alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 17, 2022

Wilayah Perbatasan Diperketat, Nekat Mudik Langsung Dikarantina

DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokero – Percepatan penanganan persebaran virus korona membuat pemerintah dan kepolisian terus memperketat sejumlah titik perbatasan. Larangan mudik oleh pemerintah juga menjadi dasar kepolisian dalam mendirikan checkpoint di setiap perbatasan wilayah.

Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto, mengatakan, ada lima pos checkpoint selama Operasi Ketupat Semeru 2020 yang didirikan di beberapa titik. Salah satunya di Desa Simongagrok, Kecamatan Dawarblandong, sebagai wilayah perbatasan antara Kabupaten Mojokerto dengan Kabupaten Lamongan.

’’Karena tak ada mudik, Operasi Ketupat kali ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya,’’ ungkapnya. Memang, sebelumnya pos ketupat didirikan untuk memantau pergerakan masyarakat yang hendak mudik agar tetap aman dan nyaman dalam perjalanan.

Namun, kali ini, pos ketupat tersebut lebih pada memantau pergerakan pengguna jalan agar tidak mudik. Sehingga dipastikan polisi akan menghentikan setiap kendaraan yang melintas dari perbatsan. ’’Jika pemilik mobil hendak mudik ke Mojokerto maka kami langsung menyuruh putar balik,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Sehat Negeriku Tumbuh Indonesiaku, Gelar Berbagai Kegiatan dan Lomba

Selain di perbatan Lamongan, pos checkpoint Operasi Ketupat 2020 juga berdiri di depan exit tol Penompo, Jetis, dan exit tol Pagerluyung, Gedeg. Tak hanya itu, petugas juga mendirikan pos di perempatan Sekarputih, dan di jembatan Gajah Mada sisi utara atau di pintu masuk ke Kota Mojokerto.

Bogiek menegaskan, pendirian posko checkpoint ini tak lain untuk mengantisipasi penyebaran viru skorona dan melarang pemudik masuk wilayah Mojokerto. Jika memaksa, maka akan diakukan karantina selama 14 hari di ruang khusus yang sudah disediakan pemerintah daerah.

Rencananya pos pantau checkpoint Operasi Ketupat ini akan terus difungsikan hingag batas yang belum bisa ditentukan. ’’Jadi, pendirian checkpoint ini kita lebih memfokuskan kepada para pemudik dari luar daerah untuk dilakukan pemeriksaan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Ribuan PNS Mojokerto Dapat Tambahan Penghasilan, Ini Nilainya

Kabag Ops Polresta Mojokerto Kompol Ibrahim Gani, menambahkan, checkpoint ini memang menjadi fokus serta dikedepankan dalam percepatan penanganan persebaran virus korona. Apalagi, pemerintah juga sudah tegas melarang mudik di tahun ini.

’’Jadi orang yang mau mudik diimbau balik. Kedua, semua pengendara supaya pakai masker. Yang duduk di depan supaya bergeser ke belakang satu untuk jaga jarak,’’ ungkapnya. Hanya, melihat geografis Mojokerto, cukup menguntungkan bagi para petugas di lapangan.

Sebab, dipastikan, pengecekan sudah dilakukan di polres-polres tetangga. ’’Jadi para pemudik sendiri sudah tersaring dari daerah luar. Namun, meski begitu kami tetap saring lebih ketat agar semua pemudik yang hendak ke Mojokerto juga terdeteksi,’’ pungkasnya. 

DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokero – Percepatan penanganan persebaran virus korona membuat pemerintah dan kepolisian terus memperketat sejumlah titik perbatasan. Larangan mudik oleh pemerintah juga menjadi dasar kepolisian dalam mendirikan checkpoint di setiap perbatasan wilayah.

Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto, mengatakan, ada lima pos checkpoint selama Operasi Ketupat Semeru 2020 yang didirikan di beberapa titik. Salah satunya di Desa Simongagrok, Kecamatan Dawarblandong, sebagai wilayah perbatasan antara Kabupaten Mojokerto dengan Kabupaten Lamongan.

’’Karena tak ada mudik, Operasi Ketupat kali ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya,’’ ungkapnya. Memang, sebelumnya pos ketupat didirikan untuk memantau pergerakan masyarakat yang hendak mudik agar tetap aman dan nyaman dalam perjalanan.

Namun, kali ini, pos ketupat tersebut lebih pada memantau pergerakan pengguna jalan agar tidak mudik. Sehingga dipastikan polisi akan menghentikan setiap kendaraan yang melintas dari perbatsan. ’’Jika pemilik mobil hendak mudik ke Mojokerto maka kami langsung menyuruh putar balik,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pemudik Terjaring Razia, Bus dan Mobil yang Ditumpangi Ditindak Polisi

Selain di perbatan Lamongan, pos checkpoint Operasi Ketupat 2020 juga berdiri di depan exit tol Penompo, Jetis, dan exit tol Pagerluyung, Gedeg. Tak hanya itu, petugas juga mendirikan pos di perempatan Sekarputih, dan di jembatan Gajah Mada sisi utara atau di pintu masuk ke Kota Mojokerto.

Bogiek menegaskan, pendirian posko checkpoint ini tak lain untuk mengantisipasi penyebaran viru skorona dan melarang pemudik masuk wilayah Mojokerto. Jika memaksa, maka akan diakukan karantina selama 14 hari di ruang khusus yang sudah disediakan pemerintah daerah.

- Advertisement -

Rencananya pos pantau checkpoint Operasi Ketupat ini akan terus difungsikan hingag batas yang belum bisa ditentukan. ’’Jadi, pendirian checkpoint ini kita lebih memfokuskan kepada para pemudik dari luar daerah untuk dilakukan pemeriksaan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Sehat Negeriku Tumbuh Indonesiaku, Gelar Berbagai Kegiatan dan Lomba

Kabag Ops Polresta Mojokerto Kompol Ibrahim Gani, menambahkan, checkpoint ini memang menjadi fokus serta dikedepankan dalam percepatan penanganan persebaran virus korona. Apalagi, pemerintah juga sudah tegas melarang mudik di tahun ini.

’’Jadi orang yang mau mudik diimbau balik. Kedua, semua pengendara supaya pakai masker. Yang duduk di depan supaya bergeser ke belakang satu untuk jaga jarak,’’ ungkapnya. Hanya, melihat geografis Mojokerto, cukup menguntungkan bagi para petugas di lapangan.

Sebab, dipastikan, pengecekan sudah dilakukan di polres-polres tetangga. ’’Jadi para pemudik sendiri sudah tersaring dari daerah luar. Namun, meski begitu kami tetap saring lebih ketat agar semua pemudik yang hendak ke Mojokerto juga terdeteksi,’’ pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/