alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

KUA Kembali Layani Ijab Kabul, di Luar Jam, Harus Ajukan Permohonan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kemenag Kota Mojokerto kembali membuka pelayanan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA). Sebelumnya, prosesi ijab kabul ini sempat ditutup sementara sebagai upaya pencegahan penyebaran virus korona.

Plt Kasi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas) Kemenag Kota Mojokerto Bambang Sunaryadi, mengungkapkan, pelayanan akad nikah di dua KUA di Kota Mojokerto telah kembali berjalan normal. ’’Sekarang akad nikah sudah bisa dilayani,’’ terangnya.

Sebelumnya, layanan akad nikah di KAU sempat dihentikan bagi pendaftar yang telah melewati tanggal 31 Maret. Namun, layanan tersebut kembali dibuka setelah turun Surat Edaran (SE) Nomor P-004/DJ.III/Hk.00.7/04/2020 tentang Pengendalian Pelaksanaan Nikah di Masa Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Covid-19. 

Hanya saja, kata Bambang, pelayanan untuk mengikat janji suci tersebut tetap dilakukan pembatasan. Menurutnya, KUA hanya dapat melayani bagi pasangan calon pengantin yang telah mendaftar sampai dengan 23 April.

Baca Juga :  Pemkab Mojokerto Janjikan Pekan Ini Bantuan Sosial Cair

Dengan catatan, pelaksanaan ijab kabul harus dilakukan di KUA setempat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Yaitu, dengan menerapkan cuci tangan pakai sabun, memakai hand sanitizer, memakai masker, serta mengenakan sarung tangan.

Selain itu, jumlah peserta juga dibatasi maksimal 10 orang. ’’Jadi tetap dengan mengacu pada keselamatan kesehatan,’’ tandasnya. Di sisi lain, masing-masing KUA juga dibatasi kuota untuk melayani ijab kabul.

Dalam sehari, paling banyak hanya diperbolekan menikahkan sebanyak 8 pasangan. Jika melebihi batas tersebut, maka akan digelar di hari lain. Dia menyebutkan, kemenag juga memberi kelonggaran terhadap calon mempelai untuk melaksanakan pernikahan di luar KUA.

Namun, dengan syarat harus mengajukan surat permohonan dengan keterangan alasan maupun keadaan yang dianggap mendesak. ’’Jadi memungkinkan KUA menikahkan di luar, tapi itu harus ada permohonan dengan alasan yang kuat dan bermaterai,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Jalin Silaturahmi sekaligus Pererat Kerja Sama

Pihaknya masih belum melakukan pendataan berapa calon pasangan yang telah mendaftar di KUA Prajurit Kulon maupun KUA Magersari sampai dengan 23 April lalu. Sebab, sejak adanya pendemi Covid-19, pendaftaran dilakukan tanpa tatap muka melainkan secara online.

’’Sekarang kita masih sosialisasi, pendaftaran online juga masih berjalan terus,’’ papar Kasi Pelayanan haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Mojokerto ini.

Sementara itu, bagi pendaftar yang melewati batas 23 April, maka proses akad nikah untuk sementara masih ditangguhkan sampai 29 Mei nanti.

Bagi yang sudah telanjur mendaftar di luar KUA, maka calon pasangan juga diperkenankan untuk mengajukan pengembalian biaya nikah sebesar Rp 600 ribu. ’’Kita lihat perkembangannya lagi nanti,’’ pungkasnya. 

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kemenag Kota Mojokerto kembali membuka pelayanan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA). Sebelumnya, prosesi ijab kabul ini sempat ditutup sementara sebagai upaya pencegahan penyebaran virus korona.

Plt Kasi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas) Kemenag Kota Mojokerto Bambang Sunaryadi, mengungkapkan, pelayanan akad nikah di dua KUA di Kota Mojokerto telah kembali berjalan normal. ’’Sekarang akad nikah sudah bisa dilayani,’’ terangnya.

Sebelumnya, layanan akad nikah di KAU sempat dihentikan bagi pendaftar yang telah melewati tanggal 31 Maret. Namun, layanan tersebut kembali dibuka setelah turun Surat Edaran (SE) Nomor P-004/DJ.III/Hk.00.7/04/2020 tentang Pengendalian Pelaksanaan Nikah di Masa Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Covid-19. 

Hanya saja, kata Bambang, pelayanan untuk mengikat janji suci tersebut tetap dilakukan pembatasan. Menurutnya, KUA hanya dapat melayani bagi pasangan calon pengantin yang telah mendaftar sampai dengan 23 April.

Baca Juga :  Pemkab Mojokerto Janjikan Pekan Ini Bantuan Sosial Cair

Dengan catatan, pelaksanaan ijab kabul harus dilakukan di KUA setempat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Yaitu, dengan menerapkan cuci tangan pakai sabun, memakai hand sanitizer, memakai masker, serta mengenakan sarung tangan.

Selain itu, jumlah peserta juga dibatasi maksimal 10 orang. ’’Jadi tetap dengan mengacu pada keselamatan kesehatan,’’ tandasnya. Di sisi lain, masing-masing KUA juga dibatasi kuota untuk melayani ijab kabul.

- Advertisement -

Dalam sehari, paling banyak hanya diperbolekan menikahkan sebanyak 8 pasangan. Jika melebihi batas tersebut, maka akan digelar di hari lain. Dia menyebutkan, kemenag juga memberi kelonggaran terhadap calon mempelai untuk melaksanakan pernikahan di luar KUA.

Namun, dengan syarat harus mengajukan surat permohonan dengan keterangan alasan maupun keadaan yang dianggap mendesak. ’’Jadi memungkinkan KUA menikahkan di luar, tapi itu harus ada permohonan dengan alasan yang kuat dan bermaterai,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Tujuh Lokasi Ini Boleh Dipakai Resepsi, Asalkan....

Pihaknya masih belum melakukan pendataan berapa calon pasangan yang telah mendaftar di KUA Prajurit Kulon maupun KUA Magersari sampai dengan 23 April lalu. Sebab, sejak adanya pendemi Covid-19, pendaftaran dilakukan tanpa tatap muka melainkan secara online.

’’Sekarang kita masih sosialisasi, pendaftaran online juga masih berjalan terus,’’ papar Kasi Pelayanan haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Mojokerto ini.

Sementara itu, bagi pendaftar yang melewati batas 23 April, maka proses akad nikah untuk sementara masih ditangguhkan sampai 29 Mei nanti.

Bagi yang sudah telanjur mendaftar di luar KUA, maka calon pasangan juga diperkenankan untuk mengajukan pengembalian biaya nikah sebesar Rp 600 ribu. ’’Kita lihat perkembangannya lagi nanti,’’ pungkasnya. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/