alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

PDP Meninggal di Kabupaten Mojokerto Tembus Sembilan Orang

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Angka persebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto terus naik signifikan. Selain pasien terkonfirmasi positif, catatan pasien dalam pengawasan (PDP) juga ikutan naik. Termasuk PDP meninggal dunia, kini bertambah menjadi 9 orang.

Terakhir, PDP asal Kecamatan Gedeg mengembuskan napas terakhir, pada Minggu (26/4) malam setelah menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit. Lagi-lagi, paru-paru disinyalir sebagai penyakit penyerta (komorbid) yang mengakibatkan nyawa pasien sulit terselamatkan.

’’Ya benar, PDP kita yang meninggal sekarang berjumlah sembilan orang,’’ ujar dr Langit Kresna Janitra, Humas Gugus Tugas Pencegahan dan Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto. Langit menjelaskan, sejak awal dirujuk, pasien sudah didiagnosa mengidap penyakit komplikasi.

Baca Juga :  Dari Revolusi Industri 4.0 Menuju Era Society 5.0

Mulai dari paru-paru, jantung, hingga sesak napas akut. Dan selang beberapa hari dirawat, pasien 74 tahun ini kondisinya semakin melemah. Hingga pada Minggu dini hari pukul 03.10, pasien dinyatakan meninggal dunia.

’’Hasil rapid test nonreaktif. Namun, prosesi pemakaman jenazah PDP tetap menggunakan tata cara protokol Covid-19, di makam umum desa setempat,’’ tambah Kabid Pencegahan dan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto ini.

Dari catatan Jawa Pos Radar Mojokerto, PDP yang meninggal dunia semuanya memiliki komorbid. Yakni, 8 pasien memiliki riwayat penyakit paru-paru, sementara satu pasien memiliki penyakit jantung.

PDP pertama yang meninggal yakni pria 32 tahun asal Kecamatan Puri, yang memiliki riwayat penyakit TBC dan HIV usai bekerja di Malaysia. Korban dimakamkan di desa setempat pada Minggu (22/3). Lalu, pasien kedua adalah pria 36 tahun asal Kecamatan Jetis yang meninggal Jumat (27/3).

Baca Juga :  Dinkes Resmi Hapus SPM Bagi Warga Miskin

Disusul pria 53 tahun asal Kecamatan Sooko meninggal Rabu (1/4), dan pria 27 tahun asal Kecamatan Pacet, yang meninggal pada Jumat (3/4). Kemudian pria 53 tahun asal Kecamatan Mojoanyar yang meninggal Jumat (10/4). Pria 76 tahun asal Kecamatan Gedeg yang meninggal Selasa (14/4).

Serta seorang petani 51 tahun asal Kecamatan Dawarblandong, yang Sabtu (18/4). Dan, pria 61 tahun asal Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, meninggal pada Selasa (21/4). 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Angka persebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto terus naik signifikan. Selain pasien terkonfirmasi positif, catatan pasien dalam pengawasan (PDP) juga ikutan naik. Termasuk PDP meninggal dunia, kini bertambah menjadi 9 orang.

Terakhir, PDP asal Kecamatan Gedeg mengembuskan napas terakhir, pada Minggu (26/4) malam setelah menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit. Lagi-lagi, paru-paru disinyalir sebagai penyakit penyerta (komorbid) yang mengakibatkan nyawa pasien sulit terselamatkan.

’’Ya benar, PDP kita yang meninggal sekarang berjumlah sembilan orang,’’ ujar dr Langit Kresna Janitra, Humas Gugus Tugas Pencegahan dan Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto. Langit menjelaskan, sejak awal dirujuk, pasien sudah didiagnosa mengidap penyakit komplikasi.

Baca Juga :  Kesadaran Masyarakat Menerapkan Protokol Kesehatan Meningkat

Mulai dari paru-paru, jantung, hingga sesak napas akut. Dan selang beberapa hari dirawat, pasien 74 tahun ini kondisinya semakin melemah. Hingga pada Minggu dini hari pukul 03.10, pasien dinyatakan meninggal dunia.

’’Hasil rapid test nonreaktif. Namun, prosesi pemakaman jenazah PDP tetap menggunakan tata cara protokol Covid-19, di makam umum desa setempat,’’ tambah Kabid Pencegahan dan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto ini.

Dari catatan Jawa Pos Radar Mojokerto, PDP yang meninggal dunia semuanya memiliki komorbid. Yakni, 8 pasien memiliki riwayat penyakit paru-paru, sementara satu pasien memiliki penyakit jantung.

- Advertisement -

PDP pertama yang meninggal yakni pria 32 tahun asal Kecamatan Puri, yang memiliki riwayat penyakit TBC dan HIV usai bekerja di Malaysia. Korban dimakamkan di desa setempat pada Minggu (22/3). Lalu, pasien kedua adalah pria 36 tahun asal Kecamatan Jetis yang meninggal Jumat (27/3).

Baca Juga :  Salip Truk, Pemotor Tewas Terlindas

Disusul pria 53 tahun asal Kecamatan Sooko meninggal Rabu (1/4), dan pria 27 tahun asal Kecamatan Pacet, yang meninggal pada Jumat (3/4). Kemudian pria 53 tahun asal Kecamatan Mojoanyar yang meninggal Jumat (10/4). Pria 76 tahun asal Kecamatan Gedeg yang meninggal Selasa (14/4).

Serta seorang petani 51 tahun asal Kecamatan Dawarblandong, yang Sabtu (18/4). Dan, pria 61 tahun asal Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, meninggal pada Selasa (21/4). 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/