alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Beredar Makanan Dengan Pewarna Tekstil

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Masyarakat di Kabupaten Mojokerto harus lebih waspada dan teliti dalam mengkonsumsi makanan dan minuman (mamin). Pasalnya, masih marak ditemukan mamin tak layak konsumsi yang beredar di pasaran.

Itu diketahui dari hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto bersama tim gabungan, Kamis (26/12). Petugas menemukan berbagai jenis makanan yang tanpa dilengkapi izin edar. Bahkan juga mengandung bahan berbahaya karena menggunakan pewarna tekstil.

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko, menjelaskan, agenda sidak dilakukan dalam upaya perlindungan masyarakat dari bahan pangan berbahaya. Utamanya produk mamin dalam kemasan yang beredar di pasaran. ’’Sasaran utamanya penjual di pasar tradisional maupun toko modern,’’ terangnya kemarin.

Di lokasi pertama, petugas menyasar di salah satu toko penjual makanan ringan di Pasar Kedungmaling, Kecamatan Sooko. Setidaknya, petugas menemukan lima jenis makanan yang dicurigai tak layak konsumsi.

Empat di antaranya tidak dilengkapi dengan izin edar. Sehingga, pada kemasannya tidak tercantum label, tanpa nomor izin edar, hingga tidak terdapat expired date (ED) atau tanggal kedaluwarsa. Sedangkan satu jenis produk lainnya dicurigai tidak menggunakan bahan makanan yang sesuai standar. ’’Ada yang ditemukan makanan yang bukan food grade,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Izin Apotek Dicabut, Jika Terbukti Jual PCC

Sujatmiko mengatakan, makanan berjenis kerupuk pasir tersebut diduga menggunakan campuran zat berbahaya. Yaitu rhodamin dan metanil yellow yang merupakan jenis pewarna tekstil. ’’Kami temukan pada makanan dalam kemasan,’’ ujarnya.

Padahal, kata dia, zat tersebut bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Apalagi jika dikonsumsi oleh kalangan anak-anak. Sujatmiko menyebutkan, salah satunya bisa memicu penyakit gagal ginjal, jantung, maupun organ tubuh lainnya.

Berkaca pada kasus yang ditangani di RSUD Prof dr Soekandar, pasien hemodialisis (HD) atau cuci darah kini tidak hanya menyerang usia lanjut. Namun, sudah mengalami pergeseran ke usia yang lebih muda hinga remaja. ’’Kasus HD di bawah 20 tahun ada, salah satu penyebabnya adalah itu. Kalau makanan yang tidak food grade seperti pewarna tekstil dipakai di makanan, dampaknya bisa ke arah ginjal,’’ tandasnya.

Dia menyebutkan, penjual dikenakan teguran untuk tidak lagi menjual maupun menerima mamin yang masuk dalam blacklist itu. Dinkes juga bakal melakukan penelusuran untuk mencaritahu apakah makanan tersebut diproduksi di Kabupaten Mojokerto atau disuplai dari luar kota. ’’Yang pertama kita mengingatkan dengan teguran dulu. Nanti kalau terus menerus dari pihak yang berwajib yang menertibkan,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Cegah Hepatitis Akut, Dinkes Gencar Sosialisasi PHBS

Tim gabungan kemudian berlanjut menyisir ke sejumlah lokasi lainnya. Setidaknya, ada lima titik pasar dan toko modern yang menjadi sasaran sidak. Hasilnya, tim yang terdiri dari Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Mojokerto dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) itu menemukan 18 jenis mamin yang melanggar.

Di antaranya adalah Pasar Tradisonal Pohjejer, Kecamatan Gondang. Di lokasi tersebut petugas mendapati delapan jenis makanan dari dua toko penjual snack. Selain itu petugas juga kembali menemukan tiga jenis makanan dari toko modern di Kecamatan Mojosari. Masing-masing adalah permen kaleng yang kemasannya rusak, jagung yang masih menggunakan izin edar Sertifikat Penyuluhan (SP), serta beras yang yang tanpa memiliki izin edar.

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Masyarakat di Kabupaten Mojokerto harus lebih waspada dan teliti dalam mengkonsumsi makanan dan minuman (mamin). Pasalnya, masih marak ditemukan mamin tak layak konsumsi yang beredar di pasaran.

Itu diketahui dari hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto bersama tim gabungan, Kamis (26/12). Petugas menemukan berbagai jenis makanan yang tanpa dilengkapi izin edar. Bahkan juga mengandung bahan berbahaya karena menggunakan pewarna tekstil.

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko, menjelaskan, agenda sidak dilakukan dalam upaya perlindungan masyarakat dari bahan pangan berbahaya. Utamanya produk mamin dalam kemasan yang beredar di pasaran. ’’Sasaran utamanya penjual di pasar tradisional maupun toko modern,’’ terangnya kemarin.

Di lokasi pertama, petugas menyasar di salah satu toko penjual makanan ringan di Pasar Kedungmaling, Kecamatan Sooko. Setidaknya, petugas menemukan lima jenis makanan yang dicurigai tak layak konsumsi.

Empat di antaranya tidak dilengkapi dengan izin edar. Sehingga, pada kemasannya tidak tercantum label, tanpa nomor izin edar, hingga tidak terdapat expired date (ED) atau tanggal kedaluwarsa. Sedangkan satu jenis produk lainnya dicurigai tidak menggunakan bahan makanan yang sesuai standar. ’’Ada yang ditemukan makanan yang bukan food grade,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Cegah Hepatitis Akut, Dinkes Gencar Sosialisasi PHBS

Sujatmiko mengatakan, makanan berjenis kerupuk pasir tersebut diduga menggunakan campuran zat berbahaya. Yaitu rhodamin dan metanil yellow yang merupakan jenis pewarna tekstil. ’’Kami temukan pada makanan dalam kemasan,’’ ujarnya.

- Advertisement -

Padahal, kata dia, zat tersebut bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Apalagi jika dikonsumsi oleh kalangan anak-anak. Sujatmiko menyebutkan, salah satunya bisa memicu penyakit gagal ginjal, jantung, maupun organ tubuh lainnya.

Berkaca pada kasus yang ditangani di RSUD Prof dr Soekandar, pasien hemodialisis (HD) atau cuci darah kini tidak hanya menyerang usia lanjut. Namun, sudah mengalami pergeseran ke usia yang lebih muda hinga remaja. ’’Kasus HD di bawah 20 tahun ada, salah satu penyebabnya adalah itu. Kalau makanan yang tidak food grade seperti pewarna tekstil dipakai di makanan, dampaknya bisa ke arah ginjal,’’ tandasnya.

Dia menyebutkan, penjual dikenakan teguran untuk tidak lagi menjual maupun menerima mamin yang masuk dalam blacklist itu. Dinkes juga bakal melakukan penelusuran untuk mencaritahu apakah makanan tersebut diproduksi di Kabupaten Mojokerto atau disuplai dari luar kota. ’’Yang pertama kita mengingatkan dengan teguran dulu. Nanti kalau terus menerus dari pihak yang berwajib yang menertibkan,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Izin Camilan Cokelat-Pilus Dicabut

Tim gabungan kemudian berlanjut menyisir ke sejumlah lokasi lainnya. Setidaknya, ada lima titik pasar dan toko modern yang menjadi sasaran sidak. Hasilnya, tim yang terdiri dari Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Mojokerto dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) itu menemukan 18 jenis mamin yang melanggar.

Di antaranya adalah Pasar Tradisonal Pohjejer, Kecamatan Gondang. Di lokasi tersebut petugas mendapati delapan jenis makanan dari dua toko penjual snack. Selain itu petugas juga kembali menemukan tiga jenis makanan dari toko modern di Kecamatan Mojosari. Masing-masing adalah permen kaleng yang kemasannya rusak, jagung yang masih menggunakan izin edar Sertifikat Penyuluhan (SP), serta beras yang yang tanpa memiliki izin edar.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/