alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Jalur Baru Pacet-Cangar Masih Buram

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wacana pembangunan jalur baru di kawasan Pacet-Cangar, semakin buram. Lantaran upaya penanggulangan black spot di tikungan Gotekan ini masih mandek di tahap pengkajian sejak Oktober lalu. Sehingga, Dinas Perhubungan Jawa Timur kini tengah berupaya menelurkan solusi lain guna menekan angka kecelakaan akibat rem blong di jalur turunan tersebut.

Kepala UPT P3 LLAJ Mojokerto Yoyok Kristyowahono menerangkan, rencana pembangunan jalur turunan baru di sekitar Wisata Edukasi Sendi (WET) Sendi 2 sampai di sekitar Wisata Kali Kromong itu masih nyantol pada proses kajian. Meski telah dilakukan pengecekan dan pengkajian oleh sejumlah pihak terkait, rencana tersebut masih perlu dikaji. Apalagi, rencana pembangunan skala provinsi itu menerabas kawasan hutan produksi dan hutan lindung di bawah naungan Perhutani KPH Pasuruan.

Baca Juga :  Tambah Speed Trap dan Bangun Jalur Baru

”Sementara ini masih belum ada perkembangan, wacana itu masih dikaji analisis mengenai dampak lingkungannya (AMDAL). Terutama karena ini berkaitan dengan hutan konservasi ya,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin.

Kajian lebih lanjut oleh pihak terkait itu tak lain seputar dampak lingkungan dari pembukaan jalur baru tersebut. Utamanya, mempertimbangkan faktor kontur tanah di sekitar lokasi. Sebab, jika tidak dipertimbangkan dengan matang, potensi terjadinya hal yang tidak diinginkan semakin menguat. ”Ternyata memang banyak hal yang perlu dikaji dan banyak pihak yang dilibatkan juga. Supaya kalau nanti benar-benar dibangun ini tidak menimbulkan dampak lingkungan. Semisal terjadinya longsor saat hujan dan segala macamnya,” sebutnya.

Baca Juga :  Masjid Agung Tak Gelar Salat Idul Adha

Sehingga, rencana jangka pendek untuk menekan fatalitas kecelakaan di jalur turunan itu pihaknya bakal membenahi sekitar 50 rambu lalu lintas yang ada. Terhitung mulai dari  sekitar Wisata Bukit Gajah Mungkur hingga tikungan Gotekan. Sebab, hampir seluruh rambu di jalur alternatif Mojokerto–Batu tersebut jadi sasaran aksi vandalisme hingga kerusakan akibat faktor lain. Sehingga perbaikan tersebut diharapkan bisa mendorong para pengguna jalan untuk semakin waspada dan berhati-hati selama melintasi jalur tengkorak itu.

”Sekarang masih kami inventarisir apakah rambu-rambu itu diganti daunnya saja atau sekalian tiangnya. Karena memang banyak yang penyok entah ditabrak atau bagaimana. Dan kemungkinan realisasinya ini sekitar bulan Maret atau April mendatang,” tukas Yoyok. (vad/ron)

 

 

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wacana pembangunan jalur baru di kawasan Pacet-Cangar, semakin buram. Lantaran upaya penanggulangan black spot di tikungan Gotekan ini masih mandek di tahap pengkajian sejak Oktober lalu. Sehingga, Dinas Perhubungan Jawa Timur kini tengah berupaya menelurkan solusi lain guna menekan angka kecelakaan akibat rem blong di jalur turunan tersebut.

Kepala UPT P3 LLAJ Mojokerto Yoyok Kristyowahono menerangkan, rencana pembangunan jalur turunan baru di sekitar Wisata Edukasi Sendi (WET) Sendi 2 sampai di sekitar Wisata Kali Kromong itu masih nyantol pada proses kajian. Meski telah dilakukan pengecekan dan pengkajian oleh sejumlah pihak terkait, rencana tersebut masih perlu dikaji. Apalagi, rencana pembangunan skala provinsi itu menerabas kawasan hutan produksi dan hutan lindung di bawah naungan Perhutani KPH Pasuruan.

Baca Juga :  Puluhan Pegawai BKPP Uji Swab

”Sementara ini masih belum ada perkembangan, wacana itu masih dikaji analisis mengenai dampak lingkungannya (AMDAL). Terutama karena ini berkaitan dengan hutan konservasi ya,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin.

Kajian lebih lanjut oleh pihak terkait itu tak lain seputar dampak lingkungan dari pembukaan jalur baru tersebut. Utamanya, mempertimbangkan faktor kontur tanah di sekitar lokasi. Sebab, jika tidak dipertimbangkan dengan matang, potensi terjadinya hal yang tidak diinginkan semakin menguat. ”Ternyata memang banyak hal yang perlu dikaji dan banyak pihak yang dilibatkan juga. Supaya kalau nanti benar-benar dibangun ini tidak menimbulkan dampak lingkungan. Semisal terjadinya longsor saat hujan dan segala macamnya,” sebutnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Harapan Hidup Penderita Kanker

Sehingga, rencana jangka pendek untuk menekan fatalitas kecelakaan di jalur turunan itu pihaknya bakal membenahi sekitar 50 rambu lalu lintas yang ada. Terhitung mulai dari  sekitar Wisata Bukit Gajah Mungkur hingga tikungan Gotekan. Sebab, hampir seluruh rambu di jalur alternatif Mojokerto–Batu tersebut jadi sasaran aksi vandalisme hingga kerusakan akibat faktor lain. Sehingga perbaikan tersebut diharapkan bisa mendorong para pengguna jalan untuk semakin waspada dan berhati-hati selama melintasi jalur tengkorak itu.

”Sekarang masih kami inventarisir apakah rambu-rambu itu diganti daunnya saja atau sekalian tiangnya. Karena memang banyak yang penyok entah ditabrak atau bagaimana. Dan kemungkinan realisasinya ini sekitar bulan Maret atau April mendatang,” tukas Yoyok. (vad/ron)

- Advertisement -

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Bupati Kukuhkan 101 Kepala Sekolah

Apresiasi Kian Berkembang

Kejurda Ditunda, Diganti Tryout

Artikel Terbaru


/