Penerima BST Ngaplo

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos di Kota Mojokerto ngaplo. Mereka belum mendapat kepastian terkait pencairan tahap 12 dan 13 tersebut. Hingga pengujung April, nama mereka belum tercantum dalam daftar penyaluran BST susulan.

Plt Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto Heru Setyadi menjelaskan, penyaluran BST susulan tahap pertama telah dicairkan Kemensos sejak Selasa (27/4). Bantuan tersebut diterima KPM yang pencairannya nyantol periode Maret dan April lalu. ’’Sudah dibagikan mulai hari ini (kemarin) di kantor pos,’’ terangnya kemarin.

Dia mengatakan, di Kota Mojokerto terdapat 1.383 KPM yang pencairannya sempat mengalami penundaan. Namun, di penyaluran BST susulan 27-28 April, hanya menyasar 1.073 KPM dan 37 warga penerima tambahan dari Kemensos. ’’Jadi total penerimanya 1.110 KPM yang mendapat BST susulan tahap satu ini,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Penerima Meninggal Dunia, Ribuan KKS Terpaksa Diblokir

Sekretaris Dinsos P3A Kota Mojokerto ini menambahkan, masing-masing KPM langsung menerima bantuan sebesar Rp 600 ribu untuk dua bulan sekaligus.

Akan tetapi, masih tersisa Rp 186 juta dana BST yang nyantol di Kemensos. Bantuan tersebut sedianya untuk 310 KPM yang hingga kini belum masuk sebagai penerima BST susulan tahap I.

Heru menyebut, hingga kemarin pihaknya belum mendapat kepastian kapan sisa BST itu akan disalurkan. ’’Kemarin waktu ditanya dewan kita juga tidak bisa memastikan. Karena kami masih menunggu dari Kemensos,’’ tandasnya.

Mantan Wadir Administrasi RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto ini mengaku tidak mengetahui penyebab tersendatnya pencairan BST tersebut. Namun, kata dia, Kemensos masih melakukan validasi data sebelum menyalurkan bantuan bagi warga terdampak Covid-19 itu. ’’Yang jelas masih pemadanan data. Dari pusat mungkin dicek lagi satu per satu, makanya butuh waktu,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Pasar Benpas Resmi Dibuka La Nyalla dan Ning Ita

Heru juga belum bisa memastikan kapan sisa penyaluran BST Kemenos akan dituntaskan. Pasalnya, proses verifikasi data KPM hingga proses penyaluran BST sepenuhnya menjadi kewenangan Kemensos. ”Kami sudah minta Dinsos Provinsi Jatim untuk menjembatani. Tapi, kami tetap diminta harus menunggu karena masih proses validasi,” bebernya.

Validasi data tersebut dilakukan guna memastikan KPM tidak menerima program bantuan ganda. Di samping itu, Kemensos juga bakal mencoret data warga yang tidak melakukan pencairan dari jadwal yang sudah ditentukan.

Sedangkan bagi KPM yang datanya sudah dinyatakan valid akan dimasukkan dalam daftar penerima dalam penyaluran BST susulan pada tahap berikutnya. ’’Mudah-mudahan tinggal 310 KPM ini bisa lolos semua.  Karena lebih cepat lebih baik, supaya sebelum Lebaran sudah klir semua,’’ pungkas Heru. 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos di Kota Mojokerto ngaplo. Mereka belum mendapat kepastian terkait pencairan tahap 12 dan 13 tersebut. Hingga pengujung April, nama mereka belum tercantum dalam daftar penyaluran BST susulan.

Plt Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto Heru Setyadi menjelaskan, penyaluran BST susulan tahap pertama telah dicairkan Kemensos sejak Selasa (27/4). Bantuan tersebut diterima KPM yang pencairannya nyantol periode Maret dan April lalu. ’’Sudah dibagikan mulai hari ini (kemarin) di kantor pos,’’ terangnya kemarin.

Dia mengatakan, di Kota Mojokerto terdapat 1.383 KPM yang pencairannya sempat mengalami penundaan. Namun, di penyaluran BST susulan 27-28 April, hanya menyasar 1.073 KPM dan 37 warga penerima tambahan dari Kemensos. ’’Jadi total penerimanya 1.110 KPM yang mendapat BST susulan tahap satu ini,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Banjir Terus-Terusan, Aktivitas Pendidikan Lumpuh

Sekretaris Dinsos P3A Kota Mojokerto ini menambahkan, masing-masing KPM langsung menerima bantuan sebesar Rp 600 ribu untuk dua bulan sekaligus.

Akan tetapi, masih tersisa Rp 186 juta dana BST yang nyantol di Kemensos. Bantuan tersebut sedianya untuk 310 KPM yang hingga kini belum masuk sebagai penerima BST susulan tahap I.

Heru menyebut, hingga kemarin pihaknya belum mendapat kepastian kapan sisa BST itu akan disalurkan. ’’Kemarin waktu ditanya dewan kita juga tidak bisa memastikan. Karena kami masih menunggu dari Kemensos,’’ tandasnya.

- Advertisement -

Mantan Wadir Administrasi RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto ini mengaku tidak mengetahui penyebab tersendatnya pencairan BST tersebut. Namun, kata dia, Kemensos masih melakukan validasi data sebelum menyalurkan bantuan bagi warga terdampak Covid-19 itu. ’’Yang jelas masih pemadanan data. Dari pusat mungkin dicek lagi satu per satu, makanya butuh waktu,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Penerima Meninggal Dunia, Ribuan KKS Terpaksa Diblokir

Heru juga belum bisa memastikan kapan sisa penyaluran BST Kemenos akan dituntaskan. Pasalnya, proses verifikasi data KPM hingga proses penyaluran BST sepenuhnya menjadi kewenangan Kemensos. ”Kami sudah minta Dinsos Provinsi Jatim untuk menjembatani. Tapi, kami tetap diminta harus menunggu karena masih proses validasi,” bebernya.

Validasi data tersebut dilakukan guna memastikan KPM tidak menerima program bantuan ganda. Di samping itu, Kemensos juga bakal mencoret data warga yang tidak melakukan pencairan dari jadwal yang sudah ditentukan.

Sedangkan bagi KPM yang datanya sudah dinyatakan valid akan dimasukkan dalam daftar penerima dalam penyaluran BST susulan pada tahap berikutnya. ’’Mudah-mudahan tinggal 310 KPM ini bisa lolos semua.  Karena lebih cepat lebih baik, supaya sebelum Lebaran sudah klir semua,’’ pungkas Heru. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/