alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Penipu Lowongan Kerja Dibekuk Polisi

KEMLAGI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Slamet, 49, penipu bermodus iming-iming lowongan kerja asal Desa/Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, dibekuk polisi. Korbannya sudah 31 orang. Mereka diperas dengan iming-iming kerja di perusahaan ternama. Dari aksinya, pelaku meraup uang Rp 185 juta lebih.

Aksi yang dilakukan pelaku sejak tiga tahun lalu itu terbongar. Dia ditangkap petugas di rumahnya Sabtu (24/4) sekitar pukul 20.00. Penangkapan pelaku bermula ketika ia melancarkan aksi penipuannya di Dusun/Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, 15 Desember 2019 lalu. Ia menawarkan jasa lowongan kerja fiktif dengan janji bisa bekerja di salah satu perusahaan besar di Kabupaten Mojokerto. ’’Pelaku mengaku sebagai kepala bagian teknis di PT Adi Karya yang mana perusahaan tersebut menaungi PT Ajinomoto,’’ ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota Iptu Hari Siswanto.

Pelaku meminta kepada korban untuk mencari orang sebanyak-banyaknya untuk dipekerjakan di tempat tersebut. Belum sampai satu bulan, korban sudah mendapat 10 orang yang siap bekerja. ’’Mereka kebanyakan adalah sanak saudara dan tetangga korban,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Terpaksa Tinggikan Lantai dengan Biaya Hutang

Tak lama kemudian, Slamet mendatangi korbannya untuk menyampaikan jika masih dibutuhkan 300 orang lagi. Saat itu, pelaku juga meminjam uang kepada korban sebesar Rp 74 juta dengan alasan untuk mengembangkan perusahaan. ’’Korban dijanjikan akan dijadikan manager di CV yang akan didirikan,’’ terang Hari.

Karena janji tersebut korban pun bertekad dan berhasil mengumpulkan 31 orang. Masing-masing dari mereka juga membayar biaya awal masuk perusahaan kepada pelaku yang totalnya mencapai Rp 108 juta. Tak hanya itu, pelaku juga memeras sejumlah korban lainnya dengan dalih uang tes psikologi sebesar Rp 3,5 juta.

Keganjalan para korban mulai muncul ketika 10 orang di antara mereka yang sudah menerima kartu pegawai dan seragam tak kunjung dipanggil kerja. Kecurigaan itu semakin memuncak setelah pada bulan Maret 2020, salah satu korban mengonfirmasi kebenaran lowongan tersebut dengan mendatangi perusahaan yang disebut pelaku. ’’Datang dan bertanya ke satpam PT Ajinomoto dan didapati keterangan bahwa tidak ada yang bernama Slamet maupun PT Adi Karya,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kepercayaan Sapta Darma Tak Lagi Dompleng Agama Lain

Pada saat itu, korban mulai berbelit dan mengingkari pertemuan dengan para korban hingga akhirnya ia menghilang. Dugaan penipuan dan penggelapan itu langsung dilaporkan ke polisi. Dengan mengumpulkan barang bukti serta keterangan sejumlah saksi, pelaku akhirnya berhasil dibekuk polisi. Pelaku disangkakan dengan Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman pidana paling lama empat tahun penjara. ’’Total kerugian para korban ini mencapai Rp 185.500.000,’’ pungkasnya. (adi)

KEMLAGI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Slamet, 49, penipu bermodus iming-iming lowongan kerja asal Desa/Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, dibekuk polisi. Korbannya sudah 31 orang. Mereka diperas dengan iming-iming kerja di perusahaan ternama. Dari aksinya, pelaku meraup uang Rp 185 juta lebih.

Aksi yang dilakukan pelaku sejak tiga tahun lalu itu terbongar. Dia ditangkap petugas di rumahnya Sabtu (24/4) sekitar pukul 20.00. Penangkapan pelaku bermula ketika ia melancarkan aksi penipuannya di Dusun/Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi, 15 Desember 2019 lalu. Ia menawarkan jasa lowongan kerja fiktif dengan janji bisa bekerja di salah satu perusahaan besar di Kabupaten Mojokerto. ’’Pelaku mengaku sebagai kepala bagian teknis di PT Adi Karya yang mana perusahaan tersebut menaungi PT Ajinomoto,’’ ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota Iptu Hari Siswanto.

Pelaku meminta kepada korban untuk mencari orang sebanyak-banyaknya untuk dipekerjakan di tempat tersebut. Belum sampai satu bulan, korban sudah mendapat 10 orang yang siap bekerja. ’’Mereka kebanyakan adalah sanak saudara dan tetangga korban,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Mulai Kucing hingga Murai Batu

Tak lama kemudian, Slamet mendatangi korbannya untuk menyampaikan jika masih dibutuhkan 300 orang lagi. Saat itu, pelaku juga meminjam uang kepada korban sebesar Rp 74 juta dengan alasan untuk mengembangkan perusahaan. ’’Korban dijanjikan akan dijadikan manager di CV yang akan didirikan,’’ terang Hari.

Karena janji tersebut korban pun bertekad dan berhasil mengumpulkan 31 orang. Masing-masing dari mereka juga membayar biaya awal masuk perusahaan kepada pelaku yang totalnya mencapai Rp 108 juta. Tak hanya itu, pelaku juga memeras sejumlah korban lainnya dengan dalih uang tes psikologi sebesar Rp 3,5 juta.

Keganjalan para korban mulai muncul ketika 10 orang di antara mereka yang sudah menerima kartu pegawai dan seragam tak kunjung dipanggil kerja. Kecurigaan itu semakin memuncak setelah pada bulan Maret 2020, salah satu korban mengonfirmasi kebenaran lowongan tersebut dengan mendatangi perusahaan yang disebut pelaku. ’’Datang dan bertanya ke satpam PT Ajinomoto dan didapati keterangan bahwa tidak ada yang bernama Slamet maupun PT Adi Karya,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Besok, Sekolah Kota PTM Terbatas
- Advertisement -

Pada saat itu, korban mulai berbelit dan mengingkari pertemuan dengan para korban hingga akhirnya ia menghilang. Dugaan penipuan dan penggelapan itu langsung dilaporkan ke polisi. Dengan mengumpulkan barang bukti serta keterangan sejumlah saksi, pelaku akhirnya berhasil dibekuk polisi. Pelaku disangkakan dengan Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman pidana paling lama empat tahun penjara. ’’Total kerugian para korban ini mencapai Rp 185.500.000,’’ pungkasnya. (adi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/